Dokter Manis Itu Sahabat Ku

Dokter Manis Itu Sahabat Ku
Teman Baru


__ADS_3

Keadaan kelas sudah mulai tenang pelajaran terus berjalan sampai Bell berbunyi tanda bahwa jam istirahat.


"Baik saya akhiri pelajaran hari ini dan jangan lupa tugas 200 makalah dari saya jangan lupa dikerjakan." ucap bu dosen


"Baik bu..." ucap mereka serempak


"Yuk ikut gue...." ucap Bobby


Akupun mendongak dan mendapati Cowo yang paling aku benci, yups dia Bobby laki laki yang tadi memaksa ku untuk duduk dengannya dia memang tampan aku akui itu tapi otak nya rada miring karna selalu memaksakan kehendak sesukanya.


"Maaf aku mau ke kantin dulu permisi...."


"Eisst mau kemana bareng gue yuk gue sekalian mau Ke kantin juga.... " jawab Bobby sambil memegangi pergelangan tangan Ku


"Lepasin tangan ku aku gak mau." ucap ku menolak keinginan nya mentah mentah


"Gak gue gak mau lepasin sebelum lo ikut gue...." lanjutnya


"Lepasin tangan dia Bob...."


"Diem Lo jangan ikut campur urusan gue...." ucap Bobby dengan angkuhnya.


"Gue gak akan diem sebelum Lo lepasin tangannya." ucap Alvin dengan menahan amarah nya.


"Kalau gue gak mau Lo mau apa...." jawab Bobby dengan senyum mengejek.


"Oke kalau itu mau lo berarti lo ngga mau kita ngomong baik baik tapi lebih milih otot yang berbicara."


"Oke maju Lo!" ucap Bobby menantang Alvin.


"STOPPP...." ucap Ku melerai mereka berdua.


"Cukup yah bob.aku ngga mau ikut sama kamu karna aku ngga suka sama sifat kamu yang kayak berandalan,dan please aku mohon kamu pergi sekarang juga." ucap ku dengan sangat tegas.


"Oke gue pergi tapi awas lo, gue gak akan ngelepasin lo gitu aja INGET itu!" lanjut bobby dengan menekankan kata ingat.


Selepas Bobby Keluar tinggal lah kita ber enam yah aku ketiga cowo itu dan dua cewe yang duduk disamping kursi duduk ku tadi.


"Hai kenalin aku cika.." ucap cewe yang ber rambut panjang dan di kuncir satu dibelakang.


"Hai aku Nanda..." Ucap cewe yang ber rambut panjang dan bergelombang


"Hai gue Alvin..." ucapnya mengulurkan tangannya.


"Maaf..." ucap ku sambil mengatupkan kedua tangan Ku di dada.


"Oh sorry, Oh ya kenalin dia Miko dan dia Rendi." lanjut nya dengan memperkenalkan teman nya yang lain.


"Hai salam kenal aku Nafisa, makasih ya udah nolongin aku tadi..." ucap ku berterima Kasih pada mereka sambil tersenyum manis.


"Ahh iya It's Okeh." jawab mereka bertiga kompak salah tingkah karna melihat senyuman ku.


"Hm ngomong ngomong Kita ke kantin yuk sambil ngobrol dikit biar tambah akrab." kata Cika


"Boleh."


"Yuk ke kantin." jawab mereka sambil menggandeng tangan ku seperti orang mau menyebrang saja, ya memang kesannya seperti kurang nyaman bagi ku karna kita baru kenal dan sedikit ada rasa canggung dibenak ku.


"Beuhh ini nih kalo udah ada temen baru, temen lama pun dilupain ya gak bred." ucap Rendi menyindir ke dua perempuan di depan nya yang senyam senyum sendiri sambil menggengam tangan ku.


"Yoi Bro."


"Apa sih kalian berdua sirik aja huh-" jawab Cika mendengus.

__ADS_1


Dan sampailah kita di kantin, baru saja aku ingin duduk tapi ada tiga mahasiswi yang menghampiri ku dan menarik jilbab yang ku pakai.


"HEH!! DASAR CEWE KEGATELAN!! Lo tuh ngga pantes buat bersanding sama Bobby yang pantes itu cuman gue!" ucapnya dengan tidak melepaskan genggaman nya dari jilbab ku.


"Aww sakit lepasin tangan kamu..." ucap ku sambil meringis karna sakit akibat tarikan nya.


"Ngga gue gak akan lepasin sebelum lo jauhin Boby pacar gue!"


"Bukan aku yang kegatelan, tapi pacar kamu yang maksa aku..."


"Halah lo pasti boong kan ngga mungkin Bobby kek gitu,lo nya aja yang kegatelan...." lanjut nya dengan sangat angkuh.


"Cukup Bella lepasin tangan lo sekarang juga...." jawab Cika kesal.


"DIEM LO GAK USAH IKUT CAMPUR!!"


"HEH NENEK SIHIR!! LEPASIN GAK TANGAN LO SEKARANG JUGA!!" ucap Cika sangat kesal karna Bella tidak mau melepaskan tangan nya dari jilbab Ku.


"Apa Lo bilang tadi!" jawab Bella dengan emosi yang meluap luap.


"Kenapa? apa lo, Lo gak terima gue sebut lo nenek sihir hmm...." lanjut Cika dengan menantang nya.


"LO!!"


"Cukup Bella. memang Bobby lah yang bersalah Nafisa ngga salah dalam hal ini karna memang Bobby yang memaksa nya untuk mengikuti semua kemauan Bobby." jawab Alvin sambil melerai mereka berdua.


"Oke gue maafin lo untuk hari ini,tapi awas kalo gue masih liat lo deket sama Bobby habis lo sama gue...." jawabnya dengan mengancam Ku.


Dan akhirnya dia pergi meninggalkan Kami ber enam dikantin.


"kamu gak apa apa kan Fisa." tanya Nanda dengan mengkhawatirkan keadaan ku.


"ngga aku ngga apa apa kok."


"Yakin?" tanya mereka lagi.


"Oh iya ngomong ngomong tadi itu siapa?" tanya Ku penasaran


Gimana ngga penasaran coba orang ngga salah apa apa main di jambak aja


"Oh tadi,dia itu nenek sihir kampus ini." jawab Cika ngasal yang otomatis membuat ku kebingungan.


Mereka yang ada disana menatap tajam Cika, karna jawaban nya yang ngaco.


"Hehe sorry slow nyantai boss qu."


"Gini dia itu Bella bukan pacar nya Bobby cuma dia nya aja yang terlalu ngebet sama Bobby, Bobby nya aja ogah sama dia yang kayak nenek sihir gitu.." jawab Cika menggidikan bahu.


"Iya kamu jangan terlalu deket sama dia Fisa, karna apa ya,dia selalu gitu jangan kan Kamu mahasiswa baru di sini yang lain aja cuma ngelirik Bobby aja udah di labrak sama nenek sihir itu, jadi kamu ngga usah deket deket yang namanya Bobby sama nenek sihir itu...." lanjut Cika dan disetujui oleh yang lain.


"Bener apa yang Cika bilang Fisa, Bobby itu adalah playboy cap ikan teri, jadi dari pada kamu sakit hati ujung ujungnya mending gak usah deket deket mereka berdua aja dari sekarang...." kata Rendi


"Nah bener tuh kata babang Rendi tumben lo pinter Ren." Ucap Miko sambil tergelak.


"Iya lah babang Rendi gitu loh..." ucapnya Jumawa.


"Yey baru juga di puji dikit idung lo dah terbang Ren, bwahaha...." ucap Cika dan Nanda sambil tergelak karna kekonyolan teman mereka, akupun ikut tertawa melihat mereka semua karna benar banyak orang yang tidak suka pada ku, tapi banyak juga orang yang sayang dan peduli kepada Ku bukti nya mereka berlima baru kenal beberapa jam lalu tapi mereka sudah akrab dan menyayangiku.


Istirahat pun telah usai, istirahat ini ku habiskan bersama teman baru ku yaitu mereka berlima, walaupun sempat ada perselisihan dan perdebatan tadi tapi setidaknya aku mempunyai teman baru yang sudah seperti saudara sendiri bagi ku.


Selang beberapa saat kemudian bell pulang pun berbunyi, aku dan kelima teman baru ku membereskan alat Tulis kami dan bersiap untuk pulang.


"Huh akhir nya pulang juga." dumel Cika

__ADS_1


"Bener Ka gue dah capek banget nih, mana tugas makalah banyak banget Lagi hari ini huff-" gerutu Nanda.


"Udah yuk pulang kalian berdua ngedumel mulu dah..." ucap Rendi dan Miko.


"Ih kalian berdua tuh ya emang ngeselin dasar."


Dan akhirnya kami semua berjalan Keluar gedung kampus dan menuju parkiran kampus dimana semua transportasi anak anak kampus dan Dosen ada disana.


"Kamu kesini dianter siapa tadi." tanya Alvin.


"Oh itu tadi aku diantar ayah." jawab ku.


"Terus sekarang mau pulang sama siapa?" tanya yang lain.


"Sama Kakak."


"Mau kita anterin ngga." tawar mereka.


"Ngga usah deh, lagi pun Kakak bentar lagi nyampek kok."


"Ya udah kalo gitu."


"Ya udah kita tungguin sampek Kakak kamu dateng." tawar Rendi dan disetujui yang lain.


"Ngga usah kalian pulang aja duluan ngga apa kok aku disini sendirian."jawab ku menolak mereka.


"Udah ngga apa kita tunggu Oke." jawab Cika dan Nanda.


"Ya udah kalo gitu..."


Setelah aku menunggu 20 menit sampai lah Kakak tercinta ku diparkiran Kampus.


"Assalamu'alaikum Dek..." ucap Kak Zidan


"Wa'alaikumsalam....." ucap kami serempak.


"Yok pulang."ajak Kak Zidan.


"Ayo Kak...."jawab ku


"Ah iya sebentar sebelum kita pulang, kenalin dulu Kak mereka semua teman Fisa...." ucap ku memperkenal kan mereka semua kepada Kak Zidan.


"Oh jadi mereka teman baru kamu Dek...."tanya Kak Zidan dan aku pun mengangguk.


"Iya Kak salam kenal gue Alvin, ini Rendi, ini Miko, ini Cika dan dia Nanda." ucap Alvin memperkenalkan yang lain kepada Kakak Ku.


"Oh Oke salam kenal juga gue Kakak Tertua Nafisa." Ucap kak Zidan sambil tersenyum


"Ya udah kalo gitu kita pulang Dek ayah, ibu Kakak Ipar dan ponakan mu udah nunggu kamu pulang."


"Huwaa Maryam ada di rumah Kak." tanya ku dengan mata yang berbinar.


"Iya, ya udah ayo cepet ke buru mereka pada tidur ntar karna kelamaan nunggu tante nya yang bawel ini..." ucap kak Zidan mengejek ku.


Dan aku pun merengut karna berhasil kak Zidan goda dan meledek ku di depan teman baru ku, Dan mereka semua bukan nya membantu ku malah tertawa puas karna ucapan kak Zidan.


begini yang dimaksud definisi teman ngga ada akhlak bukan nya membantu mereka malah tertawa puas di atas penderitaan teman sendiri, enaknya temen kek gini ini di lelepin ke comberan sekali kali.


"Udah ngga usah manyun gitu jelek kamu dek, ya udah yuk pulang...."


"Aku pamit dulu ya semua Assalamu'alaikum...." jawab ku sambil menaiki sepeda motor matic Kakak Ku.


"Iya Wa'alaikumsalam byee Nafisa muach..." Sun mereka berdua dari jauh.

__ADS_1


"Ya udah yuk pulang keburu magrib nih..." Ucap Rendi


"Ya udah yuk pulang."


__ADS_2