Dokter Manis Itu Sahabat Ku

Dokter Manis Itu Sahabat Ku
Siapakah Nafisa Az-Zahra?


__ADS_3

Pagi ini Nafisa tengah bersantai dikarenakan jadwal matkul nya adalah nanti sore jadi hari ini dia bisa berleha-leha di kamar sejenak, baru saja dia senang menikmati indahnya rebahan telfon berbunyi dengan keras minta untuk diangkat.


"Ck, astagfirullah...baru juga gue mau kencan sama guling ada...aja yang ganggu!" gerutu nya. Disana tertera nama umi Khodijah yang tengah menelfon.


"Umi? pagi-pagi telfon kenapa ya?!" tanya nya.


Nafisa pun mengangkat nya, Khodijah meminta Nafisa untuk membuatkan nya brownies coklat 3 dikarenakan saudara nya ada yang berkunjung kerumah nya. Yups setelah kejadian semalam dimana Rayyan yang akan dijodohkan dengan Nafisa nantinya setelah mereka lulus kuliah, umi dan abi Akmal pamit pulang dikarenakan saudara nya ada yang berkunjung kerumah nya.


"Baik umi Zahra buatkan sekarang, nanti Zahra antar kemana umi? soalnya Zahra belum tau alamat rumah umi hehe..." jelas ku.


"........"


"Na'am umi, Zahra buatkan sekarang mohon ditunggu ya..." gurau ku, umi Khodijah pun tertawa pelan dengan tingkah ku.


"Huff...niat hati pengen rebahan orderan datang lagi. Alhamdulillah ya allah...semangat! demi cuan!" ucap ku berlari kebawah untuk mandi dan mempersiapkan pesanan umi.


...****************...


Di lain tempat Rayyan tengah bersiap untuk berangkat kuliah dan mengurus restoran milik abi nya, selain kuliah Rayyan sering membantu abi nya untuk mengurus beberapa bisnis sang abi dikarenakan umur abi Akmal yang tidak muda lagi semua aset perusahaan diserahkan kepada ketiga putra nya. Itu sebabnya kedua adik Rayyan berkuliah diluar negri agar mereka bisa belajar seperti Rayyan sang abang yang bisa mengurus segala hal dalam sekejap.


"Umi abi abang pamit ya, mungkin nanti pulang agak larut soalnya harus mengecek perkembangan resto yang ada di bandung." jelas Rayyan dengan mengambil piring dan kawan-kawan nya.


"Abang mah selalu gitu, selalu....aja sibuk ngga ada waktu dirumah sebentar aja! nanti ada tamu spesial tau mau kesini, umi udah minta dia buat kesini sekalian. Sarah sama pak Anas juga nanti mau main kesini, emang nya kamu ngga mau ketemu teman kecil kah?!" omel umi, dia tau putra nya adalah sang pewaris dikarenakan memang Rayyan adalah putra pertama maka dia yang mengurus sekaligus penerus perusahaan abi nya nanti. Tapi heran saja setiap ada tetamu yang akan datang anaknya itu seperti selalu menghindar selalu ada saja yang mau di urus.


"Umi...abang ngga ada waktu buat layanin mereka, disini kan udah ada umi, abi sama bibi udah cukup kan? ngga harus ada abang juga, lagi pula abang ada disini untuk apa." jelas Rayyan lembut mencoba membujuk umi nya itu memanglah tidak mudah.


"Sudahlah umi, biarkan abang pergi tidak apa lain kali saja pertemukan mereka." timpal abi Akmal menenangkan sang istri yang tengah merajuk.


"Abang tidak mau terlalu dekat lagi dengannya mi, karena abang tengah menjaga hati seseorang yang jauh disana." batin Rayyan, ia tidak berani untuk mengutarakan niatnya sekarang. Semalam sesudah perdebatan kedua adiknya yang memang tengah membicarakan soal perjodohan nya dengan seorang perempuan, Rayyan berniat ingin menanyakan soal ini kepada umi nya tapi... diwaktu dia ingin menemui umi dan abi nya, dia tidak sengaja mendengar obrolan antara umi nya abi dan umi Farida serta abi Khalid tengah membicarakan pertunangan nya dengan Nafisa nantinya.


FLASHBACK ON


"Khodijah apakah kamu setuju apabila Zahra dengan Rayyan kita jodohkan, tapi...sepertinya kita harus meminta persetujuan dari mereka berdua karena memang yang akan menjalin bahtera rumah tangga nantinya adalah mereka." jelas umi Farida.

__ADS_1


"Aku setuju saja Farida, karena memang aku menginginkan menantu seperti Zahra. Walaupun aku belum melihat anaknya seperti apa hati kecil ku sangat menginginkan nya. Kalau untuk masalah Rayyan nanti biar abi yang membantu untuk bicara dengannya, karena memang usia Rayyan sudah matang untuk mempersunting seorang wanita untuk bisa mengurus nya nanti." saut Khodijah.


"Kami hanya memberikan saran kepada kalian berdua, kalau memang kalian setuju nanti biar saya dan istri saya yang akan menyampaikan kabar baik ini kepada ibu dan ayah Zahra. Terlebih lagi Zahra mempunyai dua abang yang memang sangat ketat menjaganya, bagaimana pun mereka berhak tau Rayyan laki-laki seperti apa. Jikalau nanti nya Rayyan harus melewati beberapa pertanyaan dari kedua kakak Zahra apa kalian tidak keberatan?!" tanya abi Khalid.


Tanpa ragu umi Khodijah dan abi Akmal setuju karena memang benar adanya Nafisa adalah anak perempuan satu-satunya yang sangat dijaga oleh kedua kakak nya dan juga ayah nya, bagaimana pun mereka semua berhak tau seperti apa nantinya calon dari putri kesayangan mereka.


"Oh iya, kamu penasaran sama Nafisa kan Khodijah sebentar aku kasih tau dia seperti apa." ucap umi Farida menscroll galeri foto di ponselnya.


Umi Farida pun menunjukkan foto keluarga dimana Nafisa tengah duduk di bangku taman dengan tersenyum dengan kedua kakak nya yang berada dibelakang. Di samping kanannya ada Aini istri dari Refan kakak kedua Nafisa yang tengah menggendong Syarifah sewaktu bayi, dan disebelah kiri ada Nurul istri dari Zidan kakak pertama Nafisa dengan memangku Maryam kecil. Umi Farida pun menggeser kembali layar ponselnya di foto kedua ini sangatlah berbeda dimana pose awal yang mirip disebut keluarga harmonis tapi beda hal nya dengan pose kedua yang terbilang sangat rusuh, dimana posisi Nafisa tengah cemberut karena di cubit pipinya oleh Zidan sedang Refan sendiri memetik beberapa bunga untuk dibentuk mahkota dan di pasang dikepala Nafisa. Tapi sayang seribu sayang bukannya menjadi mahkota malah menjadi tidak karuan bunga tersebut, Aini serta Nurul tertawa tidak tahan melihat adik ipar nya didandani seperti apa oleh kedua kakaknya bukan mirip princess melainkan mirip ODGJ nyasar.


"Astagfirullah, masya allah calon menantu kita cantik bi...tapi ini foto yang kedua kok begini Farida." ucap umi Khodijah tidak kuat menahan tawa melihat tingkah kakak beradik ini. Bisa dibayangkan nantinya serame apa rumahnya nanti jikalau Nafisa menjadi menantunya entah itu rame atau rusuh.


"Yah begitulah mereka bertiga, kalau sudah kumpul selalu rusuh. Adiba saja pusing melihat mereka, tapi dibalik itu semua seru saja melihat mereka tetap menjalin hubungan seperti itu Khodijah." jelas umi Farida tertawa kecil jikalau mengingat kerusuhan rumah nya dulu karena ulah dari Nafisa, bi Ina saja sampai geleng-geleng kepala karena ulah Nafisa dapur serta rumah umi Farida sampai mirip kapal pecah.


Rayyan pun tersenyum setidaknya dia tau siapa perempuan yang akan bersanding dengannya nanti, akhirnya Rayyan pun naik kembali kekamar nya dan mencoba mencari jawaban atas pertanyaan nya itu. Seperti apa seorang Nafisa itu bagaimana dan secantik apa dia, sampai-sampai bisa menaklukkan hati yang sedingin kulkas 5 pintu itu. Semua perempuan yang sangat cantik, yang lebih dari nya dan memiliki karir yang sangat sukses tidak mampu meluluhkan hati seorang ustadz sekaligus CEO tampan bernama Muhammad Rayyan Ihsan. Namun beda hal nya dengan seorang Nafisa, bahkan tidak dengan bertemu langsung pun Rayyan sudah jatuh hati sejak pertama mendengar nama nya di sebut oleh umi Farida.


Tepat pukul 3 pagi Rayyan tengah sholat dan berdo'a meminta jawaban atas semua pertanyaan hati nya kepada sang pemilik hati hamba nya apakah benar memang Nafisa lah jodohnya atau bukan?


Rayyan berdo'a dengan hikmat meminta dan meminta, jikalau memang jawabannya adalah Nafisa maka dia harus menjaga dengan baik hati nya, dan menjauhi semua perempuan demi bisa terhindar dari godaan apapun serta terhindar dari fitnah apapun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah taman yang indah dengan bunga-bunga yang bermekaran di sekitarnya dan terdapat air terjun yang sangat jernih dan indah, banyak kupu-kupu cantik berwarna-warni berterbangan kesana kesini, Rayyan tidak tau dia sedang berada dimana tapi taman ini sangatlah indah dan sayang untuk dilewatkan.


"Masya allah sungguh indah dan cantik ciptaan ya allah, taman seindah ini kenapa tidak ada orang?" tanya nya dengan masih mengelilingi taman tersebut. Cukup lama Rayyan menatap serta menikmati keindahan tersebut tepat didepannya ada sebuah masjid besar dengan pemandangan tidak kalah indah nya dengan taman tadi. Tapi tunggu....Rayyan tanpa sengaja mendengar suara seorang perempuan mengaji melantunkan ayat demi ayat dengan indahnya didalam masjid tersebut, karena penasaran Rayyan pun menghampiri suara tersebut dan masuk kedalam masjid itu. Tepat di aula masjid ada seorang perempuan tengah mengaji sendiri, tapi sungguh sangat indah suaranya dan berhasil menggetarkan hati seorang Rayyan.


Ntah keberanian dari mana Rayyan menegur perempuan itu, berniat bertanya dimanakah dia berada sekarang dan kenapa perempuan itu sendirian saja di masjid ini tanpa ada orang satu pun.


"Assalamu'alaikum....permisi ukhti maaf sebelum nya apakah anti tau dimana ini? karena ana salah jalan sepertinya." tanya Rayyan. Perempuan itu pun menghentikan kegiatannya dan menutup alquran menaruhnya ditempat semula dan mencoba mendekati Rayyan tanpa membuka mukena nya terlebih dahulu.


"Waalaikumsalam....antum tidak salah jalan ustadz, dan antum memang berada ditempat yang telah allah takdirkan untuk kita bertemu." ucap perempuan tersebut tersenyum. Dia pun semakin dekat dan semakin dekat dengan Rayyan malah hampir menghapus jarak diantara keduanya.


"Assalamu'alaikum ustadz, ana Nafisa Az-Zahra yang sengaja allah kirimkan untuk bisa melengkapi sholat antum nantinya dan untuk meraih jannah nya allah bersama-sama." jelas Nafisa, Rayyan pun diam mematung apakah yang dia liat memang benar adanya atau hanya khayalan nya saja?

__ADS_1


"Ana uhibbuka fillah akhti, ana tunggu antum mengetuk rumah ana dan meminta restu kepada kakak dan juga ayah." ucap Nafisa kembali


"Sampai bertemu dipelaminan nantinya ustadz..." ucap terakhir Nafisa dengan tersenyum manis kepada Rayyan sebagai tanda perpisahan, dia pun membalikkan badan dan menghilang sedikit demi sedikit dari pandangan Rayyan.


tok....tok....tok....


"Abangggg....bangun....sholat subuh.... ditunggu abi dimasjid...." panggil umi Khodijah dari luar dengan mengetuk pintu kamar dengan keras.


"Abanggggg....."


tok.....tok.....tok....


Rayyan pun terbangun dari mimpi indah nya demi mendengar teriakan umi nya, kepala nya sedikit pusing dikarenakan dia tertidur dengan posisi lasak.


"Astagfirullahalazim....apakah mimpi barusan pertanda dari mu ya allah..." ucap Rayyan masih belum percaya, baru dia meminta jawaban tapi jawaban tersebut langsung dikirim oleh allah melalui mimpi yang sangat luar biasa itu.


"Abangggg...." ucap umi Khodijah masuk kedalam dan melihat putra nya itu dengan masih memakai pakaian kokoh layaknya orang akan sholat.


"Abang sudah sholat?!" tanya umi.


"Belum umi, abang baru selesai melakukan sholat malam. Tapi abang malah tertidur diatas sajadah." jelas Rayyan masih memijat pangkal kepala nya yang masih berdenyut akibat mimpi barusan.


"Ya sudah kalau begitu, abang cepat ambil wudhu abi dan kyai Khalid sudah menunggu abang di masjid." ucap Khodijah.


"Na'am umi, tapi sepertinya abang izin dahulu untuk sholat dirumah saja abang sedang tidak enak badan umi." jawab Rayyan.


"Baiklah, umi tinggal ya... sesudah sholat istirahat saja." pesan umi Khodijah.


"Na'am umi."


Khodijah pun keluar dan berniat menuju masjid pesantren untuk melakukan sholat berjamaah bersama.


FLASHBACK OFF

__ADS_1


Rayyan pun tersenyum manis bila mengingat mimpi singkat semalam dimana dia bertemu langsung dengan Nafisa walaupun hanya melewati mimpi tapi sungguh Nafisa sangatlah cantik dimatanya.


"Ana akan menjaga amanah allah ukhti dengan sebaik mungkin, tunggu sebentar lagi dan ana akan mempersunting anti dan menjadikan anti ratu satu-satunya dihati ana." batin Rayyan tersenyum penuh makna bila mengingat mimpi tersebut


__ADS_2