Dokter Manis Itu Sahabat Ku

Dokter Manis Itu Sahabat Ku
Kesayangan Dokter Cantik


__ADS_3

Waktu terus berjalan dan sudah menunjukkan pukul 3 sore ku lirik jam tangan yang ada di pergelangan ku.


"Masih ada waktu sebentar sebelum magrib." gumam ku


Akhirnya aku beranjak pergi mengambil tas ku dan berpamitan pada kedua teman ku.


"Guys gue cabut duluan ya."


"Yah lo dah mau balik Fisa..." ucap Citra.


"Iya gue ada urusan sebentar makanya mau cabut duluan." lanjut ku.


"Cie ilah yang udah jadi orang sibuk.." kata Citra meledek ku.


"Ck, iya gue sibuk banget sekarang. Kalo gue cuman males-malesan kalian semua mau gue gaji sama toples kue hmm!"


"ha ha ha...jangan lah gue masih doyan duit lo walaupun receh tapi wangi!" kata Citra dan di angguki Fatima.


"Nah maka nya lo berdua cukup anteng kerja yang rajin ntar gue kasih lo bonus kalo rajin..." ucap ku.


"Cihuyy! dapet bonus dong yuk lah kita sering-sering rajin Fat. Tapi kalo boleh tau kira-kira bonus nya apa nih? baju baru atau duit?" tanya Citra. Karna mereka berdua selalu meledeki ku dan usil kepada ku ini saat nya ku usili mereka juga.


"Kalian pengen tau bonus apa yang mau gue kasih ke kalian?" tanya ku balik. Dan dengan polos nya mereka manggut-manggut persis seperti boneka kucing di toko emas rasanya aku sudah tidak tahan lagi untuk meledakkan tawa ku, ho ho ho lihat lah wajah mereka yang sangat polos mereka dengan mudah nya percaya pada ku.


Ku ambil ancang-ancang untuk melarikan diri karna ku tau dibalik sikap mereka yang polos tersimpan sifat serigala berbulu ayam. Jikalau itu terjadi maka habis lah toko ku nanti mereka acak-acak.


"Bonus nya adalah...."


"Sepatu kaca import dari trend ternama." ucap ku mengiming-iming mereka dulu.


"Huwaa...mau Fisa." ucap mereka berdua.

__ADS_1


"Oke besok gue hubungi tukang sol sepatu dulu sama tukang kaca." lanjut ku jujur saja ku sudah tak kuat menahan tawa. Akhirnya yang awalnya mereka senang sekarang alis mereka lah yang berkerut.


"Loh kok? tukang sol sepatu sama tukang kaca apa hubungan nya?" tanya mereka.


"Yah kan emang ada hubungan nya nanti gue beli sepatu biasa dulu abis itu gue beli kaca, sepatu sama kaca kalo digabungin jadi apa coba?" tanya ku.


"Jadi sepatu kaca." jawab mereka polos


"Nah maka dari itu nanti gue beli sepatu biasa dulu sama kaca abis itu kalian pulang dari sini tuh sepatu sama kaca kalian kasih lem dijadiin satu lalu kasih nama brend ternama di surabaya kan selesai!" lanjut ku. Akhirnya mereka sadar karna sudah ku jahili.


"NAFISA S@BLENG!!" teriak Citra dan Fatima. Akhirnya aku berlari keluar dari toko sedangkan mereka masih terlihat kesal karna ku jahili.


"AWAS LU YA FISA!! KESINI LAGI LU GUE GOROK YA!!" lanjut Citra dan aku pun hanya memeletkan lidah ku tanda balas dendam impas.


Hari ini sebelum adzan magrib ku senggang kan sebentar untuk bertemu dengan nya. Rindu rasa nya sudah lama tidak bertemu dengan dia semenjak kejadian tempo hari di rumah sakit. Motor terus melaju menembus jalanan kota surabaya kota yang sangat asri karna banyak ditumbuhi berbagai pepohonan. Akhirnya sampai lah aku di sebuah rumah kecil yang sangat sederhana tapi cukup untuk menampung beberapa anak.


🌼PANTI ASUHAN KASIH BUNDA🌼


Begitulah isi dari spanduk yang berada di teras depan. Baru aku menginjakkan kaki mereka semua sudah berhamburan memeluk ku.


"Assalamu'alaikum sayang-sayang kakak..." kata ku.


"Waalaikumsalam Kakak Fisa..."


"Kakak-kakak...kok Kakak jarang kesini sekarang!" ucap mereka sedih. Aku duduk dan memposisikan badan ku sama dengan tinggi mereka.


"Kakak sibuk sekolah sayang. Kan kakak mau jadi dokter jadi harus selalu masuk dan rajin belajar makanya kakak jarang main kesini lagi." ucap ku dengan penuh kelembutan.


"Oh iya ya, he he he Rara lupa Kak.." jawab gadis kecil ini sambil menepuk keningnya sendiri.


"Kakak tau ngga Cia selalu nanyain kakak dia selalu nangis kangen sama kakak karna kakak lama udah ngga kesini lagi.." kata nya. Yups orang yang ku rindukan selalu dari kemarin hingga sekarang Cia lah orangnya bocah kecil yang masih berumur 5 tahun harus menerima kenyataan pahit bahwa kedua orang tua nya sudah berpulang pada yang maha kuasa akibat kecelakaan beruntun di jakarta. Pabila aku mengingat apa yang di ceritakan ibu panti kepada ku jujur saja hati ku ikut sakit melihat bocah yang masih kecil dan masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tua harus menerima nasib seperti ini.

__ADS_1


⚘FLASBACK ON⚘


Malam itu tepat nya disalah satu rumah sakit surabaya aku bertemu dengan seorang ibu yang tergesa-gesa meminta bantuan seorang dokter.


"Permisi sus bisa tolong panggil kan dokter,anak saya demam nya semakin tinggi sekarang dia kejang-kejang sus!" ucap ibu itu memohon-mohon kepada sang suster untuk segera memanggil kan dokter.


"Maaf sebelumnya bu anak ibu sakit apa?" kata sangat suster.


"Saya juga tidak tahu sus kemarin dia tidak apa-apa pagi nya dia sudah seperti ini sus demam tinggi dan sekarang kejang-kejang." lanjut sang ibu.


"Baiklah ibu harus ke administrasi terlebih dahulu bu..." kata suster.


"Iya sus saya akan urus itu tapi nanti. Saya mohon panggil kan dokter terlebih dahulu anak saya kondisinya semakin memburuk sus!" ucap sang ibu dengan menangis tersedu-sedu. Semula awalnya aku tidak ingin ikut campur tapi hati ku berkata lain jujur saja aku kasihan melihat ibu itu apalagi anak yang digendong nya kondisinya memang sangat mengkhawatirkan.


"Permisi sus saya yang akan mengurus administrasi nya suster tolong panggil kan dokter saja untuk biaya tidak usah khawatir saya yang akan membayarnya semua.." ucap ku ntah keberanian dari mana yang ku dapatkan soal pembayaran administrasi aku tak masalah aku masih mempunyai tabungan di bank walaupun tidak begitu banyak setidaknya adek itu harus segera di ambil tindakan.


"Baiklah kalo begitu ibu ikut saya sekarang.." ucap sang suster. Ibu itu melihat ku dan tersenyum manis serta meneteskan air mata aku tau arti dari senyum dan tatapan itu secara tidak langsung ibu itu mengucapkan kata terimakasih kepada ku. Aku tidak mengharapkan imbalan apapun yang terpenting adek itu bisa selamat aku pun turut senang. Setelah membayar semua biaya kamar dan pengobatan adik itu aku berjalan menebus obat dan menyusul ibu tadi. Bocah manis itu bernama Cia waktu itu Cia masih berumur 2 tahun dia terkena DBD dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Kami berdua menunggu Cia diluar ruangan, aku berdoa semoga gadis manis itu selamat dan cepat sembuh ibu itu menggenggam tangan ku sambil menangis.


"Sebelum nya terimakasih banyak nak, kamu sudah menolong kami kalau saja kamu tidak membantu mungkin Cia sekarang..." kata sang ibu tidak melanjutkan kata itu aku tau arti dari hal itu.


"Sama-sama bu tak apa yang penting dedek nya selamat saya juga ikut senang." ucap ku. Akhirnya dokter pun keluar dan aku segera bertanya bagaimana kondisi anak itu.


"Dok. Bagaimana kondisinya sekarang?!"


"Alhamdulillah nak Cia tidak apa-apa untung saja dia segera dilarikan kerumah sakit dan segera diberikan tindakan kalau terlambat sedikit pun mungkin dia tidak akan tertolong.." ucap sang dokter.


"Alhamdulillah ya Allah..." ucap ku bersyukur setidaknya anak itu sudah tidak apa-apa sekarang.


"Kalau boleh tau dia kenapa dok?" tanya ku.


"Anak Cia terkena serangan DBD yang diakibatkan gigitan dari nyamuk. Itu yang menyebabkan dia demam tinggi dan kejang-kejang tapi alhamdulillah sekarang keadaan cukup membaik dia sedang tidur di dalam, jikalau kalian ingin menjenguk nya nanti saja biar kan dia beristirahat sebentar..." lanjut dokter.

__ADS_1


"Baik dok terimakasih banyak.." ucap ku tersenyum. Lega rasanya dia sudah baik-baik saja.


"Sama-sama kalau begitu saya tinggal dulu permisi."


__ADS_2