Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Chapter 10 Duchess berdansa bersama pangeran


__ADS_3

Sesuai tradisi aristokrat kerajaan Inggris. Ratu Victoria dan Pangeran consort Albert muncul ke hadapan para tamu setelah hampir semua undangan hadir. Sang Ratu dan suaminya masuk ruangan aula dansa kemudian duduk kursi yang khusus disediakan bagi mereka. Sebelum duduk Ratu Victoria menerima penghormatan dari para tamu kemudian sang Ratu memberi sambutan.


\Salam sejahtera kami kepada Yang Mulia Ratu Victoria dan Pangeran consort Albert. Semoga anda sehat dan sejahtera selalu!!!//// Ucap semua tamu undangan.


"Terimakasih atas kehadiran hadirin sekalian. Telah dua puluh lima tahun tahta kerajaan ini saya pimpin dan sekarang akhirnya kita bisa merayakan perayaan Jubilee emas ini. Semoga kerajaan Inggris Raya selalu dilindungi dan diberkati oleh Tuhan." Sambut sang Ratu.


Para tamu mulai bersosialisasi, berkenalan dan menyapa satu sama lain di hadapan Ratu Victoria dan Pangeran Albert yang duduk dengan tenang menyaksikan pesta dansa tersebut.


Duchess Jeanny sengaja berlindung di belakang Earl Peter ketika para tamu lain berkenalan dengan mereka berdua. Terutama para pria muda bangsawan berusaha berkenalan dengan Duchess Jeanny untuk kemudian meminta Jeanny berdansa dengan salah satu dari mereka jika diizinkan.


"Duchess Jeanny, saya Viscount Dunham perkenalkan diri saya."


"Duchess, saya Baron Addington senang berkenalan dengan anda. Perkenankan saya meminta anda untuk berdansa dengan saya?"


"Saya Earl Sussex, izinkan saya memandu Duchess secantik anda berdansa."


Para pria bangsawan mulai berebutan untuk menarik perhatian Duchess Jeanny dan semakin agresif mereka.


"Ummm...sepupu Peter. Kenapa semua tamu ingin berdansa denganku?" Duchess Jeanny malu-malu tersipu.


Earl Peter yang mendampingi Jeanny mulai terdesak. Peter langsung menyatakan bahwa dia yang akan berdansa pertama kali dengan sang Duchess.


"Saudara-saudara. Sepupu saya, Duchess Jeanny, sangat gelisah jika seperti ini. Biarkan dansa pertamanya bersama saya kemudian biarkan dia memilih pasangan berikutnya. Jika anda sekalian menghormatinya!" Peter berkata tegas kepada para pria bangsawan.


Tanpa membuang waktu Peter menarik tangan Jeanny dan mereka berdua maju ke tengah aula. Semua tamu melihat ke arah mereka sementara orkestra mulai memainkan musik klasik mengiringi dansa Peter dan Jeanny.


Earl Peter dan Duchess Jeanny mulai berdansa dengan anggun dan elegan sementara semua mata para tamu memperhatikan mereka berdua. Semua tamu terpesona oleh dansa mereka berdua.


\Wow....sungguh indah dan elegan Earl Peter dan Duchess Jeanny berdansa.////

__ADS_1


\Earl Peter sungguh gagah tadi saat dia dengan tegas melindungi Duchess Jeanny. Ahhh, mungkin dia akan berbuat begitu jika aku jadi kekasihnya.////


\Benar, Earl Peter sangat intelektual dan pengertian terhadap perasaan wanita.////


\Haah...pendamping Duchess Jeanny, Earl Peter, benar-benar sulit ditembus dan tegas melindungi sang Duchess. Kita hanya bisa menunggu.////


Hampir disemua sudut aula dansa para tamu wanita berbisik-bisik memuji sikap tegas Peter. Sementara para tamu pria segan kepada Peter. Penilaian dan  image Peter langsung berubah dimata kalangan aristokrat Inggris dan tamu negara lain malam itu.


Mereka tidak berani lagi mengejek atau merendahkan Peter seperti dahulu. Mereka khawatir jika perbuatan tersebut bisa membuat Duchess Jeanny, sepupu jauh Peter, membenci pelakunya.


Keluarga Earl Falmouth senior yang mendengarkan pembicaraan para tamu lain merasa lega karena putra mereka bisa lepas dari masa lalu yang kelam.


Earl Peter dan Duchess Jeanny berdansa hingga akhir musik. Sebagai pasangan dansa pembuka perayaan Jubilee emas mereka mengakhiri dansa dengan memberi hormat kepada Ratu Victoria. Kemudian Peter dan Jeanny mengundurkan diri untuk memberi kesempatan kepada pasangan dansa lainnya.


Duchess Jeanny langsung mengambil segelas minuman yang tersedia, duduk di sebuah sofa dan tersenyum kepada Earl Peter. Peter dan tamu lainnya melihat senyuman tersebut sebagai senyuman yang paling menawan Jeanny perlihatkan kepada orang lain.


Sementara sepupu wanitanya beristirahat sejenak. Earl Peter melihat kearah para pria bangsawan yang tadi hendak berdansa dengan Duchess Jeanny.


Seorang pria aristokrat maju ke depan dan menyatakan dia adalah pasangan dansa Duchess Jeanny selanjutnya.


"Senang berjumpa dengan anda, Duchess Jeanny. Perkenalkan kembali, saya Pangeran Williem Huis van Oranje-Nassau, utusan dari kerajaan Belanda." Pangeran Williem tersenyum kearah Duchess Jeanny.


Jeanny masih mengenali Pangeran Williem saat kejadian di tea house di Brown Hotel beberapa waktu lalu. Sang Duchess tidak mungkin menolak permintaan dansa dari seorang anggota keluarga kerajaan Eropa lain karena ini bisa mempengaruhi hubungan kedua negara.


Duchess Jeanny memberi isyarat kepada Earl Peter dan mereka berbisik sesuatu.


"Saya akan menerima permintaan berdansanya." Ungkap Jeanny.


"Jangan paksakan dirimu, sepupu Jeanny. Aku mengawasimu." Peter mengkhawatirkan Jeanny.

__ADS_1


Duchess Jeanny menghabiskan minuman ditangannya dan tersenyum mengiyakan bahwa dia menerima ajakan berdansa Pangeran Williem.


Williem sangat senang mengetahui Jeanny menerima permintaan dansanya. Dia menawarkan tangan kanannya dan Jeanny menerimanya dengan sopan. Duchess Jeanny memegang lengan kanan Williem, berjalan disamping sang Pangeran dan menuju tengah aula dansa.


Saat para tamu dan peserta dansa lainnya melihat pangeran Williem dan Duchess Jeanny hendak berdansa, mereka menghentikan pembicaraan atau dansa kemudian memperhatikan pasangan Williem dan Jeanny.


Orkestra kerajaan kali ini memainkan musik dansa pelan atau lambat sehingga Jeanny bisa rileks. Pangeran Williem menggunakan kesempatan ini untuk memegang Duchess Jeanny lebih lama daripada Earl Peter. Williem memegang pinggang Jeanny yang ramping dan mendekatkan wajahnya dengan wajah sang Duchess. Semua pria bangsawan merasa iri melihat mereka.


Pangeran Williem menyadari wajah Duchess Jeanny semakin dilihat semakin kelihatan cantik, menawan dan elegan saat dia berdansa dengannya. Bibir Jeanny yang tipis dihias lipstik merah muda kontras dengan kulitnya seputih susu  benar-benar menggoda untuk dicium. Bola Mata violet sang Duchess menambah keseksiannya saat dia melihat kearah pangeran Williem.


Saat itu, Pangeran Williem merasa dia berada di dunia terpisah hanya berduaan dengan Duchess Jeanny. Jeanny kadang tersenyum ramah ke arah Williem ketika dia menyadari sang Pangeran memperhatikan wajahnya. Mereka berdua berdansa tapi pikiran mereka berada di tempat lain.


Semua tamu memperhatikan dansa Pangeran Williem dan Duchess Jeanny dengan penuh terpesona. Sang Pangeran dan Duchess berdansa dengan anggun dan pelan penuh perhatian satu sama lain hingga akhir dansa. Setelah musik pengiring dansa mereka selesai, Williem mengantar Jeanny kembali pinggir aula dansa.


Saat akan melepaskan tangan Jeanny, Pangeran Williem berbisik kepada Duchess Jeanny.


"Je veux te revoir, ma belle duchesse." (Aku ingin bertemu denganmu kembali Duchess cantikku). Ungkap Pangeran Williem dalam bahasa Perancis kemudian mencium tangan kanan Duchess Jeanny.


Duchess Jeanny kembali duduk di sofa yang tersedia. Sepupunya, Earl Peter, memberikan minuman lagi kepada Jeanny yang menerimanya dengan senang hati.


Semula ada beberapa pria bangsawan yang menawarkan dansa kepada Duchess Jeanny. Tetapi sang Duchess mengisyratkan bahwa dia ingin istirahat lebih lama kali ini.


"Saya akan beristirahat sejenak. Saat saya kembali nanti silahkan jika ada yang mau berdansa dengan saya." Ungkap Duchess Jeanny dengan sopan.


"Earl Peter, anda silahkan berdansa juga. Tampaknya ada beberapa wanita yang ingin berdansa denganmu....Fufufu" Duchess Jeanny menyindir Earl Peter.


Peter semula menolak meninggalkan Jeanny sendirian tapi diyakinkan bahwa sang Duchess tidak kemana-mana.


Saat Earl Peter berdansa dengan tamu wanita lainnya, Jeanny sengaja pergi keluar untuk menghindari perhatian orang lain.

__ADS_1


Duchess Jeanny berjalan sendirian di teras istana sambil minum minuman yang dibawakan sepupunya. Saat Jeanny melihat ke arah taman, seseorang memanggil namanya dengan keras.


"DUCHESS JEANNY!!!" Seorang wanita memanggil nama Jeanny.


__ADS_2