Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Chapter 39 Duchess diundang ke pesta masquerade


__ADS_3

Pada malam pesta masquerade, banyak kereta kuda tiba di kediaman Viscount Randolph Wolfgang. Para peserta pesta mulai berdatangan dan memasuki ruangan pesta.


Countess Angelica dan Duchess Jeanny berada di salah satu kereta kuda yang tiba di tempat tersebut.


Di dalam surat undangan pesta terdapat instruksi yang menyatakan peserta pesta wajib telah mengenakan topeng masquerade mereka saat tiba di tempat pesta kemudian menyerahkan undangan kepada petugas penerima tamu. Setelah di verifikasi barulah peserta pesta diizinkan memasuki ruangan pesta.


Saat mereka berdua turun dari kereta kuda tampak beberapa tamu menyadari identitas Duchess Jeanny atau Countess Angelica walaupun mereka berdua mengenakan topeng masquerade.


"Kami telah memeriksa surat undangan anda berdua. Silahkan kami pandu anda sekalian menuju ruang dansa. Selamat menikmati pesta." Ungkap petugas panitia.


Jeanny dan Angelica memasuki ruangan pesta masquerade di pandu seorang butler. Ruangan dansa Viscount Wolfgang kelihatan lebih glamor dan tidak terlalu formal seperti pesta-pesta aristokrat yang pernah di hadiri Duchess Jeanny sebelumnya.


Makanan, minuman dan musik mengalir atau dialunkan secara terus menerus. Tetapi, ada sesuatu yang berbeda di ruangan pesta masquerade ini.


Ada bau parfum atau dupa wangi yang menyelimuti tipis hampir seluruh ruangan pesta dansa. Para tamu orang Eropa tampak tidak terlalu memperdulikannya, tetapi Jeanny merasa pernah mencium bau harum ini di suatu tempat.


"Angelica....nona Angelica....kami disini." Salah seorang tamu wanita mengenali dan memanggil nama Countess Angelica.


Angelica tampak senang bisa bertemu teman-teman sekolahnya dahulu. Mereka berbincang-bincang seakan sedang reuni. Duchess Jeanny hanya memperhatikan dan mendampingi Angelica tanpa berbicara.


"Perkenalkan beliau Duchess Jeanny, sepupu calon suami saya. Duchess Jeanny perkenalkan teman-teman saya, Lady Eleanor, Lady Sarah, Lady Christina..." Sang Countess memperkenalkan teman-temannya kepada Jeanny.


Sementara Countess Angelica berbincang-bincang dengan teman-temannya. Jeanny di hampiri beberapa pria aristokrat yang mengajaknya dansa.


Ada pria yang bisa ditolak oleh Jeanny, tetapi, ada juga pria yang bersikeras mengajak Duchess Jeanny berdansa. Jeanny dengan berat hati melayani tawaran dansa pria-pria tersebut sewajarnya.


Setelah berdansa beberapa kali, sang Duchess merasa malam mulai larut dan memberitahukan waktu kepada Countess Angelica.


"Ara....ara....ara....Duchess. Anda tidak perlu khawatir seperti itu. Kami masih ingin berbicara dengan Countess Angelica." Sanggah Lady Eleanor.


Jeanny dengan berat hati kembali menunggu Countess Angelica mengobrol dengan teman-temannya.


#######


Di rumah kediaman Duke Marlborough, Lord Wallace dan Earl Peter kebetulan sedang menerima tamu, Letnan Jendral Thomas Brown, yang pernah dibimbing Duchess Jeanny saat pelatihan militer di fort Hereford.

__ADS_1


Sang Jendral ingin melaporkan kesiapan kesatuannya untuk penugasan ke Kanada kepada Duchess Jeanny. Tetapi, beliau agak kecewa mengetahui sang Duchess sedang pergi menemani Countess Angelica.


Saat malam semakin larut, Jendral Brown bersiap hendak pamit kepada Lord Wallace dan Earl Peter.


\Tock...tock...tock////


"Permisi Ayah, ada sesuatu yang ingin saya laporkan kepada ayah atau abang Peter." Lady Diana dititipkan pesan oleh Duchess Jeanny sebelum pergi bersama Countess Angelica.


Isi pesan tersebut menyebutkan nama dan lokasi pesta masquerade dimana Jeanny berpesan jika dia dan Angelica belum pulang sebelum tengah malam maka Lady Diana sebaiknya segera melaporkan hal ini kepada Lord Wallace atau Earl Peter.


"Ini sudah terlampau malam untuk mereka berdua. Undangan pesta tersebut juga mencurigakan menurut pesan sepupu Jeanny." Peter merasa khawatir terhadap keselamatan tunangan dan sepupu wanitanya.


"Engkau benar, Peter. Saya akan mengirim seseorang ke pos polisi terdekat untuk melaporkan hal ini." Tambah Lord Wallace.


"Tidak perlu khawatir, Duke Marlborough dan Earl Falmouth. Ijinkan kesatuan saya membantu anda dalam masalah ini." Jendral Brown menawarkan bantuan.


"Duchess Jeanny adalah bagian penting dalam pembentukan kesatuan angkatan darat Inggris ini. Para tentara tentu saja akan senang dan sukarela membela wanita panutan mereka." Ungkap Jendral Brown simpati.


Lord Wallace langsung mewakilkan Earl Peter untuk menemani Jendral Brown berkuda menuju kesatuan tentara terdekat meminta bala bantuan untuk menyelamatkan Jeanny dan Angelica.


########


"Engkau tidak apa-apa, Angelica?" Tanya Lady Eleanor.


"Saya hanya merasa mengantuk....." Jawab Angelica.


"Kalau begitu mari saya antarkan engkau ke ruang istirahat tamu. Duchess Jeanny silahkan menikmati pesta masquerade. Ijinkan saya menemani Countess Angelica." Ungkap Lady Eleanor.


Jeanny berusaha menemani Angelica tetapi ditolak oleh teman-teman Angelica. Sang Duchess hanya bisa menunggu dan duduk di sofa di pinggir ruang dansa.


########


Di sebuah barak militer pinggir kota Nottingham. Para tentara penjaga malam dikejutkan oleh kedatangan seorang Jendral angkatan darat kerajaan Inggris.


"SIAPA PERWIRA YANG MASIH BERTUGAS MALAM INI!!!!" Teriak Jendral Brown.

__ADS_1


"Kapten Wallace dari 127th Dragoon Cavalry, Jendral!" Jawab tentara penjaga.


Lima menit kemudian terjadi kesibukan luar biasa di barak tersebut.


"Saya ingin semua anggota kesatuan Cavalry siap berangkat dalam waktu sepuluh menit lagi. Periksa dan isi senapan dan pistol kalian semua dengan peluru aktif. INI BUKAN LATIHAN!!!" Perintah Kapten Wallace.


"Cavalry berkuda pelopor berangkat lebih dahulu. Kompi lain langsung menyusul...." Perintah Jendral Brown.


\SIAP TUGAS DILAKSANAKAN!!!////


"BERANGKAT!!!" Pimpin Jendral Brown dan Earl Peter.


########


Beberapa waktu kemudian Lady Eleanor kembali menemui Duchess Jeanny.


"Duchess Jeanny...apa anda mengenali saya?" Lady Eleanor bertanya kepada Jeanny.


"Ya...." Jawab Jeanny polos.


"Mari silahkan ikuti saya." Ajak Lady Eleanor.


Mereka berdua berjalan meninggalkan ruang pesta masquerade dan menuju sebuah ruangan di lantai dua rumah kediaman Viscount Wolfgang.


Saat Lady Eleanor membuka pintu dan mempersilahkan masuk Duchess Jeanny terlihat Countess Angelica sedang tertidur di sebuah tempat tidur besar dan mewah.


Ada tiga pria bertopeng masquerade menunggu di ruangan tersebut dan menyambut kedatangan Lady Eleanor dan Duchess Jeanny.


"Sesuai janji saya. Saya membawa Duchess Jeanny. Beliau tampaknya sudah terpengaruh." Ungkap Lady Eleanor.


"Kerja bagus...Lady Eleanor ini imbalan untuk anda." Salah seorang pria memberikan sebungkus opium kepada Eleanor.


Lady Eleanor menerima bungkusan tersebut kemudian bergegas meninggalkan ruangan tersebut. Pria tersebut kemudian mengunci pintu utama ruangan tersebut.


"Wow....malam ini kita dapat wanita paling cantik yang pernah saya lihat. Anda hebat Viscount Wolfgang." Pria lainnya memuji sang Viscount.

__ADS_1


"Nah....Duchess Jeanny....mari kita berpesta....hehehehe." Viscount Wolfgang menghampiri Jeanny dan memegang kedua bahu sang Duchess untuk mulai melepaskan gaun yang dikenakan Jeanny.


__ADS_2