Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Chapter 22 Duchess berkunjung ke barak militer


__ADS_3


Beberapa waktu setelah pembentukan dan pengesahan Ontario Dukedoom oleh Ratu Victoria. Dibentuk kesatuan tentara baru bernama The Queen's Own Rifles of Canada (QOR) yang bertugas melindungi dan menjaga ketertiban di wilayah Kanada. Kesatuan ini terpisah dari angkatan darat kerajaan Inggris dan dibawah komando langsung Gubernur Jendral Kanada. Kesatuan ini tidak bertanggungjawab kepada sang Ratu.


Dengan alasan pelantikan dan pengesahan kesatuan tentara baru ini sang Ratu memanggil Duchess Jeanny ke istana Buckingham. Ratu Victoria selain ingin berjumpa dengan cucu perempuannya juga ingin Duchess Jeanny (putri Anastasia) memimpin upacara pelantikan dan pengesahan pasukan tentara yang akan bertugas di wilayah Ontario Dukedoom.


"Baiklah Anastasia sayangku, saya memberi tugas kepadamu untuk meninjau dan melantik pasukan baru yang akan ditugaskan di Kanada...hmmm...hmmm." Ungkap Ratu Victoria.


"Saya mengerti dan mematuhi perintah nenek. Tapi, sampai berapa lama nenek dan kakek mengelus-elus wajah dan tangan saya seperti ini?" Duchess Jeanny berusaha menahan diri tidak tertawa.


Ratu Victoria sedang mengusap-usap sebelah kanan wajah Duchess Jeanny dengan lembut sementara pangeran consort Albert mengelus tangan kiri Jeanny.


Mereka bertiga sedang duduk di sofa dengan Jeanny diapit sebelah kanan oleh Ratu Victoria dan sebelah kiri oleh pangeran Albert. Hal ini menjadi rutinitas mingguan Ratu dan Raja kerajaan Inggris yang tidak diketahui publik.


\Tock....tock....tock.////


Dari pintu ruang kerja sang Ratu terdengar suara ketukan kemudian suara head butler istana terdengar.


\Yang Mulia Pangeran Albert, mohon maaf mengganggu waktu anda. Tetapi, anda sebentar lagi dijadwalkan berangkat ke Kementerian Industri untuk rapat dengan Menteri Ekonomi dan Perindustrian.////


"Ouch....kenapa sekarang? Kukira masih dua jam lagi. Pertemuannya jam 11.00 AM." Bantah pangeran Albert.


\Saat ini jam menunjukkan waktu 10.30 AM. Yang Mulia Pangeran.//// Jawab head butler.


"Fufufu....Albert dear. Tampaknya engkau memang harus berangkat. Biarkanlah saya yang menemani Anastasia mewakilimu...ohohoho." Tawa Ratu Victoria.


Pangeran consort Albert hanya diam memandang iri ke arah istrinya, Ratu Victoria, kemudian berdiri dan berjalan dengan lesu keluar ruangan melaksanakan tugasnya.


.......


Sekarang hanya tinggal Ratu Victoria dan Duchess Jeanny (putri Anastasia) yang berada di ruang kerja tersebut. Sang Ratu sangat senang bisa memonopoli cucu perempuan kesayangannya tanpa segan kepada suaminya.


"Sekarang, mari kita lanjutkan minum teh bersama. Nenek dengar engkau suka wild fruit tea. Kebetulan nenek juga sedang menyajikan teh tersebut saat ini." Ungkap Ratu Victoria berseri-seri.


"Hihihi....nenek tahu saja teh kesukaan saya." Jawab Duchess Jeanny malu-malu.


Baru setengah jam berlalu sang Ratu dan Jeanny minum teh dan mengobrol ringan. Kembali seseorang mengetuk pintu ruang kerja Ratu Victoria.


\Tok....tok....tok....tok.////


"Sekarang ada apa lagi. HEAD BUTLER, SAYA MENDENGARKAN!" Sang Ratu bernada agak marah.


\Mohon maaf Yang Mulia Ratu. Tetapi saat ini telah tiba rombongan duta besar Perancis. Kami mengharapkan kehadiran Yang Mulia Ratu di ruang resepsi kenegaraan.////


Ratu Victoria berusaha menahan diri untuk tidak marah. Setiap kali dia ingin bersama cucu perempuannya selalu saja ada gangguan. Duchess Jeanny menyadari apa yang ada di pikiran sang Ratu, langsung memeluk hangat dan lembut neneknya penuh perhatian.

__ADS_1


"Nenek...nenek bersabarlah, head butler dan chamberlain istana pasti telah berusaha sebaik mungkin mengulur waktu untuk saya dan nenek bisa bersama seperti ini. Saya akan datang kembali ke istana beberapa hari lagi." Bujuk Duchess Jeanny.


Sang Ratu memandang kearah Jeanny dengan sedih kemudian dia menghela napas panjang dan mengakui sebagai seorang kepala negara Ratu Victoria tidak mungkin meninggalkan fungsi dan tugasnya.


"Baik....baiklah nenek mengerti perasaanmu. Nenek akan menunggu laporan engkau tentang kunjungan ke barak militer minggu depan. BERJANJILAH." Tegas Ratu Victoria.


"Iya...iya nenek. Saya janji." Jawab sang Duchess menahan diri untuk tidak tertawa.


##########


 


Keesokan harinya, Duchess Jeanny mengunjungi fort Hereford yang merupakan salah satu pusat pelatihan dan barak angkatan darat kerajaan Inggris. Pada era Victoria, jarang wanita aristokrat bersedia mengunjungi fasilitas tentara karena militer adalah profesi pria.


Tetapi, sang Duchess pergi ke fort Hereford karena Jeanny adalah wakil Ratu Victoria dan penguasa tertinggi di Ontario Dukedoom sehingga secara tidak langsung Duchess Jeanny merupakan representatif kerajaan Inggris. Selain itu, Duke John pernah bertugas di militer Inggris sewaktu perang semenanjung Crimea, Rusia, sehingga kunjungan ini seperti nostalgia bagi Jeanny.


Duchess Jeanny disambut langsung oleh Jendral Thomas Brown dan sejumlah perwira kerajaan Inggris lainnya. Satu kompi tentara dari The Queen's Own Rifles of Canada juga memberi hormat senjata kepada sang Duchess.


\Hari ini Duchess Jeanny Ontario sebagai perwakilan Ratu Victoria telah hadir bersama kita. Mari kita dengarkan sambutan beliau.////


"Terimakasih Jendral. Betapa bangga saya bisa bersama kalian semua....." Jeanny memulai pidatonya.


Setelah berpidato selama 15 menit Duchess Jeanny mengakhiri sambutannya. Kemudian sang Duchess ditemani Jendral Brown memeriksa pasukan kehormatan.


Setelah memeriksa pasukan kehormatan Jeanny berkesempatan berbincang dengan para prajurit kesatuan tersebut.


"Kanada lebih luas daripada Inggris. Hutannya lebih lebat. Banyak gunung dan sungai....." Jeanny berusaha mendeskripsikan Kanada berdasarkan informasi yang dia baca di buku.


\Duchess, apa gadis-gadis Kanada cantik seperti anda?////


\Hahahaha......lucu sekali, Carl.////


"Itu semua tergantung kalian. Jika kalian bisa ramah, beradaptasi dan menghormati gadis-gadis disana pasti kalian bisa menarik perhatian mereka." Jawab Duchess Jeanny.


\Hooh, begitu....kalau begitu kita punya kesempatan.////


\Yang Mulia Duchess, apa yang anda lakukan saat waktu luang di Kanada?////


"Kami biasanya berburu beruang atau serigala. Jika bosan saya juga memancing ikan di sungai."


\Haaah...beruang! Apa hewan liar berkeliaran?////


"Beruang jarang berani masuk desa atau kota di Kanada. Tetapi, serigala sering mencuri ternak penduduk."


\Hooh begitu. Berarti kami juga akan ditugaskan menembak serigala dan beruang.////

__ADS_1


\Hahahaha....tembakan kau juga paling meleset saat berburu serigala nanti. Carl.////


\Diam kau, Jim. Tembakanku masih lebih baik dari tembakan payahmu.////


\HAHAHAHA.////


Mendengar canda para tentara tersebut membuat Duchess Jeanny ingin tahu kemampuan menembak mereka.


"Ummm....jendral. Apakah saya bisa melihat praktek latihan menembak kesatuan ini?" Tanya sang Duchess.


"Tentu saja, Duchess. Hei, kalian persiapkan latihan tembak kalian."


\SIAP PAK!!////


#######


Beberapa waktu kemudian para tentara tersebut mempraktekkan latihan menembak mereka dihadapan Duchess Jeanny.


\DOR....DOR....DOR....DOR////


Jendral Brown dan para perwira heran melihat Jeanny menutup kedua matanya bukan telinganya. Sang Duchess kelihatan kecewa terhadap kemampuan para tentara tersebut.


"Anda baik-baik saja, Yang Mulia Duchess?" Tanya seorang perwira menengah.


"Tidak...kapten. Kemampuan menembak mereka seperti perempuan, bahkan lebih buruk." Ungkap Duchess Jeanny.


\EEEEHHH!!!////


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2