Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Chapter 34 Duchess bertemu pasangan eccentric


__ADS_3


Seminggu setelah penutupan Grand Exhibition di kota London. Duchess Jeanny mengunjungi istana Buckingham seperti biasa. Tetapi saat sang Duchess turun dari kereta kuda dia melihat butler yang menyambutnya berbeda dari head butler yang biasa memandu untuk bertemu Ratu Victoria.


"Yang Mulia Duchess Jeanny. Head butler saat ini sedang berhalangan. Ijinkan saya memandu anda menemui Yang Mulia Ratu Victoria." Butler tersebut menyatakan tugasnya.


"Terimakasih. Saya akan mengikuti anda." Jawab Jeanny polos.


Duchess Jeanny mengikuti butler tersebut melalui koridor dan ruangan istana Buckingham. Tetapi, dia merasa aneh saat mengikuti butler tersebut karena mereka berjalan melalui koridor istana berbeda dari rute biasanya. Jeanny dan butler tersebut sampai di suatu ruangan kemudian sang Duchess dipersilahkan menunggu di ruangan tersebut.


Saat butler tersebut selesai menutup pintu tiba-tiba seorang pria dan seorang wanita langsung menangkap lengan kiri dan kanan Jeanny kemudian menyeret dia menuju keluar ruangan. Di luar tampak sebuah kereta kuda siap berangkat.


"Hei...hei...hei...saya mau dibawa kemana...tunggu....dengarkan saya." Jeanny berusaha melawan tapi tidak berdaya.


Sang Duchess dibawa dan dipaksa masuk ke kereta kuda. Kemudian pasangan suami istri tersebut ikut duduk bersebelahan menahan Jeanny.


"COACHMAN (kusir kuda)....bawa kita ke Paddington pub sekarang juga." Sang pria langsung menyebutkan tujuan kereta kuda tersebut.


#########


Sementara itu, Ratu Victoria dan pangeran consort Albert menunggu kehadiran Duchess Jeanny dengan sabar. Saat Jeanny belum datang walau sudah lewat dari waktu yang ditentukan, sang Ratu merasa curiga.


"Head butler. Engkau yakin Duchess Jeanny sudah tiba di istana ini?" Tanya Ratu Victoria.


"Benar Yang Mulia Ratu. Saya telah melihat kereta kuda milik Duke Marlborough di halaman istana." Jawab sang head butler.


"Dimana sang Duchess sekarang....hmmmm....tunggu dulu...apa ada pemberitahuan Prince of Wales telah tiba?" Tanya sang Ratu curiga.


"Benar Yang Mulia Ratu. Mereka baru tiba pagi tadi." Head butler membenarkan dugaan sang Ratu.


"EDWARD!!!!!" Ratu Victoria berteriak marah dan kesal menyadari pelaku yang membawa pergi Duchess Jeanny.


###########


Sementara itu Duchess Jeanny melihat di pasangan suami istri di hadapannya.


"Hahahaha.....ibu pasti saat ini sedang berteriak marah dan kesal karena mainan barunya kita bawa pergi....hahahaha!!!" Sang pria tertawa.

__ADS_1


"Ohohoho....engkau jangan begitu Edward dear. Beliau adalah ibu kandungmu.....fufufufu." Sang wanita tampak ikut senang melihat suaminya gembira.


Duchess Jeanny yang menyadari identitas pasangan suami istri langsung memberi hormat paling sopan kepada mereka.


"Hormat saya kepada Yang Mulia Pangeran mahkota Edward dan Yang Mulia Putri mahkota Alexandra. Semoga anda berdua sehat dan sejahtera!" Hormat Duchess Jeanny.


"Fufufu....Duchess Jeanny. Engkau mengenali kami berdua. Maafkan perbuatan suami saya tadi. Kami akan jelaskan ke Yang Mulia Ratu alasan anda ikut kami." Putri Alexandra menyakinkan Jeanny.


"Ohoho....saya dengar anda berasal dari Ontario, Kanada. Mari ikut minum bir bersama kami." Usul Pangeran Edward kepada istrinya dan Duchess Jeanny.


Kereta kuda mereka tiba di sebuah pub di pinggir kota London. Mereka bertiga turun dan masuk ke dalam pub.


"Hei...hei...apa kabar semuanya!!" Sambut pangeran Edward.


\Hai...apa kabar tuan Brown...oho...anda membawa wanita lain selain istri anda...apa dia istri kedua (mistress) baru anda....hahahaha!////


"Diam kau Craig!! Dia keponakan saya, Isabella, baru tiba di London hari ini." Sanggah sang Pangeran.


"Bartender beri kami tiga mug bir besar. Jangan lupa snack juga!" Perintah pangeran Edward.


Pangeran Edward, putri Alexandra dan Duchess Jeanny duduk disalah satu meja di sudut pub tersebut sambil memperhatikan pengunjung pub yang datang atau pulang.


"Yang Mulia Ratu mengenal saya sejak berita di koran London tentang kejadian saat saya menemani keluarga Duke Malborough meninjau wilayah mereka." Jawab sang Duchess jujur.


"Ara...ara...saya ingat berita itu. Duchess Jeanny dipaksa untuk memadu cinta dengan sekelompok bangsawan muda...awww...sungguh menakutkan bagi wanita secantik anda." Tambah putri Alexandra.


"Oho....jadi begitu. Sulit juga ya jadi wanita cantik....hahaha....saya jadi mengerti perasaan ibu saya yang ingin melindungi anda." Ungkap sang pangeran.


"Haah....melihat anda, saya jadi teringat kakak perempuan saya yang telah meninggal di Prussia, jerman. Uhhh....maafkan saya." Pangeran Edward tampak sedih teringat mendiang kakak perempuannya.


"Edward honey. Sudahlah semua sudah berlalu. Saya bersamamu walau saya tidak akan pernah menggantikan beliau." Jawab putri Alexandra merebahkan dirinya ke suaminya mesra.


"Engkau benar....Alexandra sweety. Ahhh...lihat pesanan kita tiba!" Sang Pangeran antusias melihat pelayan membawa tiga mug bir hitam dan cemilan.


"Nah....ayo kita minum sepuasnya. Hahaha....."


Duchess Jeanny dan putri mahkota Alexandra kemudian memperhatikan pangeran mahkota Edward berbicara dengan pengunjung pub lainnya. Sang Pangeran kelihatan tipe pemimpin yang merakyat dan mudah bersosialisasi.

__ADS_1


"Nah....sekarang mari kita bertanding siapa yang paling banyak minum bir. Engkau berani Isabella?" Tantang sang Pangeran.


"Fufufu...saya terima tantangan anda tuan Brown." Jawab Jeanny.


Duchess Jeanny dan pangeran Edward bersaing menghabiskan bir yang disediakan pub. Mereka bertanding hingga mug ke-5 Jeanny langsung ambruk mabuk.


"Hahaha....engkau perlu lebih 10 tahun hingga bisa menang dari saya....hahaha...Ugh." Sang Pangeran pun jatuh mabuk.


"Ara....ara....ara....mereka berdua seperti anak kecil saja....haaahhh." Putri Alexandra mengeluh melihat sang Pangeran dan Duchess Jeanny mabuk.


#######


Saat Jeanny bangun dia sudah kembali di istana Buckingham. Putri mahkota Alexandra membawa kembali suami dan sang Duchess ke istana.


"Edward, engkau jangan terlihat didepan umun membawa Jeanny karena dia adalah keponakanmu, Anastasia!!" Ratu Victoria memarahi anak sulungnya.


\EEEHHH!!!!////


"Oh my....saya sudah merasa curiga kenapa Edward begitu antusias ingin bertemu Jeanny. Tidak disangka dia adalah putri Anastasia....fufufu." Ungkap putri mahkota Alexandra.


"Huaaahhh....Anastasia....keponakanku....sayangku....aku sudah lama ingin bertemu engkau..." Pangeran Edward memeluk erat Duchess Jeanny.


"Hughhhh.....ughh....Yang Mulia Pangeran.....terimakasih atas perhatian anda.....saya sesak....huugghh" Jeanny sesak napas karena dipeluk.


"No...no...jangan panggil Yang Mulia Pangeran....panggil saya PAMAN EDWARD SAYANGKU (MY LOVELY UNCLE EDWARD)...." Ungkap sang Pangeran sambil memberi setangkai mawar kepada Jeanny.


\EDWARD!!!////


Ratu Victoria dan pangeran Albert berteriak kepada Pangeran Edward.


"Ara....ara....ara....Edward honey. Engkau kelihatannya akan akrab dengan keponakanmu ini." Putri Alexandra tersenyum.


"......"


Jeanny hanya diam saja sambil menyaksikan keluarga kerajaan seperti ini didepannya.


Bertambah lagi orang-orang yang memperhatikan keberadaan Jeanny.

__ADS_1


 


 


__ADS_2