
Sore harinya Duchess Jeanny menerima sebuah surat dari Pangeran Williem.
"Dear Duchess Jeanny,
Saya punya informasi terkait sepupu anda, Duke John. Bolehkah saya mendiskusikannya dengan anda.
Saya mengharapkan jawaban anda.
Hormat saya,
Pangeran Williem Huis van Oranje-Nassau."
Setelah membaca surat tersebut Jeany langsung menulis surat balasan kepada Pangeran Williem bahwa dia bersedia bertemu dengan sang Pangeran.
Dua hari kemudian Duchess Jeanny menerima surat undangan makan malam di restoran ternama 'Roules' di ibukota London.
Sore berikutnya, sang Duchess minta kusir kereta kudanya menurunkan dia di depan jembatan London (London Bridge) tanpa ditemani siapapun.
Setelah kereta kuda keluarga Duke Marlborough meninggalkan sang Duchess. Jeanny memanggil kereta kuda taxi kemudian menaiki kereta tersebut menuju restoran Roules tersebut.
Saat Duchess Jeanny tiba di restoran dia langsung menunjukkan surat undangan tersebut.
Pelayan yang menerima sang Duchess langsung memberi hormat sangat sopan dan mempersilahkan Jeanny mengikutinya.
Duchess Jeanny diantar ke ruang makan di lantai dua. Ruangan paling indah dan mahal menghadap pemandangan sungai Thames indah pada saat malam hari.
Di depan suatu meja makan di teras tampak Pangeran Williem menunggu Jeanny dengan gagah dan senang.
"Selamat malam Duchess cantikku. Saya senang engkau menerima undangan makan malam bersama saya malam ini." Sambut sang Pangeran.
"Terimakasih atas undangan anda Yang Mulia Pangeran Williem." Jawab Jeanny sambil memberi hormat etiket aristokrat paling anggun kepada Williem.
"......"
Pangeran Williem tertegun melihat betapa sopan dan anggun Duchess Jeanny saat memberi salam kepada dia. Ini semakin menunjukkan betapa sempurnanya sang Duchess di hati Pangeran Williem.
"Ijinkan saya membantu anda duduk Duchess cantikku." Williem mempersilahkan Jeanny duduk.
__ADS_1
"Terimakasih Pangeranku." Jawab Duchess Jeanny.
Williem sangat senang saat Jeanny menyebut 'pangeranku' kepada dirinya. Dia menjadi semakin yakin Jeanny mau menuruti permintaannya.
Duchess Jeanny dan Pangeran Williem mulai berbincang-bincang sementara pelayan restoran mulai menghidangkan appetizer kemudian sup sebelum membawakan hidangan utama (main course). Jeanny tetap mendengarkan semua obrolan Williem dengan tenang dan sering tersenyum senang saat sang Pangeran memberitahukan pengalaman mereka berdua saat pacuan kuda Derby atau saat bertemu pertama kali di tea house Brown Hotel.
"Duchess cantikku sebenarnya saya mendengar hal aneh tentang sepupu anda, Duke John." Ungkap Pangeran Williem.
Sang Duchess sempat tegang tapi kembali tenang karena mengetahui pembicaraan mereka akan serius mulai sekarang.
"Fufufu....hal aneh apa yang anda maksudkan pangeranku?" Tanya Jeanny.
"Keberangkatan Duke John pergi ke Kanada kebetulan hanya seminggu sebelum pertama kali anda hadir pertama kali di publik di departemen store Fenwick. Seharusnya dia bertemu anda dahulu sebelum pergi. Anda mungkin mengetahui sesuatu." Sang Pangeran mengungkapkan kecurigaannya.
"Ohohoho....itu hanya kebetulan pangeranku. Saya hanya berselisih waktu tiba di negara Inggris ketika sepupu John pergi ke Kanada. Keberangkatan saya mendadak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya." Jawab Duchess Jeanny.
"Hmmmm....tapi Duchess cantikku. Saya juga mendengar kabar bahwa tidak ada pria bernama John mirip saudara anda di Quebec atau Ontario. Ini seakan-akan John Marlborough tidak pernah datang atau ada di Kanada." Williem mencoba mendesak Jeanny.
"Mungkin sepupu saya, John Marlborough, memakai nama alias selama bertugas di Kanada. Dia pasti tidak ingin diketahui rekan-rekan tentaranya bahwa dia anak laki-laki dari Duke Marlborough." Jawab sang Duchess beralasan.
"Hmmmm....mungkin anda benar Duchess cantikku." Pangeran Williem puas mendengar jawaban Jeanny.
Saat Duchess Jeanny menikmati hidangan dessert terlihat Pangeran Williem dengan penuh hasrat memperhatikan sang Duchess.
"Yang Mulia Pangeran. Kenapa anda memandang saya seperti ini?" Tanya Jeanny malu-malu diperhatikan Williem.
"Ijinkan saya Duchess cantikku...." Pangeran Williem berdiri dan berjalan membelakangi sang Duchess.
Jeanny tidak bisa melihat apa yang akan dilakukan Williem dibelakangnya. Tiba-tiba tangan Pangeran Williem menyentuh dan mengelus bahu dan leher Duchess Jeanny yang putih lembut. Jeanny merasa merinding saat Williem mengelusnya tapi dia berusaha bertahan dan bersikap tidak keberatan.
Kemudian tanpa diduga Pangeran Williem mengalungkan sebuah perhiasan permata di leher Duchess Jeanny . Sebuah kalung permata merah menghiasi leher dan dada sang Duchess. Sang Pangeran merasa senang melihat hadiahnya sangat cocok dipakai oleh wanita secantik Duchess Jeanny. Williem kemudian mencium tangan kanan Jeanny sebagai ucapan terimakasih karena sang Duchess tidak keberatan menerima hadiah darinya.
Williem setelah makan malam dan mengalungkan perhiasan tersebut mengajak Duchess Jeanny mencari kereta kuda taxi di Brown Hotel.
"Mari saya temani anda, Duchess cantikku, sampai anda mendapatkan kendaraan untuk pulang. Seingat saya masih ada kereta kuda taxi di depan hotel tempat saya menginap." Williem menawarkan diri mengantar Jeanny.
"My...my...terimakasih pangeranku. Saya senang anda mau menemani saya." Duchess Jeanny tersenyum.
Pangeran Williem dan Duchess Jeanny meninggalkan restoran Roules sambil bergandengan layaknya sepasang kekasih. Sepanjang jalan menuju Brown Hotel, Jeanny memeluk lengan Williem dengan penuh kehangatan. Semua orang melirik mereka berdua sepanjang jalan.
Jeanny tetap memeluk lengan Williem saat mereka berdua menunggu kereta kuda taxi yang akan mengantar pulang sang Duchess. Kemudian kereta kuda taxi Duchess Jeanny siap dinaiki.
__ADS_1
"Terimakasih Yang Mulia Pangeran atas undangan makan malam. Saya senang sekali." Ungkap Duchess Jeanny.
Saat Jeanny hendak naik ke dalam kereta kuda tiba-tiba Pangeran Williem menahan tangan kiri sang Duchess.
"Mau....maukah anda menemani saya minum di ruangan saya walau sebentar Duchess cantikku?" Tanya Williem.
"Maafkan saya, Yang Mulia Pangeran, tetapi saya harus pulang sekarang." Jeanny dengan tegas menolak ajakan Pangeran Williem.
"Saya mohon temani saya sebentar lagi Duchess cantikku....kumohon." Sang Pangeran bersikeras mengajak Duchess Jeanny.
"Tetapi saya harus pulang sekarang, pangeranku." Jawab sang Duchess.
"Saya mohon....saya berjanji tidak akan berbuat macam-macam Duchess cantikku." Williem mencoba sekali lagi menahan Jeanny.
"Ummm....Yang Mulia Pangeran. Jika anda tetap menahan saya seperti ini orang lain akan mengira anda sedang melakukan sexual harassment kepada saya." Duchess Jeanny memperingatkan Pangeran Williem karena orang-orang di pintu lobby hotel mulai memperhatikan mereka berdua.
Williem begitu mendengar pernyataan tegas Duchess Jeanny langsung melepaskan tangan kiri sang Duchess.
Jeanny kemudian memberi salam kepada Pangeran Williem dan bergegas naik ke kereta kuda yang telah menunggunya.
Pangeran Williem memandangi kereta kuda Duchess Jeanny hingga kereta tersebut hilang diantara lalu lintas malam hari kota London.
########
Saat Pangeran Williem kembali ke kamar tidurnya di Royal Suit Brown Hotel. Dia melihat kearah meja dan sofa tempat dia biasa minum wine. Saat ini seharusnya Duchess Jeanny dan Pangeran Williem sedang bermesraan sambil minum wine. Kemudian, sang Pangeran melihat kearah tempat tidur. Dia membayangkan Jeanny mendesah di tempat tidur tersebut dalam pelukannya.
"Baiklah Duchess cantikku. Jika engkau ingin bermain kasar denganku. Aku juga bisa....hehehehe....hahahaha." Pangeran Williem bertekad untuk mendapatkan Duchess Jeanny setelah sang Duchess menolaknya.
Baru kali ini Williem ditolak oleh seorang wanita cantik aristokrat dan penolakan itu menjadi obsesinya untuk menjadikan Jeanny miliknya.
#######
Sementara itu, Duchess Jeanny merenung perbuatannya kepada Pangeran Williem.
"Silly....silly....jika aku tidak menolak ajakan Williem tadi maka reputasi pangeranku akan rusak karena orang mengira dia sedang memaksaku....haaah." Jeanny mengeluh.
Sang Duchess sebenarnya ingin melindungi reputasi Williem tetapi sang Pangeran mengira Duchess Jeanny menolak cintanya. Jeanny belum menyadari jika Williem akan mempergunakan cara-cara jahat demi mendapatkan dirinya.
__ADS_1