Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Chapter 24 Duchess dan acara memancing di sungai


__ADS_3

Beberapa waktu kemudian, musim semi kembali datang ke benua Eropa, terutama negara Inggris. Musim semi selalu identik dengan dimulai meningkatnya hobi atau rekreasi memancing di berbagai kalangan masyarakat Inggris.


Salah satu pemancing handal dan antusias adalah pangeran consort Albert, suami Ratu Victoria, yang juga kakek Duchess Jeanny (Anastasia). Dia bersabar hingga musim semi tiba supaya bisa memperkenalkan atau menunjukkan hobi memancingnya dan mengajak cucu perempuannya ikut memancing bersama.


Tetapi, pangeran Albert menyadari bahwa hobi memancing ini bisa mengundang kemarahan istrinya, Ratu Victoria, yang menganggap hobi memancing akan menyebabkan semua tugas dan kewajiban sang Pangeran terbengkalai.


Suatu ketika, saat Duchess Jeanny sedang berjalan-jalan sore bersama Lady Diana dan nyonya Constanza di daerah Winnipeg, tanah milik Duke Marlborough. Sebuah kereta kuda berpapasan dan berhenti di samping mereka bertiga.


"Duchess Jeanny, senang bertemu anda kembali. Nyonya Constanza Marlborough dan putrinya juga kelihatan baik-baik saja." Sambut pangeran Albert.


\Hormat kami kepada Yang Mulia Pangeran Consort Albert, semoga anda dan Ratu Victoria selalu sehat dan makmur.////


Duchess Jeanny, nyonya Constanza dan Lady Diana memberi salam hormat kepada pangeran consort Albert.


"Terimakasih atas sambutan hangat kalian." Pangeran albert tersenyum.


"Yang Mulia Pangeran Albert. Apa yang kami bisa bantu untuk pangeran sampai anda tiba di tempat seperti ini?" Tanya nyonya Constanza.


"Hmmmm....sebenarnya daerah ini adalah salah satu tempat favorit saya memancing ikan. Saya berencana akan memancing di sungai itu." Pangeran Albert menunjukkan ke sebuah sungai kecil di samping jalan.


"Wow....Yang Mulia Pangeran sangat gemar memancing ikan. Semoga anda mendapatkan ikan yang banyak nanti." Ucap Duchess Jeanny.


"Hahaha...terimakasih perhatian. Hmmm....Duchess Jeanny bagaimana jika anda ikut memancing bersama saya?" Tanya pangeran Albert.


"Ehhh...tapi saya tidak bawa alat memancing saat ini." Sanggah Jeanny.


"Oho....jangan khawatir. Saya bawa beberapa set peralatan memancing. Anda bisa memakainya, Duchess Jeanny. Anda juga ikut nyonya Constanza dan putri anda." Ungkap pangeran Albert.


\EEEHHHHH!!!////


Seketika itu juga, acara jalan-jalan sore Duchess Jeanny, nyonya Constanza dan Lady Diana berubah jadi piknik memancing di pinggir sungai bersama pangeran consort Albert.


Mereka berempat memancing dengan gembira dan senang. Terutama pangeran Albert, yang akhirnya bisa memancing bersama cucu perempuannya, putri Anastasia (Jeanny).


!!!!!////


"Uwwaaa....saya dapat ikan. Ikannya melawan. Bagaimana sekarang Yang Mulia Pangeran?" Tanya Jeanny.

__ADS_1


"Tahan kailnya, Duchess Jeanny. Saya bawa jaring ikannya!!!" Semangat pangeran Albert.


\HUP////


Duchess Jeanny menangkap seekor ikan mas (common carp) bersama kakeknya untuk pertama kali.


\Hahahahaha.....////


"Uwa....besar juga ikan di sungai ini. Baru kali ini saya melihat ikan sebesar ini." Jeanny melihat ikan hasil tangkapannya.


"Ohoho....ini belum seberapa. Saya pernah menangkap ikan lebih besar dari ini." Ungkap pangeran Albert.


"Apa ini bisa di masak jadi fish and chip (ikan dan kentang goreng) ala Inggris?" Tanya Lady Diana.


"Tidak mungkin nak, fish and chips pakai ikan laut." Ucap nyonya Constanza.


\HAHAHAHA...////


Semua tertawa senang walau terkena cipratan air dari ikan tangkapan yang berusaha melawan sebelum dimasukkan ke sebuah ember.


Tidak terasa senja telah tiba dan langit gelap mulai menyelimuti tempat Duchess Jeanny memancing. Pangeran consort Albert dengan berat hati pamit dan berterimakasih menemaninya memancing.


"Pujian Yang Mulia Pangeran kami terima dengan senang hati. Sampai jumpa kembali Yang Mulia." Hormat nyonya Constanza.


Saat pangeran consort Albert hendak naik ke kereta kudanya. Duchess Jeanny membisikkan sesuatu kepadanya.


"Kakek...bagaimana jika kita memancing bersama lagi minggu depan. Tempat dan waktu kakek yang tentukan." Bisik Jeanny.


"Baiklah, ini rahasia kita berdua. Jangan sampai ketahuan nenekmu ya." Jawab pangeran Albert.


Sejak saat itu, setiap tengah minggu Duchess Jeanny menyempatkan diri bertemu kakeknya untuk memancing bersama.


########


Beberapa waktu kemudian rutinitas hobi memancing pangeran consort Albert ini menarik perhatian istrinya, Ratu Victoria.


"Albert dear, tampaknya akhir-akhir ini engkau menikmati hobi memancingmu. Belum pernah saya melihatmu bersemangat dan cerah seperti ini." Ungkap sang Ratu.

__ADS_1


"Oho...benarkah? Saya bahkan tidak menyadarinya. Tampaknya benar bahwa pepatah memancing membuat orang awet muda....hahaha." Balas pangeran Albert.


Melihat sikap suaminya, Ratu Victoria merasa curiga tapi tidak mempersoalkannya asalkan hobi memancing ini tidak mengganggu tugas dan kewajiban pangeran Albert. Sang Ratu menutup buku yang dibaca dan melepas kacamatanya kemudian menatap ke arah suaminya.


"Albert dear, sebaiknya engkau tidak menyembunyikan sesuatu. Kita telah menikah 37 tahun lamanya. Saya hapal setiap tingkah laku engkau." Ancam Ratu Victoria.


"Hahaha....sudahlah jangan dipikirkan lagi. Victoria honey." Jawab pangeran Albert mengajak istrinya tidur.


##########


Beberapa minggu kemudian, pangeran consort Albert pulang dari memancing. Saat tiba di istana Buckingham terlihat butler yang membuka pintu kereta kudanya terlihat cemas dan was-was. Sang pangeran langsung menyadari tanda-tanda tersebut. Ratu Victoria telah mengetahui kegiatan memancing suami dan cucu perempuannya.


Saat berjalan di koridor istana pangeran Albert langsung disambut Ratu Victoria dengan tersenyum lebar dan marah.


"Albert dear. Sudah berapa lama engkau memancing bersama putri Anastasia?" Tanya sang Ratu.


"Sabar....sabar Victoria honey. Saya akan jelaskan semuanya. Engkau jangan marah dulu." Jawab sang pangeran ketakutan.


"KENAPA ENGKAU TIDAK MENGAJAKKU IKUT MEMANCING?" Tanya Ratu Victoria.


"EEEEHHHHH!!!" Sang pangeran kaget mendengar pertanyaan istrinya.


###########


Minggu berikutnya, Duchess Jeanny menunggu di tempat memancing yang dijanjikan kakeknya. Beberapa saat kemudian Jeanny melihat rombongan kereta kuda datang ke arahnya dan berhenti di depannya.


"Ohohoho....Duchess Jeanny. Sungguh tidak disangka berjumpa dengan engkau di tempat ini." Ratu Victoria dan pangeran Albert langsung keluar dan turun dari kereta kuda.


"Hormat saya kepada Yang Mulia Ratu Victoria dan Pangeran Consort Albert. Semoga anda berdua sehat dan sejahtera." Jeanny langsung memberi hormat dengan tata krama tertinggi dalam kebangsawanan Inggris.


"Bangkitlah Duchess Jeanny. Saya dan suami saya kebetulan sedang berlibur di tempat ini. Sekarang tunjukkan keahlian engkau memancing ikan kepada saya....ohohohoho." Ungkap Ratu Victoria senang.


"Perintah Yang Mulia Ratu saya turuti." Jawab Duchess Jeanny.


Jeanny melihat kakeknya, pangeran consort Albert, hanya bisa memegang kepala dan menggeleng-geleng kepalanya tanda menyesal bahwa sang Ratu telah mengetahui kegiatan memancing ini.


Acara memancing Duchess Jeanny yang semula sederhana berubah menjadi acara berkemah ala keluarga kerajaan. Ratu Victoria dan pangeran consort Albert membawa 20 orang pelayan dan pengawal untuk menemani mereka. Selain itu, satu resimen angkatan darat kerajaan Inggris diperintahkan untuk mengamankan wilayah di Windsor, tempat memancing favorit Duchess Jeanny.

__ADS_1


Kegiatan memancing keluarga kerajaan ini kemudian berkembang menjadi acara rutin hingga pangeran Albert memutuskan untuk merenovasi istana Windsor di daerah tersebut menjadi tempat tinggal akhir pekan keluarga kerajaan.


__ADS_2