
Pada era Victoria, budaya timur jauh (Far East) menjadi tren fashion di kota-kota besar seperti London, Paris dan Berlin. Barang-barang dan komoditas dari Jepang dan Cina mulai diperkenalkan di Boutique ternama. Vas dari Cina, kain sutra dari Jepang, kosmetik herbal dari Thailand, dan lain sebagainya.
Suatu hari, Duchess Jeanny berkunjung ke istana Buckingham untuk bertemu nenek dan kakeknya seperti biasa. Saat sang Duchess dipersilahkan menunggu di ruang tunggu kerajaan seseorang juga sedang menunggu di ruangan tersebut.
Seorang gadis Oriental seumuran dengan Jeanny tampak sedang duduk berseberangan dengannya. Gadis tersebut rambut dan matanya berwarna hitam, wajahnya mungil dan putih, penampilannya sederhana tetapi bahan dan warna pakaian yang dipakainya menarik perhatian Duchess Jeanny.
"Permisi nona...." Tanya Jeanny.
"......" Sang gadis tetap diam.
Tetapi sang Duchess tidak putus asa. Dia mencoba berbicara lagi kepada sang gadis tersebut.
"Pakaian nona sangat indah. Belum pernah saya melihat kombinasi warna merah tua dan cream bisa dipadukan seperti itu. Blouse saya hanya bisa satu warna saja seperti ini." Ungkap Jeanny sambil menunjukkan pakaian yang dikenakannya masih kalah unik daripada pakaian yang dikenakan gadis tersebut.
Gadis tersebut langsung senang mendengar pakaiannya dipuji oleh orang Eropa seperti Jeanny.
"Hakama....pakaian ini namanya hakama." Jawab gadis tersebut malu-malu.
"Oh Hakama...sungguh hebat gaya busana anda, nona....." Puji Jeanny.
"Matsumoto.....nama saya Izumi Matsumoto." Ungkap gadis tersebut malu-malu.
"Lady Matsumoto. Perkenalkan saya Jeanny Ontario, Duchess Ontario, Kanada. Senang berkenalan dengan anda." Jeanny memberi hormat kepada Lady Matsumoto dengan etiket gaya Eropa yang paling anggun.
Lady Matsumoto langsung tersipu malu dan wajahnya merah karena belum pernah dia menerima hormat gaya Eropa seanggun seperti Duchess Jeanny. Dia langsung membalas hormat gaya Jepang kepada sang Duchess.
"Ummm...anda tampaknya bisa bahasa Inggris. Maukah anda berbincang dengan saya tentang Hakama?" Tanya Duchess Jeanny.
Lady Matsumoto langsung senang kemudian mulai mau mengobrol dengan Duchess Jeanny tentang busana Jepang, budaya Jepang, tata krama Inggris, tren fashion Eropa dan persamaan orang Inggris dan Jepang yang sama-sama senang minum teh.
__ADS_1
Tidak terasa waktu berlalu setengah jam kemudian Duchess Jeanny dan Lady Matsumoto dipersilahkan masuk ke ruang kerja Ratu Victoria. Didalam ruangan, Ratu Victoria, pangeran consort Albert dan duta besar Jepang untuk kerajaan Inggris, Baron Matsumoto.
"Duchess Jeanny, perkenalkan beliau adalah duta besar Jepang, Baron Matsumoto, dan kelihatannya engkau telah berkenalan dengan putri beliau." Canda Ratu Victoria.
"Hormat saya kepada Yang Mulia Ratu Victoria dan pangeran consort Albert, semoga anda selalu sehat dan sejahtera." Duchess Jeanny memberi salam kepada sang Ratu dan pangeran Albert.
"Hormat saya kepada Baron Matsumoto. Perkenalkan saya Jeanny Ontario, Duchess Ontario, Kanada. Senang berkenalan dengan anda." Kemudian Jeanny memberi salam ala Jepang kepada sang Baron dengan anggun.
"Ohoo....anda bisa sedikit salam gaya Jepang. Tampaknya putri saya, Izumi, mengajari anda saat kalian menunggu kami diluar ruangan." Baron Matsumoto kelihatan senang putrinya mau berkenalan dengan gadis Eropa seumurnya.
"Otou-san....jangan membuat saya malu. Duchess Jeanny adalah wanita Eropa pertama yang tidak segan berkenalan dengan saya." Lady Izumi tersipu malu-malu.
"Hmmmmm....saya punya saran jika Yang Mulia Ratu dan pangeran consort bersedia mendengarkannya. Mohon diperkenankan putri saya, Izumi, untuk menginap bersama Duchess Jeanny sehingga dia bisa merasakan langsung budaya Eropa, terutama Inggris." Baron Matsumoto memohon kepada Ratu Victoria dan pangeran Albert.
\EEEHHHHH!!!//// Duchess Jeanny dan Lady Izumi langsung terkejut.
"Ohohoho....itu sungguh ide bagus. Baiklah....Duchess Jeanny, engkau saya perintahkan untuk menemani Lady Matsumoto selama beliau tinggal di Jepang." Perintah sang Ratu.
#########
Sore harinya, Duchess Jeanny dan Lady Izumi tiba di rumah kediaman Duke Marlborough. Lady Diana dan nyonya Constanza yang menyambut kedatangan Duchess Jeanny langsung terkejut melihat seorang gadis Oriental datang bersama sang Duchess.
Semula Lady Izumi segan dan malu, tetapi setelah berkenalan dengan Lady Diana yang antusias suasana menjadi mencair dan lebih terbuka. Duchess Jeanny mengantar langsung Lady Izumi menuju ruang tidur tamu.
"Lady Matsumoto, ini adalah ruangan tidur anda. Kamar saya berada disebelah kiri kamar ini. Silahkan panggil saya jika anda membutuhkan sesuatu." Ungkap Duchess Jeanny ramah.
"Izumi.....panggil saya Izumi....Jeanny Onee-san." Balas Lady Izumi malu-malu.
"Baiklah Lady Izumi." Jawab Jeanny.
Lady Izumi langsung tersipu malu dan senang dipanggil dengan nama kecilnya oleh Jeanny.
__ADS_1
Saat makan malam bersama, Lady Diana dan Lady Izumi langsung cocok dan akrab karena mereka berdua saling tertarik dengan tren fashion Eropa dan Oriental. Jeanny menemani Diana dan Izumi hingga tengah malam.
#########
Keesokan paginya, saat waktu sarapan bersama. Lady Izumi mengutarakan impiannya untuk bisa memperkenalkan budaya Jepang kepada masyarakat Inggris.
"UUmmmm....sebenarnya saya ingin bisa memperkenalkan pakaian Hakama kepada kaum aristokrat Inggris. Tapi, saya tidak tahu caranya." Keluh Lady Izumi.
"Hmmmm....menurut saya jalan paling cepat adalah dengan memamerkan gaya berbusana Hakama di pusat keramaian. Ini disebut 'Street Fashion'. Orang banyak pasti langsung terpengaruh begitu melihatnya." Ungkap Lady Diana.
"Fufufu....jadi kita perlu seorang wanita yang anggun, cantik, menawan, ramah dan mengerti etiket aristokrat. Dia juga harus dekat dan kenal dengan kita supaya tidak segan saat mengenakannya." Nyonya Constanza menyebutkan kriteria model untuk busana Hakama.
Mereka bertiga langsung melihat ke arah Duchess Jeanny yang sedang makan bersama mereka. Jeanny yang menyadari tanda-tanda dia hendak dijadikan model busana Hakama langsung berusaha mengelak.
"Hei...hei...hei...kalian kenapa memandang saya seperti ini." Ucap Duchess Jeanny.
\Kami mohon Duchess Jeanny jadilah model busana Hakama.//// Lady Diana dan Lady Izumi langsung memohon kepada Jeanny.
"Ohohoho....Jeanny menyerahlah dan menurut kepada kami. Semuanya akan baik-baik saja....fufufufu." Nyonya Constanza tertawa licik.
"Eeek....paman Wallace....tolong saya." Sang Duchess berusaha mencari alasan.
"Maafkan saya, Jeanny. Saya harus berangkat ke kantor kementerian sekarang juga." Jawab Lord Wallace menghindar dari Jeanny.
"!!!!!"
Duchess Jeanny yang menyadari dibelakangnya ada tiga wanita berambisi untuk mendandani dirinya dengan gaya Oriental langsung tidak berdaya dan diseret menuju ruangan rias keluarga Duke Marlborough.
Sang Duchess menerima pelajaran tata krama dan etiket Oriental dari Lady Izumi. Sementara itu, nyonya Constanza yang menerima bahan-bahan pakaian Jepang langsung menjahit pakaian Hakama bersama Lady Izumi. Terakhir, Lady Diana bersama Lady Izumi merias wajah Jeanny dengan bersemangat.
__ADS_1