
Pada hari pembukaan Britain Grand Exhibition. Semua anggota panitia pameran tampak tegang. Beberapa orang antusias sementara lainnya tegang.
Dua bulan sebelumnya panitia Grand Exhibition dipandu Duchess Jeanny dan diawasi Pangeran consort Albert mulai memperkenalkan dan mempromosikan Grand Exhibition si Crystal Palace.
Inti promosi adalah pameran ini selain menampilkan produk industri Inggris dan negara-negara Eropa lainnya juga memperkenalkan rekreasi ala Crystal Palace.
Pengunjung diajak berjalan mengelilingi bagian-bagian bangunan Crystal Palace mengikuti petunjuk arah bridge card. Publik Inggris telah biasa memainkan bridge card tentu saja mereka bertambah senang jika bisa berjalan-jalan dalam bridge card raksasa.
Jeanny sengaja memanfaatkan bridge card sebagai penunjuk arah untuk mengelilingi pameran. Sementara setiap beberapa meter pengunjung berjalan terdapat restroom berbayar (paid restroom) untuk pengunjung yang kelelahan.
Bagi pengunjung yang berhasil berjalan hingga setengah permainan bridge card akan menemukan ruang makan (food court) di tengah pameran. Pengunjung bisa makan siang sambil beristirahat.
Para pengunjung yang berhasil berjalan hingga permainan bridge card selesai akan menemukan pintu keluar (exit) pameran yang mengarah satu pintu dengan pintu masuk (entrance).
\Marvelous....sungguh hebat panitia yang menerapkan ide ini.////
\Belum pernah saya berjalan sambil merasa bermain kartu bridge card. Sungguh konsep menarik.////
\Hei...hei....saya dengar panitia akan menukar tanda-tanda bridge card setiap hari. Jadi besok pasti beda.////
\Benarkah? Berarti besok saya harus bisa datang lagi...hmmm....hari ini pemenangnya Ace Queen kombinasi....mungkin besok pasangan Rook Bishop pemenangnya.////
__ADS_1
\Food Court di tengah pameran menyediakan berbagai stand-stand masakan negara asing. Keluarga saya antusias mencicipi masakan tersebut. Besok kami pasti datang lagi untuk menikmati hidangan lainnya.////
Secara garis besar, publik Inggris menyukai konsep rekreasi ala Crystal Palace. Sang Duchess merasa lega.
Saat Duchess Jeanny berjalan-jalan mengikuti pengunjung pameran. Tiba-tiba seseorang menarik lengan kiri dan lengan kanannya.
"Jeanny onee-san, kami telah mencari-cari engkau kemana-mana." Lady Izumi tampak kesal.
"Kakak Jeanny harus ikut kami sekarang juga.....fufufu." Lady Diana tersenyum licik.
"Ehh...ahhh...kalian mau apakan saya. Padahal saya baru saja selesai menjadi panitia."
"Eeekk....biarkan saya istirahat sebentar." Jeanny berusaha melepaskan diri.
Saat itu juga, Jeanny merasa dia akan dijadikan mainan saudara perempuan dan temannya ini.
#######
Saat rombongan keluarga kerajaan Inggris mengunjungi booth negara Jepang. Ratu Victoria dan Pangeran consort Albert melihat Duchess Jeanny mengenakan pakaian hakama menyambut mereka.
"Selamat datang di bagian pameran negara Jepang Yang Mulia Ratu Victoria dan Pangeran consort Albert. Ijinkan saya memandu anda sekalian." Jeanny berusaha menahan tawanya saat berhadapan dengan nenek dan kakeknya.
__ADS_1
"Ohohoho....terimakasih atas perhatian anda, Duchess Jeanny, saya persilahkan anda memandu kami....fufufu." Sang Ratu menutupi separuh wajahnya dengan kipas menahan tawanya saat melihat sang Duchess.
Disebelahnya Pangeran Albert juga berusaha menahan tawa.
"Duchess Jeanny. Pakaian yang anda kenakan sungguh indah. Apakah ini gaya berbusana Jepang?" Tanya Ratu Victoria.
"Benar Yang Mulia Ratu. Set pakaian ini disebut hakama bergaya Oriental. Tapi, saya juga mengenakan asesoris Eropa jadi ini disebut tren fashion 'Japonika'......" Jeanny menjelaskan gaya berbusana Jepang kepada neneknya secara formal seakan orang lain.
".....ssttt....nenek ingin melihat engkau berpakaian seperti ini lain kali. Bisakah engkau memamerkannya di istana Buckingham." Bisik sang Ratu kepada Duchess Jeanny.
"Baik nenek....saya mematuhi keinginan nenek. Tapi nenek jangan terlalu akrab dengan saya. Orang lain bisa bertambah curiga tentang saya." Jawab Jeanny was-was.
#######
Tetapi usaha Jeanny untuk tidak menarik perhatian sia-sia. Sepasang suami istri yang ikut rombongan keluarga kerajaan curiga melihat keakraban Ratu Victoria dan Duchess Jeanny.
"Hmmmm.....apa hubungan Ratu Victoria dengan Duchess Jeanny."
"Ara..ara...ara....jika engkau ingin tahu lebih baik kita tanyakan langsung ke Duchess.....fufufu."
"Oho....benar juga. Lain kali kita culik Duchess Jeanny....hahahaha."
Jeanny tidak menyadari pasangan suami istri tersebut mengincar dirinya.
__ADS_1