Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Chapter 27 Duchess bertemu tamu tak terduga


__ADS_3

Duchess Jeanny langsung melihat kearah suara orang yang menyapanya dan melihat Pangeran Williem bersama pengawalnya mendatangi tempat upacara minum teh ala Jepang yang dilakukannya bersama Lady Izumi, Lady Diana dan nyonya Constanza.


Nyonya Constanza langsung menghalangi Pangeran Williem saat dia berusaha menyapa Duchess Jeanny.


"Hormat saya kepada Yang Mulia Pangeran Williem dari kerajaan Belanda. Perkenalkan nama saya Constanza Marlborough, istri Duke Marlborough, bibi Duchess Jeanny." Salam nyonya Constanza.


"Hormat saya kepada nyonya Marlborough dan putri anda. Mohon ijinkan saya menyapa keponakan anda, Duchess Jeanny, jika diperkenankan." Sang Pangeran memohon kepada nyonya Constanza.


"Ara...ara....ara....maafkan saya Yang Mulia Pangeran tapi keponakan saya sangat sibuk. Mohon urusan anda diurungkan untuk lain waktu saja....fufufu." Jawab nyonya Constanza bernada bermusuhan.


"Nyonya Marlborough, saya jamin kepada anda hal yang ingin saya utarakan kepada keponakan lebih penting dari anda duga." Pangeran Williem tidak mau mengalah.


Duchess Jeanny yang menyadari pembicaraan antara nyonya Constanza dan pangeran Williem bisa meningkat menjadi permusuhan dan tontonan semua pengunjung di taman. Dia langsung mengenakan sepatunya dan meraih lengan kanan sang Pangeran kemudian mengajaknya menjauh dari tempat itu.


"Eeeehhh!!!"


"Jeanny, apa yang engkau lakukan?" Nyonya Constanza tidak percaya apa yang dilihatnya.


"Maafkan saya, bibi Constanza, ijinkan saya berbicara pribadi dengan Yang Mulia Pangeran." UngkapJeanny sambil mendekap lengan pangeran.


"Duchess....anda tidak perlu begini." Sang Pangeran tersipu malu.


"sssstttt!!"


Duchess Jeanny membawa pangeran Williem ke pinggir lapangan dimana orang-orang tidak begitu memperhatikan mereka.


"Duchess cantikku....anda sangat mencolok (bold) mengajak saya seperti ini. Saya sangat tersanjung." Puji sang Pangeran.


"Maafkan saya Yang Mulia Pangeran Williem. Saya tidak ingin anda berselisih dengan bibi saya. Mohon maafkan juga beliau." Duchess Jeanny memohon maaf.


"Ohhh...tidak...tidak apa-apa. Saya tidak mempermasalahkannya. Anda tidak perlu khawatir." Jawab pangeran Williem.


"Terimakasih Yang Mulia Pangeran." Ungkap Jeanny.

__ADS_1


"Ouuucchhh!!!" Jeanny tiba-tiba merasa kakinya kesakitan akibat berlari tadi.


Sang Duchess membuka kedua sepatunya dan melihat kedua kakinya melepuh akibat tergesek saat berlari. Pangeran Williem yang melihat keadaan Jeanny langsung membantunya berjalan. Mereka berdua memutuskan untuk beristirahat sejenak di pinggir kolam sambil merendam kaki sang Duchess di air kolam.


"Terimakasih perhatian anda Yang Mulia Pangeran. Saya sudah merasa lebih baik." Ungkap Jeanny.


"Tidak apa-apa Duchess cantikku." Jawab pangeran Williem.


"Ngomong-ngomong Yang Mulia Pangeran. Bagaimana anda mengenali saya tadi?" Tanya Jeanny.


"Ohh...ahhh...tidak. Saya kebetulan pagi ini sedang berjalan-jalan di Hyde Park. Kemudian saya tertarik melihat orang-orang berkumpul dan seperti anda ketahui saya melihat keluarga Duke Marlborough dan anda." Jawab sang Pangeran.


"Ohhh begitu....." Duchess Jeanny dan pangeran Williem mengobrol dengan akrab.


Saat Jeanny dan Williem sedang mengobrol mereka tidak menyadari kehadiran mereka berdua menarik perhatian orang-orang di sekitar mereka.


\Lihat...lihat...pasangan kekasih itu sungguh serasi. Wanitanya cantik sementara prianya tampan.////


"????"


Duchess Jeanny dan pangeran Williem merasa aneh kemudian melihat sekeliling mereka. Tempat mereka berteduh rupanya tempat favorit pasangan-pasangan muda berpacaran sehingga orang-orang di sekitar mereka banyak sedang kencan.


"Ummm....Yang Mulia Pangeran Williem. Kita sebaiknya kembali. Bibi saya pasti khawatir." Khawatir Jeanny


"Benar...benar...mari kita kembali ke rombongan anda." Jawab sang Pangeran.


Saat Duchess Jeanny dan pangeran Williem kembali. Mereka melihat nyonya Constanza marah kepada Jeanny yang tidak sopan mengajak pergi seorang pangeran. Tetapi, setelah diberi penjelasan akhirnya nyonya Constanza menerima maaf sang Duchess. Pangeran Williem juga dilarang mendekati Duchess Jeanny tanpa ijin nyonya Constanza.


Siang harinya, keluarga Duke Marlborough dan Duchess Jeanny mengakhiri acara upacara minum teh ala Jepang. Mereka kembali ke kereta kuda dan pulang ke kediaman Duke Marlborough.


#########


Sore harinya, di royal suit Brown's Hotel. Pangeran Williem tiba di ruangannya dengan bernada senang. Butler sang Pangeran menyambutnya dan bertanya kenapa dia gembira.

__ADS_1


"Van...van...dengarkan saya. Saya tadi bertemu dan mengobrol dengan Duchess Jeanny di Hyde Park. Ohhh....dia sungguh cantik dan menawan mengenakan busana Oriental....hmmm...hmmm." Pangeran Williem antusias.


"Oho...saya ucapkan selamat Yang Mulia Pangeran. Tadi anda bilang Duchess Jeanny mengenakan pakaian Oriental Cina atau Jepang?" Tanya Butler.


"Jepang. Bisa kelihatan dari penampilan dan gaya busananya. Ohhh....saya jadi ingin belajar budaya Jepang secepatnya." Jawab pangeran Williem.


"Ohoho....ini kesempatan bagus Yang Mulia Pangeran. Anda dahulu sejak kecil kurang menyukai pengetahuan Oriental terutama bahasanya. Sekarang anda harus bisa menguasai bahasa dan mengerti budaya Jepang jika anda ingin dekat Duchess Jeanny. Benarkan pendapat saya." Sambut Butler sambil berseri-seri.


"Hei...hei...Van. Engkau jangan-jangan akan menyuruh saya belajar ulang tentang pengetahuan Oriental." Pangeran Williem merasakan firasat buruk.


"Fufufu....anda tepat sekali Yang Mulia Pangeran." Jawab sang Butler.


Selama beberapa minggu selanjutnya pangeran Williem mempelajari semua pengetahuan Oriental dibawah bimbingan sang Butler secara marathon.


#########


Sementara itu, acara upacara minum teh ala Jepang yang dilakukan Duchess Jeanny, Lady Izumi, Lady Diana dan nyonya Constanza menjadi headline di koran-koran di ibukota London. Demam Japonika dan tren fashion Jepang mulai mewabah di Inggris.


"Ohohoho....lihatlah ini Albert dear. Duchess Jeanny sungguh cantik dan menawan saat mengenakan Hakama di Hyde Park minggu lalu." Puji Ratu Victoria.


"Benarkah....sungguh sayang kita tidak bisa melihatnya secara langsung." Ucap pangeran Albert


"Upacara minum teh Jepang yang diadakan sang Duchess dan putri saya sungguh membantu perdagangan antar negara Inggris dan Jepang. Pemerintah kami berterimakasih atas hal ini." Ungkap Baron Matsumoto


"Ohohoho....anda tidak perlu sungkan seperti itu. Baron Matsumoto....ohohoho" Jawab Ratu Victoria.


"......."


Duchess Jeanny hanya bisa diam melihat bagaimana nenek dan kakeknya senang atas keberhasilannya meningkatkan diplomasi antara kedua negara melalui pakaian Hakama dan upacara minum teh ala Jepang yang dilakukannya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2