
Ratu Victoria memeluk Duchess Jeanny cukup lama. Jeanny pun memeluk beliau dengan hati-hati seperti nenek kandungnya hingga sang ratu melepaskan pelukannya. Kemudian sang Ratu memegang erat kedua tangan Jeanny.
"Kau sungguh mirip ibumu saat dia masih bayi. Warna mata violet dan bentuk wajahmu. Aku langsung mengetahui kau adalah Anastasia saat melihat gambar portrait di headline koran London beberapa waktu lalu." Ratu Victoria mengungkapkan isi hatinya.
"....." Jeanny hanya diam mendengar perkataan Ratu.
"Kau tampak kurus dan tanganmu dingin. Jagalah kesehatanmu. Hmm...Warna rambut silver dan sifat pendiammu mirip ayahmu dahulu. Jika kakekmu, pangeran consort Albert, bertemu denganmu dia pasti bahagia sekali. Dulu Albert yang paling berduka saat ibumu dikabarkan meninggal di kerajaan Jerman." Sang Ratu memperhatikan Duchess Jeanny.
"Wallace....saya berterimakasih atas usahamu selama ini melindungi dan mengasuh putri Anastasia. Keluargamu akan menerima hadiah atas pengorbanan ini." Ratu Victoria memuji Duke Marlborough senior.
"Pujian Yang Mulia Ratu sangat saya dan istri saya terima dengan sepenuh hati." Jawab lord Wallace.
"Jangan khawatir Wallace. Mulai sekarang saya, sebagai Ratu dan nenek dari Anastasia, akan ikut bertanggung jawab melindungi dan mengasuh sang putri."
"Sekarang...duduklah disebelahku dan ceritakan semuanya tentang pengalamanmu kepada nenek." Ungkap Ratu Victoria.
Duchess Jeanny dengan berbicara separuh bahasa Inggris dan Perancis mengobrol dengan Ratu Victoria selama 5 jam. Nyonya Constanza membimbing Jeanny jika dia tidak bisa atau tidak mengerti maksud Ratu Victoria.
Pembicaraan sang Ratu sebagian besar membandingkan penampilan dan watak Jeanny dengan mendiang putri Alice, anak perempuannya yang meninggal puluhan tahun yang lalu. Ratu Victoria sangat menginginkan cucu perempuannya supaya selalu dekat dengannya agar kenangan putri Alice tidak terlupakan. Secara tidak langsung, kehadiran Duchess Jeanny menghilangkan kesedihan dan beban sang Ratu.
Pada akhir pertemuan Ratu Victoria mengumumkan pernyataan untuk semua orang di ruangan tersebut.
"SEMUANYA....kalian yang berada didalam ruangan ini saya perintahkan untuk merahasiakan identitas asli Duchess Jeanny sebagai putri Anastasia. Jika ada atau pernah rahasia ini terungkap akan saya hukum sesuai hukum tertinggi kerajaan Inggris. Tunggu instruksi selanjutnya dari saya." Sang ratu menegaskan pernyataannya.
\Perkataan Yang Mulia Ratu adalah perintah kami//// Jawaban semua orang diruangan tersebut.
Kemudian Duchess Jeanny dan pasangan Duke Marlborough senior berpamitan dengan Ratu Victoria. Sang ratu tidak bisa ikut mengantar Jeanny sampai keluar istana untuk menghindari kecurigaan pegawai istana atau publik.
##########
Malam hari di istana Buckingham, ruang tidur raja dan ratu. Pangeran consort Albert berbaring bersebelahan Ratu Victoria ditempat tidur mereka. Mereka berdua sedang antusias membicarakan pertemuan pertama kali sang Ratu dengan Duchess Jeanny.
"Haaah....sungguh sayang sekali aku tidak bisa berjumpa dengan Jeanny. Mendengarkan penjelasanmu aku juga yakin dia cucu kita yang hilang selama ini. Victoria honey" Keluh pangeran consort Albert.
__ADS_1
"Ohohohoho....semakin diingat semakin yakin saya bahwa Jeanny ini adalah Anastasia yang pernah dideskripsikan dalam surat yang ditulis Alice sebelum dia sakit. Ahh...maaf, jika pembicaraan ini mengingatkanmu dengan Alice saat dia masih tinggal bersama kita. Albert dear." Jawab Ratu Victoria.
"Tidak apa-apa, honey. Kita mungkin rindu dengan Alice tapi sebagai gantinya mulai sekarang kita mendapat seorang cucu bernama Anastasia."
"Fufufu....saya yakin saat kau bertemu langsung dengan Anastasia pasti akan langsung memeluknya erat-erat seperti dipertemuan saya dengannya tadi pagi. Di lain waktu bahkan mungkin kau mengajaknya berjalan-jalan keliling wilayah."
"Dan aku juga akan mengajaknya memancing ikan di sungai. Dulu Alice sangat antusias jika kubawa pergi memancing."
"Haahhh...kau masih bersikeras dengan hobi memancingmu, Albert honey."
"Sungguh tega engkau merendahkan hobi memancingku. Victoria dear."
"Baik-baik. Maafkan saya. Hmm....Selanjutnya saya akan merencanakan untuk mengumumkan Jeanny sebagai Anastasia di Jubilee emas beberapa waktu mendatang. Semua kaum aristokrat pasti terkejut. Fufufu...." Ungkap Ratu Victoria.
Pangeran consort Albert yang sudah tidur disebelah sang Ratu tiba-tiba terbangun dan menatap Ratu Victoria, istrinya, dengan khawatir.
"Tunggu...tadi engkau bilang akan mengumumkan identitas Anastasia di perayaan Jubilee emas mendatang. Publik akan mengetahui bahwa ada anggota keluarga baru di kerajaan kita. Selanjutnya kaum aristokrat akan wajib berjumpa dengan Anastasia. Kemudian tamu bangsawan dari negara dan kerajaan lain akan berkenalan dengan cucu kita ini." Ungkap pangeran Albert.
Ratu Victoria yang sedang berbaring sambil membaca buku menjatuhkan buku di tangannya dan mulai panik.
"Astaga....kenapa saya melupakan hal ini. Jika kalangan aristokrat dan tamu negara lain mengenali identitas Anastasia maka para serangga (pria bangsawan dan pangeran dari negara lain) akan mendekati cucu kita."
"Maka Anastasia akan ikut keluarga suaminya dan tinggal di negara lain seperti putri-putri kita dahulu." Kesimpulan pangeran Albert.
"MY GODNESSS...saya tidak akan membiarkan cucu kesayanganku pergi meninggalkan negara ini lagi selama saya masih hidup. Sudah cukup penderitaan dan kesedihanku selama ini!!!" Teriak Ratu Victoria.
"Albert dear, sekarang bukan saatnya kita tidur tenang-tenang ketika bahaya mengancam cucu kita." Ungkap sang Ratu.
"Aku juga berpikir sama. Semua ini membuatku ingin minum kopi. Apa engkau mau kupesankan teh hangat, Victoria dear?" Tanya pangeran Albert.
"Tidak. Saya juga ingin minum kopi. Tolong minta dihidangkan kopi yang kental dan banyak, Albert dear."
Pangeran consort Albert terkejut mendengar permintaan Ratu Victoria karena sang Ratu selama ini hanya minum teh dan susu hangat.
Malam itu lahirlah sepasang nenek dan kakek yang over protektif terhadap cucu kesayangan mereka.
__ADS_1
Ratu Victoria dan pangeran consort Albert tidak tidur sepanjang malam hingga menjelang pagi mendiskusikan berbagai cara untuk melindungi putri Anastasia sebagai Duchess Jeanny.
Pagi harinya. Head butler istana terkejut mengetahui Ratu Victoria dan pangeran consort Albert telah berada di ruangan kerja sang Ratu pagi-pagi sekali.
"Head butler, segera panggil Chamberlain saat ini juga. Ada sesuatu yang hendak kami sampaikan." Perintah sang Ratu.
Beberapa saat kemudian Chamberlain kerajaan tiba di ruangan kerja Ratu Victoria.
"Chamberlain, seingat saya wilayah Kanada berada dibawah pemerintahan Gubernur Jendral Kerajaan. Berarti tanah disana milik kerajaan bukan milik kalangan bangsawan." Tanya sang Ratu.
"Benar Yang Mulia Ratu. Wilayah Kanada berada dibawah kekuasaan langsung Yang Mulia Ratu."
"Bagus. Mohon jelaskan persyaratan tentang pembentukan Dukedoom dalam tata negara kerajaan ini kepada saya." Ratu Victoria menegaskan perkataannya.
##########
Enam bulan kemudian, nyonya Constanza membaca surat dari Ratu Victoria yang ditujukan kepada Duchess Jeanny.
"Dear Jeanny,
Maafkan nenek dan kakek tidak bisa melindungi engkau dan ibumu saat kalian membutuhkan dukungan kami. Kami tidak meminta permohonan maafmu karena mulai sekarang kami akan melindungimu sekuat tenaga dan kekuasaan kami sehingga engkau bisa menjalani hidup dengan damai dan bahagia.
Dengan ini, kami menyatakan bahwa engkau dianugrahkan kedudukan sebagai kepala keluarga Dukedoom Ontario di Kanada dengan status Duchess berkuasa penuh.
Salam hangat kami,
Tertanda Ratu Victoria dan pangeran consort Albert."
Beserta surat tersebut terlampir surat-surat resmi yang menyatakan keberadaan dan pengesahan Ontario Dukedoom lambang wilayahnya (coat arm crest).
Nyonya Constanza langsung pingsan di sofa tempat dia duduk sementara para maid di kediaman Duke Marlborough panik.
Sementara itu Duchess Jeanny, nona Helen (putri perdana menteri), dan Duke Robert sedang menikmati minum teh hangat bersama di cafe terbuka di kota London. Jeanny dan Helen tampak akrab sementara Robert tampak lesu walau dihadapannya ada dua wanita cantik dan berkuasa di kalangan aristokrat Inggris.
Mungkin Duke Robert akhirnya dapat mendekati Duchess Jeanny melalui nona Helen. Tapi Robert juga berpikir bagaimana dia bisa mendekati Jeanny tanpa mengundang kemarahan Helen dalam situasi seperti ini.
__ADS_1