
Pangeran Williem dan pengawalnya beserta tentara dari kesatuan kerajaan Inggris tiba di kastil tua yang disebutkan oleh pemandu mereka. Kastil tersebut ternyata bekas benteng atau chateau yang hampir runtuh dengan sejumlah tembok yang ditumbuhi tanaman rambat atau pohon.
"Kalian periksa bagian timur, kalian bagian barat, kalian periksa bagian utara dan kalian periksa bagian selatan!!" Perintah komandan pasukan.
Komandan pasukan kerajaan Inggris membagi pasukannya menjadi beberapa kelompok dan berpencar menjelajahi kastil tersebut. Sementara pangeran Williem, komandan pasukan dan pengawal pangeran tetap berada di lokasi untuk koordinasi pencarian.
"Anda tidak perlu membantu mencari Yang Mulia Pangeran. Cukup anggota kesatuan kami saja." Komandan pasukan menyakinkan pangeran Williem.
"Baiklah komandan. Kami mengikuti saran anda." Jawab Williem.
Kemudian sang pangeran duduk diatas sebuah bongkahan batu dekat dinding kastil tersebut. Samar-samar dia mendengar sesuatu bunyi atau suara.
\Buk...buk....buk....buk////
"????"
\Buk...buk....buk....buk////
"Hei, kalian dengar sesuatu?" Tanya Williem kepada orang-orang disekitarnya.
Semua orang selain pangeran Williem hanya menggeleng-gelengkan kepala tanda mereka tidak mendengarkan apa-apa.
\Buk....buk....buk....buk////
"!!!!"
"DIAM SEMUANYA...DENGARKAN!!!" Williem langsung berdiri kembali dan memerintahkan semua orang jangan bersuara.
\Buk....buk....buk....buk....buk//// Terdengar suara sesuatu dipukul benda keras berulang-ulang.
Semua orang menyadari keberadaan suara tersebut dan mencoba mencari sumber suara tersebut.
\Buk....buk....buk....buk////
"DI SANA, DEKAT SEMAK-SEMAK ITU SUARA ITU TERDENGAR." Salah satu pengawal Williem menunjukkan arah suara misterius tersebut.
Ketika para tentara membabat semak-semak tersebut mereka menemukan sebuah jendela ventilasi ruang basement tersembunyi.
\Buk....buk....buk....buk////
"Aku lihat sesuatu di dalam sana....tunggu ada seseorang di sana!" Ujar seorang tentara yang matanya tajam.
"Cepat periksa semua dekat tempat ini. Pasti ada pintu masuk menuju ruangan tersebut!" Perintah sang komandan pasukan.
__ADS_1
Setelah beberapa saat memeriksa semua dinding atau sisi kastil tersebut, secara tidak sengaja pangeran Williem menemukan sebuah pintu gudang bawah tanah.
"HEI SEMUANYA, DISINI PINTUNYA!!" Teriak sang pangeran.
"Tunggu Yang Mulia Pangeran. Anda tidak perlu ikut masuk memeriksa." Ujar komandan pasukan.
Tetapi, Williem langsung membuka pintu gudang bawah tanah tersebut dan masuk tanpa ragu-ragu lagi.
#######
Sementara itu, di ruangan basement tempat persembunyian Phantom Thief. Duchess Jeanny yang perbuatannya ketahuan langsung diserang dan didekap oleh sang pencuri.
"Diam kau, wanita berisik. Gara-gara perbuatanmu semuanya bisa ketahuan."
"Hmmph....hmmph....hmmph....hmmph!!" Desah Jeanny.
Sang pencuri berusaha memindahkan tubuh Jeanny dari dinding tapi sang Duchess berusaha berontak atau melawan saat dipindahkan.
"Hei, berhenti engkau melawan. Tidak ada gunanya." Ancam sang pencuri.
"Hmmph....hmmph....hmmph....hmmph!!!"
Phantom Thief mendekap Duchess Jeanny dari belakang dan menyeretnya. Tetapi, tiba-tiba Jeanny bisa terlepas dari dekapan sang pencuri dan berusaha merangkak menjauh.
\BAAAK////
Jeanny yang merasa terancam membalikkan badannya kearah sang pencuri dan menendangkan kedua kakinya sekuat tenaganya.
"UGHH!!"
Tendangan kaki Jeanny tersebut mendarat diantara ************ Phantom Thief. Sang pencuri tersebut mengerang kesakitan, jatuh ke lantai dan memegang selangkangannya. Keluar busa dan air liur dari mulut Phantom Thief. Pencuri tersebut pingsan setelah beberapa saat.
\JEANNY...DUCHESS JEANNY...ANDAKAH ITU?////
Dari kejauhan terdengar suara dan langkah kaki orang berlari mendekati ruangan tersebut.
\Tap...tap....tap....tap....BRAK!!!////
"DIAM JANGAN ADA YANG BERGERAK!!!" Pangeran Williem dan seorang prajurit mendobrak pintu ruangan tersebut.
#######
Saat pangeran Williem dan prajurit Inggris mendobrak pintu dalam ruangan basement kastil tersebut. Mereka menemukan Duchess Jeanny hanya mengenakan gaun tidurnya, badannya diikat tali dan mulutnya disumpat kain. Di sekitar Jeanny, tergeletak seorang pria bertopeng pingsan. Terdapat tumpukan barang-barang berharga dan perhiasan disekitar sang Duchess yang terikat.
__ADS_1
"Astaga...Duchess Jeanny. Anda tidak apa-apa?" Tanya Williem mengkhawatirkan kondisi Jeanny.
Sang Duchess menggeleng-gelengkan kepala tanda bahwa dia tidak apa-apa.
Sang pangeran langsung menyimpan pistol yang dibawanya dan memeluk Duchess Jeanny. Kemudian Williem memotong tali pengikat dan melepas kain penutup mulut Jeanny. Sang Duchess tersenyum lega.
"Terimakasih pangeran Williem. Saya tidak apa-apa." Ucap Jeanny.
"Sttt...jangan bicara. Semuanya telah berakhir. Saya bersamamu, Duchess cantikku." Pangeran Williem kembali memeluk Jeanny penuh perhatian.
Sementara itu, para prajurit sibuk menangkap Phantom Thief dan menggeledah ruangan basement kastil tersebut.
#######
Sore harinya, banyak masyarakat, polisi dan tentara yang berkumpul di kastil tua itu untuk membantu penyelamatan Duchess Jeanny. Sebuah kereta ambulans dan kereta tahanan polisi didatangkan untuk membawa Jeanny ke rumah sakit dan untuk membawa tersangka Phantom Thief ke kantor kepolisian terdekat.
Saat Lord Wallace, nyonya Constanza dan nona Diana mendengar berita bahwa Duchess Jeanny telah diselamatkan mereka bersyukur semuanya berakhir selamat.
Lord Peter yang mendengar kabar sepupu wanitanya telah diselamatkan bergegas menuju rumah sakit tempat Jeanny dirawat sore itu juga.
Malam harinya, Ratu Victoria dan pangeran consort Albert menerima berita tentang Duchess Jeanny. Mereka merasa lega dan bahagia bahwa cucu perempuan mereka selamat. Sang Ratu langsung memerintahkan pengawalan ketat terhadap Duchess Jeanny selama di rumah sakit.
Selama seharian dan semalaman pangeran Williem menemani Duchess Jeanny selama dirawat di rumah sakit.
#######
Sang pangeran kembali ke hotel tempat dia menginap pada malam hari berikutnya. Saat dia masuk ruangan suit telah menunggu dua orang bawahannya.
"Van, Georg. Terimakasih atas kerja keras kalian selama ini. Saya akan memberi imbalan secepatnya."
"Terimakasih Yang Mulia Pangeran. Pujian anda adalah kebahagiaan kami."
"Tolong segera urus keluarga Claus yang saat ini ditahan. Saya pribadi yang menjamin kelangsungan hidup keluarganya hingga dia bebas dan kembali ke tanah air kita." Ungkap Williem.
"Baik, akan segera saya laksanakan Yang Mulia Pangeran." Jawab butler sang pangeran.
Kedua bawahan Williem tersebut adalah anggota kawanan Phantom Thief yang dicari-cari pemerintah Inggris. Kemudian sang pangeran meminta mereka meninggalkan dia sendirian di ruangan tersebut.
"Hehehe....akhirnya aku semakin dekat denganmu Duchess Jeanny cantikku....hmmm....hmm." Sang pangeran bergumam sambil menuangkan minuman wine ke gelas.
"Sedikit demi sedikit engkau semakin percaya padaku hingga akhirnya engkau jadi milikku, Duchess cantikku.....hmmm....hmmmm." Williem membayangkan saat Duchess Jeanny menjadi kekasihnya.
Tahap pertama pangeran Williem untuk mempengaruhi hidup Duchess Jeanny telah terlaksana dan sekarang dia berniat melaksanakan tahap kedua secepatnya.
__ADS_1