
Dua minggu kemudian, di Hyde Park, Central London, dua kereta kuda berhenti di depan pintu masuk taman.
Semula kedua kereta kuda tersebut tidak menarik perhatian orang-orang disekitarnya. Tetapi, saat penumpang kereta pertama keluar semua mata orang tertuju ke arah kereta tersebut.
Seorang wanita cantik berpakaian Hakama kombinasi dark red, rose pink dan violet. Rambut silver dan mata yang berwarna violet membuat orang mengenalinya sebagai Duchess Jeanny. Sang Duchess muncul di depan publik mengenakan Hakama langsung menarik perhatian pengunjung di pintu masuk Hyde Park.
Belum habis rasa terkejut semua orang, muncul seorang gadis Oriental di belakang Duchess Jeanny dari dalam kereta. Sang gadis juga mengenakan Hakama berwarna cream dan red maroon.
\Uwaa....busana apa yang dikenakan Duchess Jeanny? Saya belum pernah melihatnya. Warnanya sungguh indah.////
\Saya pernah melihatnya di Paris, Perancis. Disebut sebagai fashion tren Japonika berasal dari negara Jepang di timur jauh.////
\Para perancang busana di Paris berusaha memadukan bahan-bahan pakaian dari timur dengan gaya busana Eropa tapi kurang berhasil.////
\Jadi yang dikenakan Duchess Jeanny adalah fashion tren Japonika. Ini pasti versi terbaru mereka.////
\Lihat...lihat, sang Duchess hanya mengenakan aksesoris Eropa sebagai pelengkap sementara pakaian utamanya gaya Japonika. Sungguh anggun dan serasi.////
__ADS_1
Jeanny dan Lady Izumi yang mengenakan Hakama kemudian berjalan pelan ala Jepang bersama Lady Diana dan Nyonya Constanza. Empat pelayan membawa peralatan piknik di belakang mereka.
"Uwaa....semua orang melihat ke arah kita. Saya merasa tertekan." Ungkap Duchess Jeanny.
"Sabar....sabar Jeanny Onee-san. Kita lakukan sesuai skenario yang telah kita sepakati." Lady Izumi menyemangati Jeanny.
Kehadiran mereka berempat, terutama Jeanny dan Izumi yang mengenakan Hakama, membuat hampir seluruh pengunjung taman melihat dan membuntuti mereka ke dalam taman.
Lady Diana mengajak mereka ke tempat favorit spot di Hyde Park. Sebuah tanah lapang yang hijau bersebelahan dengan kolam taman. Lady Izumi langsung memilih lokasi tempat piknik keluarga Duke Marlborough berada di bawah naungan sebuah pohon yang rindang.
Di tempat tersebut, Lady Izumi langsung membongkar barang-barang yang dibawa oleh para pelayan. Sebuah set Japanese Tea Ceremony, tungku portable dan karpet Oriental.
Mula-mula Lady Izumi memasak air panas dihadapan tamu-tamu dan pendamping. Setelah air mendidih dia menyiapkan bubuk macha dan menyeduh bubuk tersebut dengan air panas dalam empat cup bergaya Oriental.
Sementara Duchess Jeanny dengan sigap menyiapkan manisan dan kue khas Jepang ke dalam empat piring kecil kemudian dia membagi makanan tersebut kepada semua peserta upacara minum teh. Saat Lady Izumi selesai menyeduh semua teh, Jeanny dengan sigap kembali membagikan cup teh kepada semua peserta.
Setelah semua teh dan kue dihidangkan, Lady Izumi mempersilahkan semua peserta menikmati hidangan tersebut. Duchess Jeanny, Lady Diana dan nyonya Constanza meminum teh hangat dan makan manisan khas Jepang di tonton ratusan orang yang ingin tahu budaya dan upacara minum teh Jepang.
__ADS_1
\Wow....sungguh menarik cara mereka menyajikan teh. Ini pasti yang disebut budaya Oriental. Sungguh berbeda dengan cara pesta minum teh Inggris.////
\Tapi....apakah sopan sampai seorang Duchess diperlakukan seperti pelayan. Hei....lihat mereka berganti posisi....ohhh saya mengerti Duchess bersama gadis itu bertindak sebagai tuan rumah bergantian menjamu tamu mereka.////
Lady Izumi berganti posisi dan mempersilahkan Duchess Jeanny duduk di tempat tuan rumah kemudian membiarkan Jeanny menyeduh air panas kepada tamu yang ingin menambah teh. Semua orang mengira dalam upacara minum teh Jepang tuan rumah dan pendamping punya posisi sejajar (equal).
\Uwaa....Duchess Jeanny tampak menawan saat beliau menyeduhkan air kepada tamu. Aku juga ingin minum teh dengan wanita secantik dia.////
\Peralatan tea set itu dimana mereka mendapatkannya. Saya ingin punya set seperti mereka.////
\Kue dan manisan Oriental itu lebih kecil daripada scones dan pie tapi kelihatan indah. Rasanya seperti apa ya?////
\Kya....lihat...lihat Duchess Jeanny meneguk tehnya dengan anggun dengan etiket Japonika. Saya ingin bisa minum teh seperti beliau.////
Lady Diana dan Lady Izumi tampak lega dan senang rencana upacara minum teh ala Jepang sekaligus 'street fashion' mereka berjalan sukses. Para pengunjung taman beramai-ramai menonton dan tertarik dengan pakaian Hakama yang dikenakan Jeanny dan Izumi.
Saat Duchess Jeanny sedang menikmati teh dan kue tiba-tiba seseorang menyapa dia dari arah penonton.
__ADS_1
"DUCHESS JEANNY....apakah itu anda? Senang kita bisa berjumpa kembali."