
Lima belas tahun kemudian, di sebuah istana di suatu kerajaan Eropa. Sebuah keluarga kerajaan terdiri dari seorang Raja, Ratu, Putri mahkota dan Pangeran muda sedang berkumpul untuk bersiap menyambut jamuan kenegaraan.
Sang Raja tampak memandangi istrinya, sang Ratu, dengan penuh perhatian dan penyesalan. Sang Raja teringat bagaimana dia saat masih Pangeran dahulu jatuh hati kemudian berusaha menarik perhatian dan menguasai calon istrinya, seorang Duchess, dengan berbagai cara baik secara baik-baik atau licik.
Bahkan beberapa kali sang Pangeran berusaha mencelakai atau melukai sang Duchess demi menarik perhatian dan membuatnya jatuh hati kepada dia. Sang Raja masih terasa menyesal teringat kenapa dia sampai tega berbuat begitu kepada istrinya.
Sejak sang Raja menikahi sang Ratu, dia menjadi penguasa yang arif, penyabar, kompeten dan handal memimpin negaranya hingga kerajaannya sekarang semakin maju dan berpengaruh di daratan Eropa.
"Dear....engkau kenapa?" Tanya sang Ratu menyadari sang Raja menatap wajahnya.
"Uuhhh....tidak...saya tidak apa-apa. Saya hanya teringat masa lalu...." Jawab sang Raja.
"Maafkan saya. Saya telah berbuat jahat sampai melukaimu." Tambah sang Raja.
Sang Ratu yang menyadari maksud sang Raja, suaminya, langsung tersenyum dan memegang tangan kiri suaminya dengan lembut.
"Silly...silly...engkau memang telah melukai saya bahkan mencelakaiku oleh karena itu sekarang engkau harus bertanggungjawab menerima diriku untuk selamanya." Jawab sang Ratu penuh pengertian.
__ADS_1
Saat sang Raja dan sang Ratu saling memandang satu sama lain terdengar ketukan dari pintu ruangan tanda para tamu kenegaraan telah tiba.
Tock....tock....tock....tock.
"Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu. Delegasi dari kerajaan Inggris telah tiba di ruang resepsi kenegaraan. Duta besar Inggris yang baru, Earl Peter Falmouth dan istrinya, nyonya Angelica, telah siap untuk bertemu anda berdua." Ucap head butler istana.
"Well...well...mari kita temui teman-teman lama kita, my dear." Sang Ratu senang mendengar berita tersebut.
Mereka berempat berjalan bersama-sama hingga tiba di sebuah pintu besar. Ruang resepsi kenegaraan terletak dibalik pintu tersebut.
Sang Raja memegang tangan sang Ratu erat-erat hingga sang Ratu menyadari bahwa sang Raja sedikit menangis teringat masa lalu mereka berdua saat bertemu di Inggris.
Sang Ratu langsung memegang wajah sang Raja dan mencubit pipi kiri dan kanan suaminya.
"Engkau jangan selalu memikirkan hal tersebut. Saya telah menjadi milikmu selamanya. Aku memaafkanmu, suamiku." Sang Ratu berusaha menenangkan suaminya.
Sang Ratu kemudian mendekatkan bagian depan kepalanya hingga bersentuhan dengan bagian depan kepala sang Raja. Mereka berdua saling menutup mata dan merenungkan kisah masa lalu mereka hingga bisa berkeluarga seperti sekarang. Sang Raja menuruti kehendak sang Ratu.
Para butler, maid, penjaga dan head butler langsung memalingkan wajah mereka dan memerah malu melihat betapa intimnya sang Raja dan sang Ratu dihadapan mereka.
__ADS_1
"Ohhh tidak. Ini bakal terjadi lagi." Ucap Putri Wilhemina melihat kedua orang tuanya sedang bermesraan.
"Kakak...kakak, kenapa engkau berkata seperti itu?" Tanya Pangeran Claus.
"Claus....engkau ingin adik laki-laki atau adik perempuan?" Tanya Putri Wilhemina kepada adik laki-lakinya.
"????" Sang Pangeran kecil bingung tidak mengerti.
Setelah beberapa waktu, sang Raja telah menenangkan diri dibantu sang Ratu dan kembali tegar serta tenang siap menerima para tamu kenegaraan.
"Head Butler kami siap. Silahkan lanjutkan." Perintah sang Raja.
Head Butler langsung mengambil napas panjang dan berteriak mengumumkan kedatangan sang Raja dan sang Ratu kepada para tamu.
"YANG TERHORMAT YANG MULIA RAJA WILLIEM III DAN RATU ANASTASIA BESERTA KELUARGA KERAJAAN AKAN MEMASUKI RUANGAN RESEPSI KENEGARAAN."
Pintu besar ruang resepsi kenegaraan langsung dibuka dan terlihat para tamu langsung memberi hormat secara formal kepada keluarga kerajaan. Diantara mereka, terlihat Earl Peter dan nyonya Angelica, Duchess Diana dan suaminya, Duke Churchill. Mereka tampak sangat senang melihat kembali Raja Williem dan Ratu Anastasia.
"Mari kita sambut mereka, Anastasia dear." Ucap Sang Raja Williem.
__ADS_1
"Baiklah, saya bersamamu selamanya, Williem honey." Ungkap Ratu Anastasia.
FIN