
Sehari setelah penyelamatan Duchess Jeanny dan penangkapan Phantom Thief, sang Duchess dirawat inap di sebuah rumah sakit, 'The Royal London Hospital', di kota London. Semula Jeanny menolak untuk dirawat di rumah sakit dan ingin segera pulang kekediaman Duke Marlborough.
Tetapi berita tentang penculikan, penyelamatan dramatis, dan penangkapan Phantom Thief membuat semua kalangan masyarakat dan pers Inggris mendatangi rumah keluarga Duke Marlborough sehingga tidak mungkin sang Duchess tinggal disana. Akhirnya Duchess Jeanny bersedia dirawat dua atau enam hari di The Royal London Hospital yang dekat dengan istana Buckingham.
Selama dirawat di The Royal London Hospital, Duchess Jeanny diawasi, dijaga dan dikawal ketat oleh kepolisian Inggris. Pihak kepolisian Inggris dan Scotland Yard mengharapkan sang Duchess menjadi saksi kasus Phantom Thief.
"jadi kesimpulannya, anda menyatakan bahwa Phantom Thief ini bukan seorang pencuri semata tapi sebuah kawanan pencuri yang bergerak bersama-sama." Tegas detektif polisi dari Scotland Yard.
"Iya, itu benar inspektur." Jawab Sang Duchess.
"Baiklah, kami akan mengunjungi anda lagi. Terimakasih kerjasamanya. Selamat beristirahat." Salam detektif polisi tersebut.
Duchess Jeanny beristirahat di ruangan terpisah dengan pasien-pasien lain di rumah sakit tersebut untuk alasan keselamatan. Tetapi, sang Duchess lama kelamaan merasa bosan dan ingin berkeliling.
Jeanny mencoba mengintip keluar ruangan dan melihat ada seorang polisi yang bertugas menjaga kamarnya. Dia bertanya dan memohon kepada petugas polisi tersebut untuk mengizinkannya pergi ke toilet wanita. Polisi tersebut dengan nada keberatan akhirnya mengizinkan Jeanny pergi ke toilet.
"Saya mohon izinkan saya untuk ke restroom (toilet) selama beberapa saat." Jeanny berusaha membujuk polisi tersebut.
"Baiklah, tapi sebaiknya ada kembali secepatnya jika sudah selesai." Polisi tersebut malu-malu mengetahui seorang wanita cantik sedang menggodanya. Sang Duchess tersenyum dan berjalan meninggalkan ruangan tempat dia dirawat.
##########
Setelah berjalan beberapa saat, dia menyadari bahwa dia tiba di bagian anak-anak.
Ketika Jeanny sedang berpikir hendak mau kemana, tiba-tiba dia menyadari roknya sedang ditarik sesuatu. Ketika dia melihat kebawah kakinya, seorang pasien anak laki-laki kelihatan sedang memeluk pahanya.
"MAMA...mama."
"Adik kecil....saya bukan mama...apa engkau tersesat?"
"Mama....gendong...gendong!!"
Pasien anak laki-laki tersebut menjulurkan kedua lengannya minta digendong oleh Jeanny dengan polos. Jeanny tidak mungkin menolak permintaan anak tersebut karena mungkin dia menangis jika ditolak permintaannya. Maka dengan segan, Jeanny menggendong anak tersebut dan mengajaknya berkeliling.
"Mama....mama....main di ruang itu."
"Iya...iya." Jeanny dengan sabar menuruti permintaan anak tersebut.
__ADS_1
Saat masuk ruangan tersebut ada sebelas anak-anak kecil baik laki-laki dan perempuan sedang bermain. Anak-anak tersebut langsung mendekap kaki Jeanny ketika mereka melihat kedatangan dia karena dikira sebagai suster pengasuh.
"Huuuaaaahh....huuuuaaaahhh"
"Mama....mama....mamaaa."
"Kakak suster..... main dengan kami......"
"Iya....iya....iya."
Jeanny dengan sabar mengikuti ajakan dan kehendak anak-anak tersebut. Ada yang meminta dibacakan buku cerita, ada yang minta dipeluk atau digendong, ada yang minta bermain bersama dan macam-macam permintaan. Tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke ruangan dan melihat Jeanny sedang bermain dengan anak-anak tersebut.
"Engkau pasti suster pengasuh yang baru. Bagus, segera ganti pakaianmu dengan seragam ini dan bantu saya mengasuh anak-anak ini. Cepat kita tidak punya banyak waktu."
"Iya, iya, maafkan saya, nona."
"Panggil saya, suster kepala, segera ganti penampilanmu."
Jeanny menuruti permintaan suster tersebut. Setelah berganti memakai seragam suster, Jeanny kembali ke ruangan tersebut dan membantu sang suster kepala mengasuh anak-anak tersebut. Entah bagaimana, anak-anak kecil tersebut tampak senang ditemani Jeanny hingga waktu tidur mereka.
Setelah anak-anak tersebut tidur. Sang suster kepala, bernama Janet, menegur suster Jeanny.
"Baik, suster Janet."
##########
Sejak hari itu, setiap hari Duchess Jeanny menyelinap keluar dari ruangan tempat dia dirawat. Jeanny mengganti pakaiannya menjadi seragam suster atau perawat rumah sakit. Kemudian dia membantu suster-suster lain di rumah sakit tersebut.
Dua hari kemudian mulai terdengar gosip atau cerita bahwa ada seorang suster cantik dan menawan yang bekerja di The Royal London Hospital, yang menjadi bahan pembicaraan para pasien, pengunjung, dokter dan suster lainnya.
\Hei...hei...suster baru itu sungguh cantik. Aku sering lihat dia mengasuh anak-anak.//// Para suster lain menggosipkan Jeanny.
\Suster baru itu sungguh cantik wajahnya. Rambutnya silver indah. Matanya violet menawan. Kulitnya putih seputih seragam perawatnya. Badannya ramping. Sikapnya ramah dan sabar.////
\Betul....betul....kemarin dia membantu menyuapi pasien yang tidak bisa makan....Ahhhh....saya juga mau disuapi dengannya.//// Para pasien pria mengkhayal jika Jeanny merawat mereka.
\Kau tahu....suster baru di bagian anak-anak itu sangat cantik. Aku coba untuk memintanya jadi asistenku jika bertemu dengannya.//// Para dokter berbincang-bincang.
__ADS_1
\Ngomong-ngomong, apa sang suster tersebut masih sendirian (single)...mungkin aku bisa mengajaknya kencan.////
\Apa kau bilang....aku juga mau menanyainya...kau jangan mendahului aku.//// Para pasien pria dan dokter mulai bertengkar memperebutkan Jeanny.
Sementara itu, suster Jeanny sedang membantu suster-suster lain di bagian pasien manula. Dia dengan sabar dan tekun mengganti seprai dan selimut tempat tidur pasien. Di kesempatan lain, Jeanny dengan ramah mendengarkan pembicaraan pasien sambil menyuapi pasien manula.
"Nak Jeanny...terimakasih mau menemani bersama kami. Sungguh jarang anak muda sepertimu...fufufufu." Seorang pasien memuji suster Jeanny.
"......terimakasih pujian anda, nyonya Lucy." Jawab Jeanny.
"Nee..nee...apa suster Jeanny masih single....bagaimana jika saya perkenalkan dengan anak laki-laki saya?" Pasien A.
"......" Jeanny hanya tersenyum ramah.
"Nak Jeanny...lebih baik dengan anak lelaki saya, dia pegawai kementerian, kapan-kapan saya kenalkan engkau." Pasien B.
"Jangan dengarkan dia, suster Jeanny, lebih dengan keponakan saya, dia perwira angkatan darat kerajaan." Pasien C.
"Apa katamu....suster Jeanny, seharusnya dengan anak lelaki saya!!!" Pasien A.
Makin lama semakin banyak para manula yang bersaing memperebutkan suster Jeanny membuat ruangan perawatan manula berisik.
"NYONYA-NYONYA DAN TUAN-TUAN....jika anda masih berisik saja maka saya tidak akan ke tempat ini lagi." Tegas suster Jeanny.
\Baik suster////
Para pasien manula kembali tenang dan tertib.
Saat suster Jeanny selesai mengerjakan tugasnya di ruangan pasien manula, dia melihat suster Janet, suster kepala, dan suster Olivia, suster bagian manula, menyambutnya.
"Kerja bagus suster Jeanny. Belum pernah ada suster yang bisa menengahi para pasien manula tersebut jika mereka ribut." Puji suster Olivia.
"Hei...hei...jangan engkau coba rekrut suster Jeanny ke bagian manula. Dia ditempatkan di bagian anak-anak." Ucap suster Janet.
"Iya...iya...tapi bolehkan saya pinjam dia....Ohohoho." Sindir suster Olivia.
"......" Suster Jeanny hanya diam saja mendengar pujian dan sindiran rekan susternya.
__ADS_1
Jeanny tidak menyadari jika penyamarannya sebagai suster akan ketahuan oleh Ratu Victoria.