
Semua ini bermula sebagai lelucon setelah kejadian di gentleman club, Carlton club. Duke John menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ibu dan adik perempuannya saat di pulang ke rumahnya.
Nyonya Constanza dan nona Diana sangat marah mendengar kejadian tersebut. Entah dari mana mulanya, terbesit ide tidak masuk akal dari Nyonya Constanza untuk mendandani John mirip wanita. Diana, adik perempuan John, juga terpengaruh dan mendukung ibunya. John sendiri tidak berdaya melawan sang ibu dan adik perempuannya.
"Sebaiknya abang John menurut saja. Semuanya akan baik saja....Fufufufu" Diana mendekati John sambil memegang peralatan rias wanita di kedua tangannya.
"Hei...hei..hei, tunggu dulu Diana. Engkau mau apakan abangmu ini!!!"
"Ara..ara. John sweety, sebaiknya engkau menyerah saja. Ibu hanya ingin mencoba seperti apa penampilanmu jika mengenakan pakaian ini." Nyonya Constanza memojokkan John sambil membawa sebuah gaun wanita.
John menyadari saat itu juga bahwa sesuatu dalam hidupnya akan berubah jika dia menuruti keinginan ibu dan adik perempuannya. Tetapi, John sendiri ada keinginan untuk membalas ejekan teman-temannya atau membuat mereka berhenti mengejeknya bahwa wajahnya mirip wanita. Pada akhirnya, John menyerah dan pasrah menuruti keinginan keluarganya.
Malam itu, lahirlah karakter Duchess Jeanny di kamar nona Diana. Hampir empat jam Diana merias wajah, menambahkan wig silver, memanikur jari-jari dan memoleskan cream hingga seputih susu. Sementara nyonya Constanza membantu anaknya mengenakan pakaian dalam wanita, korset, blouse, gaun dan sepatu. Keduanya tampak menikmati mengerjakannya daripada memikirkan perasaan John.
"Fuhhh....akhirnya selesai juga. Aku bangga dengan keahlianku ini" Diana puas dengan hasil kerjanya.
"Ohohoho....saya sudah menyangka engkau pada dasarnya bisa berpenampilan seperti ini. Sudah lama sekali saya ingin melakukan kegiatan ini." Ungkap nyonya Constanza.
"????"
John sendiri selama proses make up, manikur, gaya rambut dan creaming hanya menutup kedua matanya dan membiarkan keluarganya melakukan sampai puas.
"Baik, silakan abang sendiri lihat hasilnya."
Saat John membuka kedua matanya, terlihat seorang wanita cantik berambut perak (silver), wajahnya sangat cantik, kulitnya putih susu mempesona, bibirnya dihias lipstik merah muda sangat menggoda, mata violetnya tajam tapi menarik, badannya ramping. Wanita tersebut berbusana sangat elegan dengan latar belakang lampu-lampu kamar nona Diana.
"HAAAAAAHHH!!!!!!" John sangat terkejut menyadari siapa sebenarnya wanita cantik tersebut.
__ADS_1
"Ohohohoho...ibu juga terkejut saat Diana mengerjakan hasil akhirnya. Engkau benar-benar anakku." Sindir nyonya Constanza.
"Fufufufu....ibu ini saja belum selesai. Kita masih punya pekerjaan besar." Ungkap Diana.
John langsung berkeringat dingin dan merinding mengantisipasi rencana apa yang ada didalam pikiran ibu dan adik perempuannya. Maka selama seminggu penuh dia melalui berbagai pelajaran tentang tata krama kaum wanita aristokrat Inggris.
#############
Banyak peristiwa terjadi selama sebulan semenjak kehadiran Duchess Jeanny di publik dan kalangan aristokrat Inggris.
Tetapi paling berkesan bagi John adalah saat Duchess Jeanny menghadiri perayaan Jubilee emas kerajaan Inggris dan pesta dansa yang diselenggarakan di istana Buckingham.
Saat hadir disana bersama Earl Peter Falmouth. John melihat bagaimana teman-teman yang pernah mengejeknya di Carlton club berebutan untuk berkenalan dan berdansa dengan Duchess Jeanny. Terutama Duke Robert, Viscount Edward dan Baron Thomas.
Saat Duchess Jeanny berkenalan dengan Duke Robert. Sang Duke tampak kikuk dan salah tingkah seperti kehilangan wibawanya didepan seorang wanita cantik aristokrat. Jeanny dengan sengaja mendekati Robert dan mengajaknya berdansa seakan-akan dia telah mengenal Robert sebelumnya. Akibatnya Duke Robert dicurigai oleh nona Helen, tunangannya.
Terakhir, saat Duchess Jeanny berkenalan dengan Baron Thomas, satu-satunya teman John yang masih bachelor status. Thomas tampak kikuk dan tidak percaya diri berkenalan dengan wanita aristokrat secantik Jeanny. Mereka berdansa dengan anggun dan sekali lagi menjadi perhatian para tamu lainnya. Jeanny menjadi pusat perhatian saat berdansa dengan Earl Peter, Pangeran Williem dan Baron Thomas. Saat selesai dansa, Thomas merasa lebih percaya diri.
Beberapa waktu kemudian, Duke John kembali bertemu dengan Duke Robert, Viscount Edward dan Baron Thomas.
Robert perlu waktu lebih dari tiga minggu untuk menyakinkan nona Helen bahwa Duchess Jeanny mengetahui Robert melalui sepupunya John. Pada akhirnya, nona Helen memaafkan Robert. Sang Duke pun menyadari sikap nona Helen ini karena Helen tulus menyukai Robert.
Viscount Edward bahkan menceritakan bagaimana nona Adelaide sekarang lebih perhatian terhadapnya dan tidak mengharapkan apa-apa selain perhatian Edward.
John pun merasa lega mendengar bahwa Baron Thomas akhirnya lebih percaya diri hingga akhirnya bisa berkenalan dan berpacaran dengan nona Hanna dari keluarga Marquis Addington.
#########
__ADS_1
Keberadaan Duchess Jeanny sebenarnya tidak terlalu buruk atau merugikan bagi John. Dia bisa memberi balas dendam, pelajaran dan membantu teman-temannya dalam bersosialisasi dengan kalangan wanita aristokrat lainnya.
Tetapi, penderitaan John terkait keberadaan Duchess Jeanny tidak bisa berhenti begitu saja. Jeanny tidak bisa semata-mata menghilang dari publik. Terutama, karena Ratu Victoria dan Pangeran consort Albert sekarang ikut memperhatikan Duchess Jeanny.
\Tok...tok...tok////
Nona Diana mengetuk pintu kamar John saat John merenungkan tentang Jeanny di kamarnya.
"Permisi, saat ini Earl Peter dan Countess Angelica baru tiba di rumah kita. Mereka berdua ingin bertemu dengan Duchess Jeanny. Ibu sedang bersama mereka saat ini." Ungkap Diana sambil memegang kotak rias ditangannya.
John hanya bisa pasrah dan mempersilahkan Diana mempersiapkan Duchess Jeanny. Sejam kemudian Duchess Jeanny dengan anggun dan ramah menemui para tamunya.
\EEEEEHHHHHH!!!!!////
"Selamat Abang Peter. Saya juga ikut bahagia sekali." Sambut nona Diana.
"Ibu dan Ayahmu pasti sangat bahagia. Mereka akhirnya bisa pensiun dan menurunkan gelarnya kepadamu, Peter." Nyonya Constanza terharu.
Sore itu, keluarga Duke Marlborough gempar dan bahagia mendengar langsung bahwa Earl Peter dan Countess Angelica secara resmi bertunangan. Angelica bersikeras ingin Duchess Jeanny menjadi kakak perempuan pendampingnya saat ke pelaminan acara pernikahan.
"Kakak Jeanny. Puji aku. Semua ini demi aku bisa selalu dekat dengan kak Jeanny." Angelica memegang tangan Jeanny sambil bersinar-sinar.
"......"
Sang Duchess hanya tersenyum senang dan bahagia kearah pasangan Peter dan Angelica.
Satu alasan lagi bagi John untuk mempertahankan Duchess Jeanny lebih lama lagi.
__ADS_1