
Para petinggi militer Inggris yang hadir terkejut mendengar perkataan Duchess Jeanny bahwa para prajurit The Queen's Own Rifles of Canada (QOR) belum siap untuk ditugaskan di wilayah Kanada yang luas dan liar. Jendral Brown tampak keberatan mendengar jawaban sang Duchess.
"Saya keberatan mendengar perkataan anda, Yang Mulia Duchess Jeanny. Mohon ralat perkataan anda." Bantah Jendral Brown.
"Saya tegaskan kembali. Para tentara ini masih belum siap menghadapi alam Kanada yang luas dan liar!" Tegas Jeanny.
Duchess Jeanny melihat para perwira militer masih ragu karena mereka melihat Jeanny sebagai seorang wanita.
"HEI....engkau Kopral, pinjam senapanmu." Teriak sang Duchess.
Jeanny dengan sigap menerima, mengisi, mengokang dan mengarahkan senapan yang diterimanya dalam waktu lima detik layaknya tentara veteran. Semua tentara melihat ke arahnya.
"Komandan...berapa jarak efektif para tentara ini menembak?"
"Mereka menembak efektif sekitar 500 meter, Yang Mulia Duchess." Jawab perwira pelatih.
Jeanny membidik sasaran paling jauh di arena menembak dengan jarak 1200 meter (1 mile) tanpa bantuan teleskop/teropong sniper. Dia menahan napas, diam dan menembak senapan Le-Enfield Mark I yang dipegangnya.
\DOR....Clack....DOR....Clack....DOR....Clack....DOR....Clack.////
Satu persatu sasaran tembak tertembus peluru dari senapan Duchess Jeanny. Semua tepat sasaran tanpa ada yang luput. Semua perwira militer yang melihat kagum mengetahui kemampuan menembak sang Duchess.
"God Lord....semua sasaran tertembak tepat sasaran." Ucap seorang perwira yang melihat pakai teropong.
"Bloody bastard....aku belum pernah melihat seorang wanita bisa menembak seperti ini." Ujar perwira lainnya.
Sang Duchess melihat kearah para perwira petinggi militer tersebut setelah selesai menembak. Aura Jeanny mirip seorang sersan pelatih yang sedang marah kepada tentara bintara.
"Nah....tuan-tuan, sekarang mari kita berbincang tentang pasukan yang akan dikirim ke Kanada."
\BAIK, YANG MULIA DUCHESS!!!////
#########
__ADS_1
Kunjungan Duchess Jeanny yang semula hanya sehari menjadi satu minggu penuh. Jeanny yang merasa ini akan terjadi membawa pakaian ganti dan pakaian penunggang kuda. Dia juga minta diijinkan menginap di fort Hereford untuk mengawasi pelatihan secara langsung.
Para perwira dan prajurit kesatuan The Queen's Own Rifles of Canada (QOR) mulai menghormati dan segan kepada Duchess Jeanny setelah sang Duchess menunjukkan kemampuan menembak senapan di hadapan semua orang.
\Semua wanita di Kanada sudah biasa memegang senapan sejak kecil dan ikut aktif berburu di alam liar. Kalian bisa ditertawakan jika kemampuan menembak kalian seperti ini!////
Dipandu dan diawasi Jeanny, para perwira kesatuan mulai mengganti struktur latihan dan logistik kesatuan dari formasi infantry menjadi kavaleri berkuda. Jendral Brown terutama sangat antusias mereformasi pasukan versi Duchess Jeanny ini.
\Harap diingat, Kanada itu negeri besar dan luas dimana jarak kota atau desa berjarak antara dua hari atau seminggu perjalanan sehingga logistik, angkutan dan kemampuan bertahan hidup lebih penting.////
Pada pagi hingga siang hari, Duchess Jeanny mengawasi latihan berjalan lintas alam dan berbaris menembus pedalaman Skotlandia. Sementara pada sore dan malam hari, Jeanny berkumpul dengan para perwira menulis panduan tentang kemampuan bertahan hidup, membangun perlindungan sementara, pengaturan logistik, pembagian angkutan dan peraturan disiplin saat bertugas di pedalaman Kanada.
"Harap diingat bahwa setiap kesatuan kompi perlu xxx logistik sementara setiap batalyon perlu xxxx logistik. Faktor cuaca juga mempengaruhi pergerakan pasukan...." Jeanny memberi panduan kepada perwira yang berkumpul di sekelilingnya.
Reputasi Duchess Jeanny juga semakin meroket diantara para tentara. Mereka bahkan ada merasa menyesal kenapa Jeanny dilahirkan sebagai wanita bukan pria.
\Latihan kali ini cukup berat dan menantang. Tapi belum pernah aku merasa sesenang ini ikut latihan. Tidak ada batas waktu, tidak ada sumpah serapah, tidak ada halang rintangan, hanya lintas alam dan berkemah di alam liar.////
\HAHAHAHAHA.....tapi sebelum itu kita harus mati dahulu, Piet!////
\Diam kau, Carl!////
\HAHAHAHAHAHAHA.////
#########
Lima hari kemudian, Duchess Jeanny melihat langsung latihan terakhir kesatuan The Queen's Own Rifles of Canada (QOR) sebelum dia kembali ke London. Semua perwira dan tentara menjadi lebih sigap, percaya diri, mahir mengendarai kuda, dan cekatan menghadapi segala situasi dan medan.
Saat latihan praktek menembak rata-rata akurasi tembakan para tentara meningkat hingga 800 meter.
Jeanny juga menuliskan buku panduan kasar cara bertahan hidup dan tinggal di Kanada atau Eropa timur berdasarkan pengalaman Duke John. Buku panduan tersebut disusun bersama para perwira militer lainnya. Diputuskan juga seorang ilustrator membuat gambar-gambar instruksi di buku panduan untuk memudahkan para tentara yang belum bisa baca atau tulis.
__ADS_1
Para tentara dari kesatuan The Queen's Own Rifles of Canada merasa sangat beruntung menjadi pasukan Inggris yang menerima pelatihan dan panduan seperti ini. Mereka jadi merasa lebih siap bertugas di Kanada.
\Duchess Jeanny, terimakasih kunjungan dan bimbingan anda. Kami akan melindungi wilayah anda dan negeri Kanada dengan segenap jiwa raga kami.//// Ungkap Jendral Brown.
\HORMAT SENJATA!!!.....SIAP GERAK!!!....HIDUP DUCHESS JEANNY!!!....HURA....HURA!!!!////
\HURA....HURA....HURA!!!!////
Kereta kuda Duchess Jeanny meninggalkan fort Hereford dengan diikuti sorak-sorak para tentara dan perwira kerajaan Inggris.
#######
Keesokan harinya di London, Duchess Jeanny langsung berkunjung ke istana Buckingham untuk memberi laporannya kepada Ratu Victoria sesuai janjinya.
"Yang Terhormat Duchess Jeanny. Yang Mulia Ratu Victoria dan saya mewakili angkatan bersenjata kerajaan sepakat untuk memberikan medali kehormatan ini atas jasa anda selama berkunjung ke fort Hereford."
Alih-alih hanya pertemuan biasa, Jeanny dikejutkan oleh kehadiran Lord Richard Birmingham, menteri pertahanan kerajaan Inggris, yang menganugrahkan medali Order of the Bath kepada Duchess Jeanny atas ide buku panduan ilustrasi yang disusun sang Duchess bersama para perwira militer di fort Hereford.
"Duchess Jeanny, saya tidak tahu apa yang engkau lakukan selama kunjungan tersebut. Tetapi para perwira militer di fort Hereford memberikan laporan yang memuji luar biasa atas perhatian anda kepada pasukan kita." Ratu Victoria terkesan.
"Benar Yang Mulia Ratu, bahkan salah satu laporan menuliskan bahwa para perwira dan bintara bersedia mengorbankan jiwa dan raga mereka demi mengikuti Duchess Jeanny. Menajubkan." Ungkap Lord Richard Birmingham.
"Ummm...anda melebihkan semua ini. Saya hanya membantu mereka berdasarkan pengalaman saya saat tinggal di Kanada." Jeanny merasa malu.
########
Kemampuan menembak Duchess Jeanny mencetuskan gerakan untuk penerimaan kaum wanita di angkatan bersenjata kerajaan Inggris dan Kanada yang baru bisa terbentuk saat perang dunia ke-1 dan berkembang luas saat perang dunia ke-2.
__ADS_1