Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Chapter 4 Duchess Dipanggil ke Istana


__ADS_3

Seminggu telah berlalu sejak kejadian penangkapan kelima pria muda bangsawan tersebut. Tajuk berita di koran London telah berganti dari berita tentang Duchess Jeanny menjadi berita tentang persiapan perayaan jubilee emas kerajaan Inggris bulan depan.


Semua warga Inggris, terutama masyarakat London, antusias menyambut acara tersebut. Tapi bagi kaum aristokrat dan elit, perayaan jubilee emas dan acara pesta dansa kerajaan Inggris tahun ini lebih istimewa. Kaum bangsawan, terutama para pria, antusias hadir di acara tersebut untuk melihat, bertemu dan berkenalan dengan Duchess Jeanny yang dikabarkan sangat cantik, anggun dan misterius.


Popularitas Duchess Jeanny meroket sejak kehadiran pertamanya di departemen store Fenwick. Ditambah berita peristiwa pemaksaan oleh para pria bangsawan di acara desa Watergate mengundang banyak simpati dan empati kepada Jeanny.


Tetapi saat publik London terkesima oleh penampilan dan rumor tentang Duchess ini. Jeanny sendiri sedang mengalami krisis pribadi.


Tiga hari lalu sebuah surat tiba di kediaman Duke Marlborough. Surat tersebut bersifat resmi dan ada cap lambang keluarga kerajaan Inggris.


Isi surat menyebutkan undangan pribadi dari penguasa tahta Inggris saat itu, Ratu Victoria. Sang ratu ingin bertemu dengan Duchess Jeanny secara pribadi. Dan ini adalah sebuah perintah daripada permohonan sehingga tidak bisa ditolak.


"Kenapa Yang Mulia Ratu sampai tahu kabar tentang Jeanny?" Nyonya Constanza panik.


"Bagaimana ini? Kita tidak mungkin menolak undangan ini." Diana khawatir mengetahui kabar ini.

__ADS_1


"Tenang semuanya. Jika dipikir Yang Mulia Ratu pasti punya rencana terkait Jeanny." Jawab Lord Wallace.


"Apa ayah atau ibu bisa meyakinkan Yang Mulia Ratu tentang Jeanny?" Tanya Diana.


"Bagaimana jika saya bertemu beliau sebelum hari pertemuan dengan Jeanny. Ayah juga bisa berbicara dengan suami Ratu saat rapat di parlemen."


"Baiklah. Saya usahakan meyakin Yang Mulia Ratu lewat suaminya. Ibu juga saat bertemu Ratu juga bersiap, bukan, HARUS BISA menyakinkan beliau tentang Jeanny."


Duchess Jeanny hanya bisa duduk terbengong mengamati keluarga Duke Marlborough merencanakan semua didepannya. Dia tidak menyangka semua ini telah berkembang diluar antisipasinya.


#########


"Selamat datang di istana Buckingham, Duchess Jeanny. Mari silakan saya pandu anda bertemu Yang Mulia Ratu." Sambut head butler istana.


Jeanny mengikuti head butler istana dengan sopan. Setiap maid dan butler yang berpapasan memberi hormat secara formal. Jeanny dan head butler istana berjalan melewati koridor istana hingga sampai kesebuah ruangan dengan pintu besar.

__ADS_1


"Ruangan berikut ini adalah ruang kerja Yang Mulia Ratu Victoria. Saat ini beliau sedang bertemu dengan suami istri Duke Marlborough senior (orang tua Duke John). Silakan tunggu di sofa ini sementara saya memberitahukan kedatangan anda." Ungkap head butler istana.


Kemudian head butler istana mengetuk pintu dan masuk ruangan tersebut sementara Jeanny menunggu dengan gelisah.


Dua menit kemudian, head butler istana membuka pintu besar tersebut dan mempersilahkan Duchess Jeanny masuk ke ruangan tersebut.


"Silahkan masuk Duchess. Yang Mulia Ratu telah menunggu anda." Kata head butler istana.


Duchess Jeanny masuk ruangan tersebut dengan sopan. Di dalam ruangan, pasangan Duke Marlborough senior, lord Wallace dan nyonya Constanza, duduk di sofa sementara Ratu Victoria duduk dibalik meja kerjanya.


"Hormat saya kepada Yang Mulia Ratu Victoria. Semoga anda sejahtera dan panjang umur." Jeanny langsung memberi hormat secara formal kepada Ratu Victoria.


Ada keheningan selama beberapa saat. Semua orang diruangan itu heran kenapa Ratu Victoria diam saja.


Berlahan air mata membasahi pipi Ratu Victoria. Sang ratu menangis didepan Duchess Jeanny. Kemudian menghampiri dan memeluk lembut Jeanny.

__ADS_1


"Anastasia.....cucu kesayanganku. Akhirnya kau kembali kepadaku. Nenek sangat merindukanmu." Ungkap Ratu Victoria.


\\EEEHHH//// Semua orang didalam ruangan terkejut mendengar kalimat Ratu Victoria.


__ADS_2