Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Episode 11 Duchess berhadapan dengan Countess


__ADS_3

Seorang wanita muda aristokrat tiba-tiba mencegat Duchess Jeanny di teras.


"Saya Countess Angelica Verdant. Hubungan anda dengan Earl Peter Falmouth tampaknya lebih sekedar dari sepupu semata."


Duchess Jeanny melihat Countess Angelica yang berjalan mendekat. Dia melihat Angelica seumur dengan sepupunya, Peter. Rambutnya pirang ditata panjang lurus. Matanya biru dan tajam. Wajahnya di make up cantik dan memakai lipstik merah. Countess Angelica mengenakan gaun dansa berwarna hijau muda dan putih perak. Secara keseluruhan Angelica tampak cantik dan anggun layaknya wanita aristokrat Inggris.


Tetapi, Countess Angelica langsung menunjukkan sikap bermusuhan saat berkenalan dengan Duchess Jeanny. Angelica tampak seperti tipe wanita yang ingin dihindari oleh John atau Jeanny. Sikapnya angkuh, tinggi hati, mudah iri hati atau tersinggung jika ada wanita lain yang lebih cantik atau populer darinya.


"Countess Angelica. Perkenalan, saya Duchess Jeanny Ontario. Saya dan Earl Peter hanya saudara sepupu. Tidak lebih atau kurang." Jeanny memperkenalkan diri.


"Hah...tidak mungkin semudah itu anda mengelabui saya, Duchess Jeanny. Saya kenal Earl Peter sejak dia sekolah. Beliau tidak punya kerabat wanita seperti anda. Duchess Jeanny, anda pasti berusaha menarik perhatian dan merayu Earl Peter." Tuduh Countess Angelica.


Jeanny hanya diam kemudian tersenyum kearah Angelica. Dia merasa ada sedikit rasa cemburu atau permusuhan dari sang Countess karena mungkin Angelica menyukai atau menaruh perhatian kepada Earl Peter. Bukan karena iri hati atau tersinggung karena kepopuleran Duchess Jeanny.


"Maafkan saya jika membantahnya. Tapi Earl Peter adalah sepupu pria yang paling saya percayai selama ini. Tidak ada niat dari saya untuk menjerumuskan beliau." Bantah Jeanny.


"Earl Peter adalah pria yang saya sukai saat di sekolah dahulu. Tidak mungkin beliau tiba-tiba menyukai gadis lain. Saat di sekolah dahulu Lord Peter juga pernah menyatakan cintanya kepada saya." Ungkap Angelica.


Duchess Jeanny yang mendengarkan perkataan Countess Angelica merasa senang bahwa masih ada seorang wanita yang menyukai Peter, sepupu jauhnya. Dia berjalan mendekati Angelica untuk meralat perkataan sang Countess. Tapi Angelica salah paham mengartikan maksud Jeanny.


"Jangan pegang aku, kau wanita ******!!" Countess Angelica menepis tangan kanan Duchess Jeanny yang kebetulan memegang gelas.


\\Crash////


Gelas tersebut jatuh dan pecah. Ada pecahan gelas tersebut yang hampir melukai Jeanny.

__ADS_1


"Sabar Countess. Dengarkan penjelasan saya." Duchess Jeanny berusaha menenangkan Angelica.


"Aku ingin kau berhenti mendekati dan bersama Earl Peter. Atau aku akan....." Cerca sang Countess.


"ATAU AKU APA???" Peter tiba-tiba muncul dari dalam aula dan terlihat sangat marah.


Peter melihat Duchess Jeanny, sepupu wanitanya, sedang bertengkar dengan wanita lain. Dia mengenali wanita tersebut sebagai nona Angelica Verdant, bekas teman satu sekolahnya dahulu. Gadis yang pernah di taksir dan pernah mempermalukan Peter saat di sekolah. Sekarang dia kembali melihat secara langsung Angelica berusaha melukai Jeanny.


"EARL PETER....saya hanya bermaksud memperingatkan Duchess Jeanny supaya jangan menipu anda." Angelica berdalih.


"Nona Angelica, sampai dimana engkau berusaha mempermalukan saya. Dahulu saat di sekolah saat semua murid menertawakan saya karena mendengar pembicaraan kita berdua, engkau hanya diam saja." Ucap Peter.


"Dengarkan saya, Lord Peter. Maafkan saya saat itu tidak berkata apa-apa. Saat itu, saya merasa malu jika saya mengakuinya jadi saya memilih diam."


"Saya merasa bersalah ketika memikirkan kejadian tersebut kembali. Saat pulang dirumah saya merenungkan dan menyadari perasaan saya kepada anda, Lord Peter." Lanjut Angelica.


"Eh...ah....tunggu Lord Peter. Sebaiknya anda mendengarkan alasan Countess Angelica."


Peter hanya diam dan tetap menarik lengan Jeanny. Sang Duchess hanya bisa mengikuti Earl Peter.


"AKU JUGA MENYUKAIMU PETER FALMOUTH!!!" Angelica dengan sekuat tenaga berteriak mengungkapkan isi hatinya tapi suaranya tertelan musik dan keramaian pesta dansa.


Countess Angelica jatuh terduduk dan menangis. Dia menyadari perbuatannya salah dan ingin memperbaiki hubungannya dengan Peter. Tetapi, pendekatan Angelica kali inipun mengundang kemarahan Peter.


"Huuhuuhuuhuuu.....Snif..Snif......Huuhuuhuuhuu" Angelica menangis.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara seorang pria didekatnya.


"Nona...Apa anda tidak apa-apa?" Tanya pria tersebut.


Countess Angelica langsung menenangkan dirinya dan kembali tegar. Dia tidak ingin orang lain melihat penampilan dia seperti ini.


"Maafkan saya...terimakasih perhatian anda. Saya baik-baik saja."


Pria tersebut menawarkan sapu tangannya kepada Angelica yang diterima dengan sopan oleh sang Countess.


"Sejujurnya. Saya juga menyukai Duchess Jeanny Ontario. Sama seperti anda menaruh hati kepada Earl Peter Falmouth, nona." Pria tersebut mengungkapkan maksudnya.


"Apa maksud anda mengatakan hal tersebut kepada saya?" Ucap Countess Angelica curiga.


"Perkenalkan saya Pangeran Williem Huis van Oranje-Nassau dari kerajaan Belanda. Senang berkenalan dengan anda." Ungkap Pangeran Williem.


"Yang Mulia Pangeran, maafkan kelancangan saya." Angelica langsung membungkuk hormat kepada pangeran Williem.


"Tidak apa-apa nona. Kelihatannya anda tidak mungkin kembali ke dalam aula dansa dengan penampilan seperti ini. Bagaimana jika ada anda mendengarkan satu atau dua kata dari saya tentang Duchess Jeanny."


"Saya mendengarkannya Yang Mulia...." Countess Angelica mendengarkan pendapat pangeran Williem.


Saat Duchess Jeanny dan Earl Peter menghadiri pesta dansa, Countess Angelica dan Pangeran Williem membahas cara untuk mendapatkan perhatian Jeanny.


###########

__ADS_1


Pada akhirnya perayaan Jubilee emas kerajaan Inggris berlangsung lancar dari awal hingga akhir. Duchess Jeanny berdansa dengan Duke Robert, Earl Dean, Count Reagen, Viscount Edward dan Baron Thomas. Sementara Earl Peter didekati banyak wanita aristokrat yang ingin berkenalan dan berdansa dengannya.


Duchess Jeanny kembali ke kediaman keluarga Duke Marlborough tanpa menyadari ada pihak yang berencana untuk mempengaruhi hidupnya.


__ADS_2