Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Chapter 30 Duchess terlibat salah paham lagi


__ADS_3

Saat Earl Peter dan Duchess Jeanny tiba di gedung opera London. Countess Angelica yang penggemar acara opera melihat mereka berdua. Penampilan Jeanny yang cantik, menawan dan menggoda sore itu bersama Earl Peter membuat Angelica marah. Kemarahan sang Countess semakin besar saat melihat betapa mesra Duchess Jeanny menggenggam erat-erat lengan Peter seperti kekasih.


"Jeanny....engkau lagi-lagi merayu Earl Peter dihadapan semua orang. Dasar wanita ******!!"


"Tunggulah Peter, saya kali ini akan menegur wanita keparat itu dan menyelamatkanmu dari sihirnya." Ungkap Countess Angelica.


#########


Pada saat bersamaan, pangeran Williem yang mendapat informasi bahwa Duchess Jeanny menghadiri pertunjukan opera malam ini juga hadir saat Jeanny dan Peter tiba di gedung opera London.


"Ohhh....Duchess cantikku. Engkau sungguh memukau malam ini. Penampilanmu benar-benar sempurna dan menggoda. Seandainya saja aku yang mendampingimu malam ini...hmmm...hmmm." Ungkap pangeran Williem.


Kemudian pangeran Williem melihat bagaimana sang Duchess mendekap lengan Earl Peter karena kedinginan. Semula Williem cemburu melihat mereka tetapi kemudian menyadari Jeanny tersiksa kedinginan karena gaun malamnya.


"Ohoo....rupanya engkau tidak tahan dingin malam ini, Duchess cantikku. Tunggulah, saya akan bawakan minuman hangat untukmu nanti." Sang Pangeran menemukan alasan untuk bertemu Duchess Jeanny.


#########


Beberapa waktu kemudian setelah Earl Peter keluar dari booth opera. Seseorang mengetok pintu booth opera kekuarga Matsumoto.


\Tok...tok....tok....tok////


Lady Diana mengintip di pintu dan melihat pangeran Williem bersama seorang waiter membawa satu set teh panas.


"Selamat malam my Lady. Saya membawa teh herbal panas untuk Duchess Jeanny dan keluarga. Jika diperkenan kami hanya menaruh teh ini dan tidak ingin mengganggu sang Duchess." Ungkap sang Pangeran.


"Ohhh...my. Tentu saja kehadiran anda tidak mengganggu kami. Kami berterimakasih atas pengertian Yang Mulia Pangeran." Diana langsung membuka pintu dan mempersilahkan pangeran Williem masuk bertemu Jeanny.


Semula Jeanny terkejut dan segan melihat ada pria lain selain Peter masuk tetapi begitu dia melihat teh panas dihidangkan sang Duchess langsung berubah pikiran dan menerima sang Pangeran dengan senang.


"Oho....dugaan saya tepat membawakan teh herbal ini. Saya melihat Duchess Jeanny kedinginan di saat masuk gedung opera." Pangeran Williem memperhatikan Jeanny meminum teh yang dibawakannya.


"Ohohoho....terimakasih atas perhatian Yang Mulia Pangeran. Teh ini sungguh nikmat. Bolehkah saya mengetahui apa nama teh ini?....."  Jeanny mengobrol dengan Williem.


Beberapa waktu kemudian sang Duchess merasa dia harus ke restroom juga. Jeanny juga ingin tahu kenapa Earl Peter lama belum kembali.


"Ummm...maafkan saya. Tapi saya ingin ke restroom. Mohon diperkenankan jika saya pergi sebentar."


"Ijinkan saya menemani anda. Duchess Jeanny." Pangeran Williem menawarkan dirinya untuk menemani sang Duchess.


"Saya juga akan menemani kakak Jeanny." Lady Diana juga ingin ikut.


#########


Mereka bertiga meninggalkan Lady Izumi sendirian di booth keluarga Matsumoto. Izumi tidak keberatan karena dia sedang menikmati pertunjukan opera.


Saat tiba di depan ruang restroom gedung opera. Duchess Jeanny melihat Earl Peter masih dikepung oleh para pengunjung pengagum sang Duchess. Jeanny langsung membantu sepupunya.

__ADS_1


"Sepupu Peter....engkau kemana saja. Saya kesepian tidak ada yang menemani saya." Ungkap Jeanny.


\DUCHESS JEANNY!////


"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya. Mohon ijinkan sepupu saya, Earl Peter, diberi kebebasan. Anda bisa langsung bertanya kepada saya jika anda ingin sesuatu. Jika seperti ini lagi saya TIDAK akan mau hadir ke acara opera bertemu anda sekalian." Ungkap sang Duchess sambil tersenyum memberi nada ancaman kepada semua pengunjung yang hadir di tempat itu.


Seketika itu para pengagum Duchess Jeanny merasa merinding dan langsung membubarkan diri seperti merpati berterbangan ke semua penjuru arah.


\Uwaaaa....Duchess Jeanny. Beliau marah. Wanita cantik jika marah walau hanya tersenyum terlihat aura sadisnya////


\Wow....sang Duchess bisa marah seperti itu. Saya juga ingin bisa tersenyum seperti beliau.////


Setelah semua pengagum sang Duchess membubarkan diri. Earl Peter langsung menemui Jeanny, Lady Diana dan pangeran Williem.


"Maafkan saya sepupu Peter. Saya tidak tahu engkau mengalami hal seperti ini lagi." Jeanny memohon maaf kepada Earl Peter.


"Tidak...tidak apa-apa sepupu Jeanny. Saya malah berterimakasih atas bantuan engkau. Ohhh...engkau bersama Yang Mulia Pangeran Williem dan Lady Diana." Peter melihat kearah Jeanny lega.


Kemudian Jeanny mohon diri masuk restroom wanita. Lady Diana masuk duluan untuk menyakinkan ruang restroom wanita kosong kemudian sang Duchess masuk dan meluangkan waktunya di restroom.


"Fiuh....akhirnya saya lega bisa tenang seperti ini." Bisik Jeanny mencuci tangannya.


Tiba-tiba seseorang memanggil namanya dan dia melihat Countess Angelica telah mencegatnya didalam restroom wanita.


"DUCHESS JEANNY...akhirnya kita bertemu kembali wanita ******. Saya ingin berbicara dengan anda." Ancam Angelica.


"Saya  ingin anda segera menjauhi Earl Peter Falmouth dan jangan penah mendekati dia lagi. Karena Peter adalah kekasih saya." Ungkap Countess Angelica.


"Aww...saya senang mendengar perhatian anda kepada Earl Peter. Tetapi, saya dan Peter adalah saudara  sepupu. Jika berkenan saya bisa mendampingi anda saat berbicara dengan Peter." Jeanny mencoba berkompromi dengan Angelica.


"Tidak perlu. Saya bisa sendiri dan akan berbicara langsung dengan Earl Peter. Saya tidak butuh bantuan anda." Sanggah Countess Angelica.


"Tunggu Countess Angelica....mohon dengarkan penjelasan saya....Uwaaa!!"


"Apa maksud anda...kyaaa....!!!"


Saat Jeanny berusaha mendekati Countess Angelica tiba-tiba gaun sang Duchess tersandung kemudian dia jatuh menimpa Angelica yang berdiri didepannya. Mereka berdua jatuh ke lantai dengan keras.


########


Di luar ruangan restroom wanita, Lady Diana menunggu dan menutupi pintu masuk agar tidak ada orang yang masuk saat Duchess Jeanny berada didalam ruangan tersebut.


\BRAK!!////


Tiba-tiba terdengar suara keras benda jatuh atau pecah dari dalam ruangan restroom wanita. Lady Diana langsung membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.


"KAKAK JEANY...ada apa?" Panik Diana.

__ADS_1


Ketika Lady Diana masuk ruangan restroom wanita seketika dia melihat Duchess Jeanny telungkup menimpa Countess Angelica. Sang Countess tertimpa dada sang Duchess.


"COUNTESS ANGELICA....anda tidak apa-apa. Maafkan saya!!!" Panik Duchess Jeanny.


"Lady Angelica....bertahanlah!!!" Diana berusaha menolong Jeanny dan Angelica bangun.


Countess Angelica bangun dengan wajah setengah sadar hanya menatap kosong ke arah Jeanny.


"Lembut....besar....bulat." Angelica berbicara tidak jelas.


"!!!!!"


Duchess Jeanny dan Lady Diana langsung panik. Diana dan Jeanny keluar membawa Countess Angelica dibantu Earl Peter dan pangeran Williem menuju ruang kesehatan di gedung opera London.


########


Duchess Jeanny, Earl Peter dan pangeran Williem berkumpul di dalam ruang kesehatan. Mereka semua khawatir terhadap kesehatan Countess Angelica. Lady Diana telah kembali ke booth keluarga Matsumoto untuk menemani Lady Izumi. Beberapa saat kemudian Angelica sadar.


"Uuuuhhhh....kepala saya sakit sekali. Dimana saya?" Tanya sang Countess.


"Maafkan saya. Countess Angelica. Saya tidak bermaksud mencelakai anda." Jeanny langsung meminta maaf.


"Jika bukan karena kebaikan sepupu Jeanny. Saya tidak akan pernah memaafkan anda Countess Angelica!!!" Peter terlihat marah ke arah Angelica.


"Uwaaa....maaf....maafkan saya. Earl Peter. Saya mohon maaf dan ampunan anda...snif..snif..huuhuhuu!!" Countess Angelica mulai menangis.


Duchess Jeanny langsung memeluk hangat Angelica dan melihat dengan marah ke arah sepupu prianya.


"PETER!!...segera minta maaf kepada Countess Angelica. Maafkan juga kesalahan beliau di masa lalu. Saya membenci orang yang pendendam." Ancam Jeanny.


"!!!!!" Earl Peter langsung terkejut mendengar perkataan sepupu wanitanya.


"Maaf....ohhh For God's Sake...MAAFKAN SAYA LADY ANGELICA!! Saya juga telah memaafkan kejadian di masa lalu." Peter meminta maaf kepada sang Countess didepan Jeanny dan Williem.


"Huuhuuhuuhuuu.....Snif..Snif....Duchess Jeanny....HUWAAA!!!" Countess Angelica menangis keras di pelukan Duchess Jeanny.


"......" Earl Peter dan pangeran Williem hanya diam saja melihat Duchess menenangkan Countess Angelica sampai berhenti menangis.


Beberapa waktu kemudian, Countess Angelica telah berhenti menangis dan beristirahat di ruang kesehatan gedung opera London. Angelica tidak bisa melupakan sensasi saat wajahnya tertimpa dada Duchess Jeanny. Dia mengusap-usap wajahnya seperti sedang memakai mascara.


"Duchess Jeanny......belum pernah saya mengalami hal seperti tadi...hmmm....putih....besar....bulat....sempurna...lembut....AHHHH!!" Pikiran Angelica kacau.


"TIDAK....aku mencintai Peter Falmouth...tapi...tapi...jika aku bisa jadi istri Peter maka Jeanny jadi sepupu iparku....aku bisa memeluk kakak Jeanny tanpa segan...fufufufu....ohohohoho." Countess Angelica mendapat pencerahan.


Malam itu, Countess Angelica mengubah tekadnya untuk mendekati dan menikah dengan Earl Peter demi bisa bersama Duchess Jeanny.


 

__ADS_1


 


__ADS_2