Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Chapter 42 Duchess menyaksikan penangkapan besar-besaran


__ADS_3

Jeanny mengintip dari balik tumpukan jerami melihat bagaimana komplotan Wolfgang tersebut tiba-tiba diperintahkan untuk menyerahkan diri. Tetapi salah satu anggota komplotan panik dan mengeluarkan pistolnya.


DOR!!


Orang tersebut rubuh ke tanah. Anggota komplotan lainnya juga ikut melawan hingga terjadi tembak-menembak di depan pintu gudang.


DOR...DOR...DOR...DOR!


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....DOR


Peluru dan bunyi senjata api saling bersahut-sahutan memecahkan keheningan tengah malam. Jeanny melihat dua orang anggota komplotan tertembak di depan pintu gudang. Sisa tiga orang komplotan berlindung di dalam gudang dan berusaha menembaki penyerang mereka.


Jeanny berusaha menahan dan menenangkan Angelica yang panik melihat semua kejadian ini. Sang Countess ingin lari tapi dicegah Jeanny. Tiba-tiba pintu samping gudang didobrak seseorang.


BRAK!!!


DOR....DOR....DOR!!


JATUHKAN SENJATAMU!! JANGAN MELAWAN!!


Tiga orang tentara kerajaan menyerbu lewat pintu samping gudang. Sementara rekan mereka mengalihkan perhatian para penjahat di pintu gudang utama, mereka memutar dan menyelinap membelakangi posisi anggota komplotan Wolfgang kemudian menyerang dari arah tidak terduga. Dua orang anggota komplotan tertembak di dalam gudang dan seorang menyerah.


Jeanny langsung mengenali gerakan serangan samping ini mirip dengan pelatihan yang dia ajarkan kepada kesatuanThe Queen's Own Rifles of Canada (QOR) beberapa waktu yang lalu. Sang Duchess yakin kelompok kedua ini adalah regu penolong.


\Amankan para tersangka. Periksa gudang ini mungkin ada tersangka yang bersembunyi!!////


Komandan regu tentara memberi perintah kepada Bintara kompinya.


"TOMMY....TOMMY....TOMMY!!!" Duchess Jeanny berteriak sekuat tenaganya.


"God Lord!!....Siapa itu?" Tanya komandan regu.


"Dari arah tumpukan jerami itu." Teriak seorang Sersan.


"!!!!!"


"Astaga Duchess Jeanny....anda terluka....petugas medic....MEDIC!!!!" Teriak tentara yang menemukan Jeanny dan Angelica.


Tengah malam hingga menjelang pagi itu, gudang tua itu dipenuhi petugas medic dan tentara yang membantu mengevakuasi Duchess Jeanny. Sang Duchess untuk sementara dibawa ke kediaman Duke Marlborough karena lebih dekat daripada rumah sakit di London.

__ADS_1


Sementara di tempat lain, polisi dan Scotland Yard mengadakan penggeledahan dan penangkapan besar-besaran di wilayah kekuasaan Viscount


Wolfgang.


########


Menjelang pagi di rumah kediaman Duke Marlborough yang sepi. Semua orang masih tidur atau baru bangun. Tiba-tiba terdengar langkah rombongan kuda berlari menuju rumah utama.


Clack....clack....clack....clack


Drap....drap....drap....drap....drap....SRAK!!


"BUKA PINTUNYA....KAMI MEMBAWA DUCHESS JEANNY!!!"


Seorang Sersan dari cavalry pelopor berteriak di depan pintu utama.


"!!!!"


Serentak semua orang di rumah itu bangun dan berlari menuju pintu utama. Saat pintu utama di buka terlihat kereta ambulans telah berhenti di depan rumah utama. Semua orang mengkhawatirkan keselamatan Duchess Jeanny.


Jeanny di tandu keluar dari dalam kereta ambulans oleh empat petugas medic tentara. Dibelakang mereka, Countess Angelica terlihat masih menangis.


"MAIDS....siapkan air panas dan kain perban untuk Duchess Jeanny!!!"


"ASTAGA!!!!....Jeanny apa yang telah terjadi!!!"


"Huaaahhhh.....kakak Jeanny....bertahanlah....uuuhhhaaahhh!!!!"


Sementara teriakan dan tangisan orang-orang terdengar sangat ribut. Jeanny sendiri merasa lelah dan kembali tertidur.


########


Saat Jeanny terbangun kembali dia telah berada di ruangan kamar tidurnya. Nyonya Constanza tampak tidur di dekatnya sambil memegang tangan kiri Jeanny.


Di kejauhan tampak Lord Wallace, perwira tentara, perwira polisi dan dua orang dokter sedang berdiskusi.


Sang Duchess berpura-pura masih tertidur sambil mendengarkan percakapan pamannya dan para perwira tersebut.


"...jadi begitu menurut pengakuan sementara mereka."

__ADS_1


"Saat ini kami telah berkoordinasi dengan kepolisian pusat dan Scotland Yard untuk mengungkap jaringan komplotan ini."


"Besok pagi laporan resmi akan diterbitkan. Yang Mulia Ratu Victoria pasti ingin mengetahui kronologis kejadiannya."


"Saya akan melaporkan secara lisan kepada Yang Mulia Ratu Victoria. Anda sekalian kirimkan laporan resminya ke kantor kementerian saya. Nanti saya akan serahkan kepada beliau." Lord Wallace memberi instruksi kepada para perwira tersebut.


"Baik Duke Marlborough!!"


"Ssstttt!!!!.....kalian jangan berisik. Sang Duchess masih perlu istirahat." ungkap dokter.


"....benar....mari kita keluar dan lanjutkan pembicaraan kita diluar." Lord Wallace mengajak semua orang keluar ruangan tempat Jeanny dirawat.


Beberapa waktu kemudian Duchess Jeanny mengetahui berita bahwa Ratu Victoria begitu marah mendengar kejadian ini. Beliau memerintahkan angkatan darat (Royal Army) dan angkatan laut (Royal Navy) kerajaan Inggris untuk memperketat pelayaran dari China. Ini secara efektif menghentikan perdagangan opium masuk ke benua Eropa.


Viscount Wolfgang dicabut gelar kebangsawanannya dan semua asetnya di sita atas nama kerajaan Inggris. Semua aristokrat yang hadir di pesta masquarade dihukum gelarnya diturunkan satu tingkat.


#######


Jeanny kembali terbangun dan menyadari hari telah kembali gelap. Dia telah seharian tertidur.


Sang Duchess membulatkan tekadnya untuk menuntaskan permasalahan ini untuk selamanya.


Mula-mula dia memeriksa koridor di luar ruangan tempat dia di rawat kemudian Jeanny mengganti pakaiannya. Selanjutnya sang Duchess menyelinap keluar menuju kandang kuda tempat kuda kesayangannya 'Lighting' disimpan.


Duchess Jeanny mengeluarkan kudanya dari kandang kuda dan memasang pelana kuda kemudian dia menaikinya.


"Lighting....aku mengandalkanmu...Hiah!!!" Jeanny mengendarai kuda kesayangannya meninggalkan kediaman Duke Marlborough.


"!!!!!"


"Duchess....duchess Jeanny.....anda mau kemana?"


"Cepat kejar sang Duchess....beliau masih terluka."


"Bagaimana kita bisa mengejar beliau. Duchess Jeanny mengendarai kuda kesayangannya yang paling tercepat di kandang kuda kita."


"Tuan....mustahil kita bisa mengejarnya."


Duke Marlborough dan para pegawai hanya bisa melihat Duchess Jeanny mengendarai kudanya menghilang di kegelapan malam.

__ADS_1


__ADS_2