
John (Anastasia) Marlborough tidak percaya semua yang telah diceritakan ayahnya, Lord Wallace, dan ibunya, nyonya Constanza.
"Saya tidak percaya semua ini. Ayah dan ibu pasti mengarang cerita ini demi menenangkan saya." John tetap membantah.
"Dengarkan saya, John....er....Anastasia. Cerita ini belum selesai. Saya mohon dengarkan cerita ini sampai tuntas." Lord Wallace berusaha mencegah John kabur karena menolak kenyataan tersebut.
John selama ini adalah seorang anak yang patuh dan sayang kepada kedua orang tuanya. Dia menuruti kehendak ayahnya dan tetap duduk mendengarkan kelanjutan cerita tentang dirinya yang sebenarnya.
########
Lord Wallace melanjutkan ceritanya. Sementara nyonya Constanza menyiapkan set pot teh panas untuk di minum bersama.
Saat mereka bertiga, Duke Wallace Marlborough, nyonya Constanza dan John (Anastasia) Marlborough tiba di Inggris. Sang Duke ingin segera melaporkan hasil misinya kepada pemerintah Inggris, terutama Ratu Victoria.
Tetapi saat diajak untuk mengenakan pakaian anak perempuan sang Putri menolak dan bersikeras untuk tetap memakai pakaian anak laki-laki. Selain itu, nyonya Constanza masih tidak ingin berpisah dengan Putri Anastasia yang mirip dengan mendiang anak laki-lakinya.
Duke Wallace dengan berat hati akhirnya memutuskan menunda informasi tentang keberadaan Putri Anastasia sampai sang Putri sembuh dari trauma beratnya atau nyonya Constanza rela melepaskan kenangan anak laki-lakinya.
Beberapa tahun kemudian, nyonya Constanza melahirkan bayi perempuan yang diberi nama Diana Marlborough. Lady Diana seharusnya yang menerima gelar Duke/Duchess Marlborough, tetapi untuk menghilangkan kecurigaan terkait keberadaan John dengan Anastasia maka diputuskan John (Anastasia) didaftarkan sebagai penerima gelar Duke Marlborough junior.
"BENARKAH INI, AYAH?" Tiba-tiba Lady Diana hadir di ruangan tersebut.
Diana yang terbangun mendengar suara berisik dari kamar tidur orang tuanya melihat semua anggota keluarganya berkumpul. Dia menguping pembicaraan antara abangnya, John, dengan ayah dan ibunya.
Dia tidak menyangka kakak laki-lakinya, John, adalah saudara angkat. Lady Diana justru gembira mendengar bahwa kakaknya tersebut bukan seorang pria melainkan seorang wanita. Ditambah lagi, kakak angkatnya adalah seorang Putri Kerajaan.
__ADS_1
"Kakak John....maaf kakak Anastasia. Saya sungguh senang setelah sekian lama saya ingin dan merasa punya kakak perempuan sungguhan akhirnya malam ini semua jadi kenyataan." Sambut Lady Diana memeluk John erat-erat.
"Diana....engkau tidak keberatan dengan semua ini?" Tanya John dipeluk adiknya.
"Tidak kakak. Saya sudah lama merasa kakak sebaiknya dilahirkan sebagai wanita tapi karena saya sayang kakak maka saya diam saja hingga sekarang." Jawab Lady Diana.
"Bisakah saya melanjutkan ceritanya...." Lord Wallace melanjutkan ceritanya sambil didengar semua anggota keluarganya.
Sejak Lady Diana lahir sebenarnya kehidupan keluarga Duke Marlborough berjalan semakin baik. Nyonya Constanza bisa melupakan atas kehilangan anak laki-lakinya. Anak perempuannya bisa meneruskan garis keturunan dan gelar bangsawan keluarganya. Kedua anaknya hidup rukun dan saling mendukung satu sama lain.
Tetapi, John (Anastasia) tetap tidak mengakui dirinya sebagai wanita dari kecil hingga dewasa. Dia bisa beradaptasi sebagai pria dan bahkan diterima sebagai murid pria di sekolah.
Beberapa kali Lord Wallace atau nyonya Constanza berusaha menyisipkan barang-barang feminim diantara peralatan John tetapi gagal total. Akhirnya kedua orang tua John sepakat tidak berusaha lagi mengungkit topik ini.
Beberapa tahun kemudian ide Duchess Jeanny ini muncul setelah John diejek teman-teman aristokratnya. Nyonya Constanza dan Lady Diana memanfaatkan kesempatan ini untuk mengubah diri John (Anastasia) kembali sebagai wanita. Lord Wallace pun juga mendukung rencana ini setelah melihat hasilnya dan merasa ide ini akan berhasil.
"Benar, Yang Mulia Ratu Victoria dan Pangeran consort Albert langsung setuju dengan usul ini." Lord Wallace mengakui dugaan anaknya.
"Selanjutnya semua peristiwa engkau alami hingga saat ini....." Ungkap Lord Wallace menutup cerita sejarah hubungan Putri Anastasia dengan John.
"TIDAK....ini tidak mungkin....aku adalah anak kandung ayah dan ibu!!!" Bantah John (Anastasia) berusaha menolak kenyataan.
"Nak, lihatlah ini....ini semua peninggalan orang tua kandungmu dan identitas yang menyatakan siapa Putri Anastasia." Nyonya Constanza menunjukkan sebuah kotak perhiasan yang didalamnya terdapat beberapa perhiasan dan dokumen.
Salah satu benda yang menarik perhatian John (Anastasia) adalah sebuah perhiasan kalung emas dan perak yang dihiasi sebuah batu permata violet. Ornamen perhiasan tersebut mirip lambang kerajaan Inggris menunjukkan perhiasan ini hanya boleh di pakai anggota keluarga kerajaan.
__ADS_1
"Ahh...itu perhiasan peninggalan ibu kandungmu, Putri Alice. Engkau mengenalinya." Ucap nyonya Constanza.
"TIDAK....ini tidak mungkin. Bagaimana aku bisa mengenali dan mengetahui semua barang-barang ini!!" Ungkap John (Anastasia) panik.
"Tidak....tidak....tidak...." Semakin John (Anastasia) membantah semakin dia yakin semua kebenaran cerita yang diberitahukan kepadanya.
BRAK!!!
Kombinasi kelelahan, guncangan jiwa, keterkejutan dan pembantahan dalam diri John (Anastasia) mengakibatkan dia langsung pingsan di hadapan keluarganya.
"ASTAGA....Anastasia....bertahanlah nak..." Nyonya Constanza panik.
"......kakak....bertahanlah....kakak!!!!" Lady Diana mulai menangis.
"SIAPA SAJA....TOLONG BANTU KAMI!!!!" Teriak Lord Wallace memanggil butler atau maid yang masih bertugas malam itu.
Dalam mimpi Anastasia melihat semua perjalanan hidupnya sebelum bertemu keluarga Duke Marlborough.
Dia melihat sebagai seorang bayi yang sedang digendong seorang wanita dan pria sedang memandanginya dengan penuh kasih sayang.
"Anakku....sayangku....apapun yang akan terjadi engkau adalah penerus keluarga kami. Kami selalu bersamamu." Ungkap wanita tersebut sambil tersenyum.
"Putriku....ayah sangat menyayangimu....jangan engkau terpaku dengan masa lalu....carilah masa depanmu sendiri dan jadikan kami bangga...." Sang pria tampak tersenyum senang dan bangga.
"Tidak....ayah....ibu....kalian mau kemana.....jangan tinggalkan aku sendirian...." Sang Putri panik menangis.
__ADS_1
"Lanjutkan hidupmu Anastasia....kami bersamamu." Kedua orang tua kandungnya memberi nasehat di akhir mimpinya.
Putri Anastasia tertidur lelap dan merasa tenang untuk pertama kali dalam hidupnya.