Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Chapter 2 Munculnya Duchess Jeanny


__ADS_3


Seminggu kemudian. Sebuah kereta kuda tiba di Bond Street, daerah Picadilly, kota London. Kereta tersebut berhenti didepan gedung departemen store Fenwick. Semua orang mengenali kereta kuda itu milik keluarga Duke Marlborough.


Nona Diana, adik Duke John, adalah wanita sosialitas terkenal di kalangan bangsawan wanita Inggris saat itu. Doorman (porter)  membukakan pintu kereta dan mempersilahkan turun tamu di pintu lobby departemen store.


"AHH....WOW." Tetapi kali ini dia terkejut dan diam mematung.


Semua orang teralihkan perhatian mendengar teriakan Doorman tersebut dan melihat ke arah kereta kuda keluarga Duke Marlborough.


Dari dalam muncul dan turun nona Diana dengan anggun dan elegan. Semua pengunjung departemen store Fenwick mengenalnya dan mulai memberi salam kepadanya.


Tetapi, lebih mengejutkan semua tamu di lobby tersebut adalah munculnya seorang wanita muda anggun dan cantik menemani nona Diana. Wanita tersebut keluar dari kereta kuda dengan elegan dan mulai berjalan dengan anggun disebelah nona Diana.


Rambut silvernya sangat memukau. Matanya berwarna violet sangat serasi dengan blouse dan gaun dark blue yang dikenakannya. Bibirnya tipis sangat sensual walau hanya dihias lipstik tipis. Kulitnya putih seputih susu menunjukkan dia dari keluarga aristokrat kelas atas. Badan rampingnya sangat ideal didambakan oleh semua wanita aristokrat Inggris. Semua penampilan wanita tersebut sempurna dimata para tamu dan pengunjung di departemen store Fenwick.


Para tamu pria langsung terpukau melihat wanita tersebut dan ingin berkenalan dengan dia. Sementara para pengunjung wanita sangat ingin berteman dengan wanita tersebut untuk mengetahui gaya hidupnya agar bisa cantik dan anggun seperti wanita itu.


Tetapi mereka menahan diri karena wanita tersebut menemani nona Diana, putri Duke Marlborough, menunjukkan status wanita cantik tersebut sederajat dengan Duke atau bangsawan berasal dari kerajaan eropa lain.


Saat semua orang gelisah, sepasang suami istri, Earl Herbert Pembroke dan istrinya menyapa nona Diana dengan ramah.


"Selamat pagi nona Diana. Bagaimana kabar anda?" Sapa Earl Herbert.


"Apa kabar Earl Herbert dan nyonya. Kami baik-baik saja. Ayah saya sering membicarakan tentang anda." Jawab Diana.

__ADS_1


"Umm...Nona Diana. Bisakah anda memperkenalkan wanita anggun yang bersama anda jika diperkenankan?" Tanya istri Earl Herbert.


Semua orang menahan napas dan mendengarkan dengan seksama ketika pasangan Earl Pembroke menanyakan identitas wanita cantik tersebut.


"Ohh...my. Tentu saja. Perkenalkan Duchess Jeanny, sepupu jauh saya, dia berasal dari keluarga Duke Ontario, Kanada. Saat ini dia sedang berkunjung di Inggris untuk menggantikan ayahnya di pemerintahan kerajaan Inggris." Jawab Diana dengan terus terang.


\WOW....wow...hebat//// Semua orang langsung kagum dan terkesan mengetahui identitas wanita bernama Jeanny dan bergelar Duchess tersebut.


Duchess Jeanny sedikit menunduk malu menghormati pasangan Earl tersebut. Tetapi semua orang melihatnya sebagai etiket tingkat tertinggi dan paling anggun yang pernah mereka lihat. Bahkan pasangan Earl Pembroke merasa sungkan menerima penghormatan tersebut.


"Ohhh...Duchess. Anda tidak perlu sampai menghormati kami seperti ini. Kebangsawanan anda lebih tinggi dari gelar keluarga kami."


"......" Duchess Jeanny hanya diam saja sambil tersipu malu.


"Err...Duchess?"


"Ohhh..my goodness. Sangat luar biasa. Masih sedikit wanita aristokrat Inggris yang fasih bahasa Perancis saat ini. Bahkan bahasa Perancis saya masih kurang sempurna." Istri Earl Herbert malu.


"n'hésitez pas, madame. Vous pouvez toujours apprendre le français." Jawab Duchess Jeanny dalam bahasa Perancis.


\Wow/// semua orang terpukau mendengar suara lembut dan fasih bahasa Perancis Duchess Jeanny.


Istri Earl Herbert sangat tersanjung sampai mematung mendengar suara Duchess Jeanny.


"Kami mohon diri untuk berbelanja. Maaf mengganggu waktu anda, Earl." Diana cepat-cepat menggandeng tangan Jeanny dan mohon diri untuk meneruskan berbelanja.

__ADS_1


"Oh iya...terimakasih. Salam untuk ayah anda." Jawab Earl herbert.


Diana dan Jeanny berbelanja dan berkeliling di departemen store Fenwick dengan diperhatikan oleh semua pegawai, ekskutif, tamu dan pengunjung lainnya. Hari itu menjadi hari sangat spesial untuk departemen store Fenwick karena tamu wanita yang sangat anggun dan cantik. Para pegawai sales menawarkan berbagai accesoris, pakaian, gaun dan topi free-charge untuk dicoba dikenakan Jeanny. Bahkan berbagai produk di boneka manekin pajangan dilepas untuk dicoba oleh Duchess berasal dari Kanada ini.


Jeanny mencoba berbagai set pakaian, topi dan accesoris. Sementara Diana tampak memborong produk yang sangat serasi dikenakan oleh sepupunya. Semua tamu wanita tampak terkesan melihat seorang Duchess memakai suatu produk dan ikut membeli produk yang sama. Sementara kaum pria tidak bisa melepaskan pandangannya kearah Jeanny yang anggun dan cantik.


Setelah puas berbelanja Diana dan Jeanny kembali pulang naik kereta kuda keluarga Duke Marlborough. Saat mereka naik ke kereta semua pengunjung memperhatikan Jeanny sampai kereta kuda berjalan masuk lalu lintas kota London yang ramai.


Sore itu seluruh kalangan Aristokrat dan kaum pria bangsawan di ibukota kerajaan Inggris, London, digemparkan dengan berita kehadiran seorang Duchess dari Ontario, Kanada, yang sangat cantik dan anggun.


Para pria bangsawan yang tidak sempat melihat Duchess Jeanny menanyakan kepada para saksi mata atau teman mereka yang berkunjung ke departemen store Fenwick saat Jeanny berbelanja bersama Diana.


"Oh...wajahnya cantik memukau. Mata violetnya sangat menggoda. Kulitnya putih seperti bulu angsa. Badannya ramping dan pasti sangat seksi jika menggenakan gaun pesta dansa. Bibirnya tampak lembut walau tanpa lipstik." Para pria muda bangsawan atau elit Inggris membayangkan sosok Duchess Jeanny.


"Hidupku pasti tidak pernah bosan jika berpasangan dengannya. Dia benar-benar wanita sempurna." Para pria mulai berkhayal jika mereka bisa berkencan atau menikah dengan Duchess Jeanny.


"Saat aku bisa berkencan dengannya pasti kupeluk erat dan tidak akan kulepaskan dia sampai dia menyerah dan menerimaku. Kemudian aku dan dia berciuman hingga puas. Kubawa dia untuk beristirahat bersama...Hehehe." Pria bangsawan yang mabuk membayangkan bagaimana jika dia bisa meniduri Jeanny.


"Diam kau, pemabuk. Mana mungkin Duchess Jeanny mau dengan pria sepertimu."


"Apa kau bilang!!! Kau menantangku."


Perselisihan dan pengharapan mulai menghinggapi para pria muda bangsawan untuk berkenalan dengan Duchess Jeanny.


Mereka berharap Duchess cantik dari Kanada ini hadir dalam pesta dansa kerajaan yang akan diselenggarakan di istana Buckingham bulan depan.

__ADS_1


 


 


__ADS_2