
Duchess Jeanny pada hari itu memperkenalkan dua kuda yang mewakili wilayah Dukedoom Marlborough dan dua kuda perwakilan Dukedoom Ontario.
Jeanny sudah menunggangi dua kuda pagi itu. Tinggal dua kuda lagi yang masih harus dia tunggangi lagi. Saat dia kembali ke tenda di mana keluarga Duke Marlborough berkumpul langsung disambut oleh Lady Diana.
"Selamat siang kakak Jeanny. Sebentar lagi sesi acara siang akan dimulai. Sebaiknya kakak berganti pakaian. Saya akan bantu kakak ganti baju dan make up." Ujar Lady Diana yang ceria sambil memperlihatkan peralatan make up di kedua tangannya.
"Umm...apa perlu saya berganti pakaian dan make up? saya cukup nyaman dengan penampilan ini." Jeanny berusaha menolak.
"No..no..no, kakak Jeanny adalah seorang 'Lady' dan Duchess. Tentu saja penampilan kakak sangat penting di depan umum. Kakak bisa lihat bagaimana para pria tertarik dengan kakak Jeanny....fufufu." Antusias Lady Diana.
"Diana....saya merasa selama ini saya menjadi mainanmu." Keluh Jeanny.
Lady Diana hanya tersenyum lebar dan mulai mengganti make up sang Duchess untuk acara siang hari.
##########
Sementara itu, Countess Angelica tampak berusaha mendekati tenda tempat keluarga Earl Falmouth. Dia ingin bertemu dengan Earl Peter tetapi di tolak dengan alasan Peter sedang tidak berada di tempat. Saat sang Countess sedang berkeliling mencari Earl Peter, seseorang menyapanya.
"Countess Angelica....apa kabar anda? Terakhir kita bertemu di pesta dansa Jubilee emas. Apa anda masih ingat saya?" Seseorang menyapa sang Countess.
"Yang Mulia Pangeran Williem. Senang bertemu anda kembali. Apa anda juga sedang mencari Earl Peter?" Salam Countess Angelica.
"Sebenarnya saya merencanakan untuk mengalihkan perhatian Earl Peter untuk bisa mendekati Duchess Jeanny. Maukah anda mendengarkan rencana saya?" Ungkap sang Pangeran.
"Saya mendengarkan Yang Mulia Pangeran......" Sang Countess tertarik dengan rencana tersebut.
########
Di tenda keluarga Duke Marlborough, Duchess Jeanny baru selesai di make up oleh Lady Diana. Diana tampak puas dengan hasil make up dan penampilan baru sepupu wanitanya.
Duchess Jeanny sekarang mengenakan pakaian berkuda warna biru, breast tunik merah dan celana pants warna putih serta boot abu-abu. Dia mengenakan topi musim panas warna cream.
__ADS_1
\Permisi Lady Diana, kuda ke-3 untuk Duchess Jeanny telah siap.////
"Baik, kami telah selesai dan Duchess akan keluar sekarang." Ucap Lady Diana.
Sang Duchess keluar dari tenda dan langsung menuju tempat kuda keluarga Duke Marlborough diikat. Disana telah siap dua kuda stallion pilihan keluarga Duke Marlborough. Kuda ke-3 berwarna coklat dan kuda ke-4 berwarna hitam. Jeanny merasa aneh ketika dia melihat kuda ke-4 karena dia merasa tidak pernah melihat kuda tersebut saat seleksi kuda bersama Lord Wallace dan Earl Peter sebelumnya. Mungkin kuda sebelumnya mengalami sakit sehingga harus diganti dengan kuda ini.
Jeanny menghiraukan perasaannya dan langsung menunggangi kuda ke-3 tanpa ragu. Dia berkeliling dan memamerkan kuda tersebut kepada penonton pacuan kuda tanpa ada kesulitan hingga selesai.
Saat Duchess Jeanny kembali di tempat kuda dan tenda keluarga Duke Marlborough. Pangeran Williem tampak menyambut Jeanny dengan kudanya. Sang Pangeran kelihatan ingin berkuda bersama sang Duchess.
"Selamat siang Duchess Jeanny. Berkenankah anda jika saya temani berkuda di sesi berikutnya?" Tanya Pangeran Williem antusias.
"Salam saya untuk anda, Yang Mulia Pangeran. My...my...tentu saja silahkan jika anda berkenan untuk menemani saya." Jawab Duchess Jeanny sopan.
Sang Duchess turun dari kuda ke-3 yang ditungganginya dan ganti naik ke kuda ke-4 stallion warna hitam. Jeanny dan Pangeran Williem berkuda bersama-sama sambil mengobrol ringan.
Saat Duchess Jeanny dan Pangeran Williem menunggangi kuda bersama tampak para penonton ada yang terpukau dan ada yang iri melihat mereka berdua.
\Che....sungguh beruntung Pangeran Williem, tamu dari Belanda, bisa berkuda dan berbincang dengan Duchess Jeanny.//// Para penonton pria iri kepada Williem.
Ketika penonton sibuk membicarakan perihal penampilan Duchess Jeanny dan Pangeran Williem. Jeanny berusaha sebaik mungkin menunggangi kuda stallion hitam tersebut sambil menjawab sewajar mungkin percakapan sang pangeran.
"Duchess Jeanny, anda kelihatan agak tegang. Apakah semua baik-baik saja?" Tanya Pangeran Williem.
"Ohhh...terimakasih atas perhatian anda, Yang Mulia Pangeran. Saya baik-baik saja...Ohohohoho." Jawab Jeanny.
"!!!!!"
Tiba-tiba saja, kuda stallion hitam yang sedang ditunggangi Duchess Jeanny melaju ke depan dan mengamuk di hadapan semua orang. Jeanny berusaha sebaik mungkin untuk mengekang dan menenangkan kuda tersebut supaya dia tidak terjatuh ke tanah.
\HUAAHHH....////
\AWAS SEMUA.....Duchess Jeanny. Kudanya sedang mengamuk!!!////
__ADS_1
\CEPAT...CEPAT....bawakan tongkat dan tali pengekang....DIMANA PETUGAS PANITIA!!!!////
\Ohhhh...Duchess Jeanny. Jangan lepaskan tali kekang anda.////
\DUCHESS, bertahanlah. Saya akan menolong anda!!!!//// Pangeran Williem berupaya meraih tali kekang kuda Duchess Jeanny.
Semua penonton, penunggang kuda lain dan petugas panitia menjadi panik. Para penunggang kuda lainnya cepat-cepat menghindar dari amukan kuda sang Duchess. Pangeran Williem tampak berusaha mengejar dan mendekati kuda Duchess Jeanny. Di belakang sang Pangeran, sejumlah petugas panitia berlari membawa tongkat dan tali pengekang.
Jeanny terombang-ambing diatas kuda stallion hitam tersebut. Tetapi dia teringat kembali pengalaman Duke John saat bertugas sebagai perwira di angkatan darat di perang semenanjung Crimea, Russia. Dimana John pernah bertugas merekrut kuda-kuda lokal Rusia untuk transportasi perbekalan tentara.
Tangan kanan Duchess Jeanny dengan cepat dan sigap mencengkram tali kekang kudanya, dia mengaitkan kedua kakinya erat-erat di sadel kuda dan menjauhkan badannya dari punggung kuda supaya tidak terkena hendakan tubuh kuda tersebut.
Sementara itu, amukan kuda stallion hitam tersebut membuat topi Duchess Jeanny terlepas dan menguraikan rambut perak (silver) sang Duchess yang menawan. Amukan kuda juga menyebabkan buah dada sang Duchess bergoyang-goyang dan menjadi tontonan semua orang.
Setelah bertarung di atas sadel selama 15 menit akhirnya kuda stallion hitam tersebut kelelahan, menyerah dan menuruti perintah Jeanny. Sang Duchess berhasil menguasai kuda tersebut. Semua orang bernapas lega menyaksikan kejadian tersebut.
Semua penonton melihat Duchess Jeanny dengan berbagai reaksi.
\Akhirnya...syukurlah Duchess Jeanny bisa menenangkan kuda tersebut.////
\KYAA...kalian lihat, saat topi Duchess Jeanny terlepas rambutnya terurai. Duchess Jeanny tetap cantik dan menawan walau rambutnya terurai lepas...UWAAAA!!!!////
\Hei...hei...kalian lihat saat Duchess Jeanny berusaha menguasai kuda tersebut, dadanya...mungkin D-cup size.////
\Mana mungkin....pasti lebih besar dari D-cup size jika sampai bergoyang seperti itu!!!////
\MESUM!!!....Dasar pria mesum. Beraninya kalian melihat Duchess Jeanny seperti itu. Teganya kalian!!!!////
\PLAK////
Para wanita aristokrat kelihatan marah dan bersimpati kepada Duchess Jeanny. Sementara para pria bangsawan berusaha membantah hal tersebut. Tetapi, kejadian tersebut terukir dalam ingatan semua pria yang melihat kejadian yang dialami Jeanny.
Bahkan ada seorang gadis yang menampar kekasihnya ketika menyadari pasangannya terbengong melihat kearah sang Duchess.
__ADS_1
########
Duchess Jeanny setelah menenangkan kuda tersebut dikelilingi para petugas panitia pacuan Derby yang berusaha mengamankan kuda stallion tersebut. Dia melihat Lord Wallace dan Earl Peter mengendarai kuda menuju tempat kejadian. Mereka tampak panik.