
Rombongan kereta kuda keluarga Duke Marlborough, Earl Falmouth dan Duchess Ontario tiba di istana Buckingham pada malam hari. Antrian kereta kuda milik kaum aristokrat Inggris telah hilang karena semua tamu telah masuk ke ruangan dansa istana dan bersiap menyambut kehadiran Ratu Victoria dan Pangeran consort Albert.
Saat kereta kuda terakhir rombongan Duke Marlborough dan Earl Falmouth tiba di pintu masuk lobby istana, seorang petugas istana (doorman) membantu membukakan pintu kereta kuda yang ditumpangi Earl Peter Falmouth dan Duchess Jeanny Ontario.
"Woow!!!....ehm...maafkan saya" Petugas istana tersebut terkejut dan terpesona saat mengintip tamu yang akan turun dari kereta kuda tersebut.
"Silahkan turun yang mulia tamu terhormat. Mohon serahkan surat undangan anda kepada pemandu tamu. Kemudian silahkan ikuti petugas anda kedalaman istana. Tunggu hingga nama anda disebutkan oleh petugas pengumuman (announcer). Dan anda bisa masuk menikmati perayaan." Sang petugas istana memberikan istruksi sambil malu memerah.
Earl Peter turun terlebih dahulu. Peter tampak lebih bugar, rapi, sopan dan berwibawa dibandingkan seminggu sebelumnya. Tetapi, yang menjadi pusat perhatian adalah saat Duchess Jeanny turun dengan dibantu Peter.
Jeanny mengenakan gaun dansa berwarna biru laut bergaya bahu terbuka rendah (low neck line) memamerkan bahunya yang putih susu dihiasi perhiasan berwarna merah sangat serasi. Rambut perak (silver) Jeanny ditata ala ikal memanjang (curl ringlet) dan sebuah bando berhiaskan mutiara menghiasi rambutnya. Wajahnya di make up tidak berlebihan tetapi tetap menunjukkan kecantikannya secara alami. Sementara bibir sang Duchess dihias lipstik merah muda sangat menggoda. Alisnya dan bulu matanya di make up tajam sehingga mata violet Jeanny lebih mempesona.
Secara keseluruhan penampilan Duchess Jeanny sangat anggun, bersahaja, elegan, cantik dan menawan bagi siapa saja yang melihatnya baik pria atau wanita.
Jeanny memegang lengan kanan Peter. Mereka berdua berjalan berdampingan dengan elegan dan berwibawa menunjukkan gelar kebangsawanan keluarga Jeanny dan Peter.
"Uuuhhhh...dingin sekali. Saya belum pernah berpenampilan seperti ini. Bahu dan kepala saya terasa berat. Mohon bantuanmu Peter." Keluh Duchess Jeanny.
"Sabarlah sepupu Jeanny. saya mengerti perasaanmu. Tetapi, kita tidak bisa menggagalkan jerih payah Diana yang telah merias dan memilih busana ini. Kita tetap melakukan sesuai skenario yang disepakati." Peter berusaha menenangkan Jeanny.
__ADS_1
"Baik...baik. Mari kita berdua kagetkan semua yang hadir hingga tidak ada yang berani mengejekmu, Peter dear." Canda Jeanny.
Peter menghiraukan canda Jeanny. Dia sibuk menenangkan diri karena belahan dada sepupu wanitanya bersentuhan dengan lengannya. Dia bisa merasakan kehangatan dada Jeanny dengan jelas.
Earl Peter dan Duchess Jeanny tiba di pintu masuk sebuah aula. Petugas pengumuman istana meneriakkan nama dan gelar mereka kepada hadirin di aula.
"YANG TERHORMAT EARL PETER FALMOUTH DAN DUCHESS JEANNY ONTARIO TELAH HADIR DAN DIPERSILAHKAN MASUK!!!!!" Teriak petugas pengumuman istana.
Serentak semua tamu kalangan aristokrat dan golongan elit kerajaan Inggris melihat kearah Earl Peter dan Duchess Jeanny. Terjadi keheningan sesaat kemudian terdengar para tamu berbisik-bisik satu sama lain menanggapi penampilan pasangan Peter dan Jeanny.
\\Wow.....sungguh serasi mereka.....Wahh////
\\Siapa yang jadi pendamping Duchess Jeanny. Kalian ada yang kenal Earl Peter Falmouth?////
\\Earl Peter sungguh telah berubah. Dia sekarang gagah, berwibawa dan intelektual////
\\Kenapa dia bisa jadi pendamping Duchess Jeanny? Apa hubungan dia?////
\\Saya ingat keluarga Earl Falmouth dan Duke Marlborough adalah saudara jauh. Tentu saja mereka jadi punya hubungan tidak langsung dengan keluarga Duchess Ontario////
\\Ohhh....jadi mereka berdua adalah saudara sepupu. Hampir saja saya pikir Earl Peter adalah kekasih baru Duchess Jeanny////
__ADS_1
\\Engkau jangan berpikir sembarangan. Jika Duchess secantik dan seanggun nona Jeanny punya kekasih. Saya bisa-bisa mengalami patah hati paling parah dalam hidupku////
\\Wow.....Earl Peter benar-benar mempesona. Apa dia masih bujangan (bachelor)? Dia bisa dijadikan calon suami yang berpengaruh buat anak perempuan kita////
\\Hei...apa yang kita tunggu. Kita sebaiknya menyapa dan berkenalan dengan pasangan tersebut sebelum orang lain menyapa mereka////
Para tamu kalangan aristokrat dan elit kerajaan Inggris mulai berdatangan menyapa dan memberi hormat kepada Earl Peter dan Duchess Jeanny. Bahkan, para tamu dari kerajaan Eropa lainnya juga mendatangi Peter dan Duchess untuk lebih mengenal keduanya.
Ratu Victoria dan Pangeran consort Albert mengintip dari balik tirai. Mereka berdua menyaksikan kedatangan Earl Peter dan Duchess Jeanny.
"Ooohhh....Albert dear. Lihatlah mereka berdua seperti saat kita masih muda dahulu...Fufufu." Antusias sang Ratu.
"Iya....sabar...tenangkan dirimu Victoria honey. Ingat kita tidak boleh menimbulkan kecurigaan terkait Duchess Jeanny." Pangeran Albert mengingatkan istrinya.
"Dia (Jeanny) sungguh berada dekat dengan kita tapi terasa sangat jauh sekali. Kenapa ini harus terjadi." Ratu Victoria menyalahkan dirinya.
Sementara itu, Pangeran Williem, mewakili negara Belanda, melihat ke arah Duchess Jeanny dengan penuh antusias dan gairah.
"Ohhhh, Duchess Jeanny. Engkau benar-benar sesuai harapanku dan membuatku ingin segera berkenalan lebih dalam denganmu dan menguasaimu secepatnya...Hmmm....Hmmmm." Pangeran Williem berbisik mengungkapkan isi hatinya.
Williem segera berpikir bagaimana cara agar dia bisa berkenalan secara formal dengan Duchess Jeanny dan mengajaknya untuk berdansa agar sang Duchess bisa mulai tertarik kepada dirinya.
__ADS_1
Di sudut lain ruangan aula dansa. Seorang wanita muda bergelar Countess bernama Angelica merasa marah dan cemburu melihat ke arah Earl Peter yang mendampingi Duchess Jeanny.
"Kenapa Earl Peter bisa mendampingi Duchess Jeanny. Seharusnya aku yang berjalan disamping Lord Peter. Jeanny, engkau benar-benar keparat!!!" Countess Angelica cemburu.