Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Episode 18 Duchess ikut acara berkuda Derby


__ADS_3


Beberapa bulan setelah peristiwa penculikan Duchess Jeanny dan liputan kegiatan amal sang Duchess di rumah sakit The Royal London Hospital. Musim pacuan kuda atau kegiatan berkuda mulai merambah semua kalangan masyarakat Inggris.


Para kaum aristokrat Inggris dan Eropa memanfaatkan kesempatan musim berkuda ini saling memamerkan kuda-kuda terbaik mereka yang akan di pakai beradu dalam pacuan kuda Derby. Sementara kaum rakyat biasa memanfaatkan musim berkuda untuk bertaruh dan menambah penghasilan mereka dalam pacuan kuda yang diselenggarakan kerajaan Inggris setiap tahun.


Tahun ini, acara berkuda Derby terasa lebih istimewa karena banyak orang atau bangsawan muda yang ingin menyaksikan kehadiran dan kepiawaian seorang wanita cantik aristokrat, Duchess Jeanny, dalam acara berkuda Derby.


Keluarga Duke Marlborough dan Earl Falmouth wajib ikut menampilkan kuda-kuda terbaik mereka dalam acara berkuda dan pacuan kuda Derby.


"Jeanny, engkau pilihlah kuda terbaik dari wilayah kita untuk mewakili Dukedoom Ontario. Saya akan melaporkan hal ini ke panitia acara berkuda Derby." Ucap Lord Wallace.


"Paman Wallace tidak perlu khawatir. Saya kali ini akan mengawal dan menemani sepupu Jeanny selama acara berkuda dan pacuan kuda Derby." Tegas Earl Peter.


"Umm...paman dan abang Peter tidak perlu sekhawatir ini. Semua pasti baik-baik saja nanti." Bantah Duchess Jeanny.


"Tidak nak, saya khawatir kehadiranmu dalam acara berkuda nanti bisa menimbulkan kegelisahan dan antusias para pemuda bangsawan." Khawatir Lord Wallace.


"Fufufu....engkau pasti merasa cemburu saat mereka berusaha mendekati keponakanmu." Sindir nyonya Constanza.


".....Tentu saja aku kesal. Beraninya mereka mendekati keponakanku!!!" Tegas Lord Wallace.


"......."


Duchess Jeanny kembali diam dan menghela napas panjang mengamati semua kerabatnya berkumpul dan berunding tentang strategi antisipasi acara berkuda Derby.


#########


Pagi musim gugur yang cerah di lapangan rumput dekat pacuan kuda Derby. Para kalangan aristokrat dan elit di kota London berkumpul di depan kuda-kuda unggulan dari wilayah kekuasaan mereka. Sementara wanita-wanita muda bangsawan berkumpul atau menunggu di tenda-tenda dan mengenakan pakaian dan topi berkuda terbaik mereka.

__ADS_1


Menurut tradisi pacuan kuda Derby. Sebelum acara berkuda dilaksanakan sebuah iring-iringan semua kuda peserta lomba akan diarak keliling pacuan kuda dengan dinaiki wanita-wanita bangsawan dari wilayah kuda-kuda tersebut berasal dan memberi pemberkatan kepada kuda-kuda itu.


Tetapi, tahun ini sungguh berbeda karena kehadiran Duchess Jeanny yang cantik dan menawan. Semua orang mengharapkan Jeanny hadir dan menunggang kuda pilihannya dengan anggun. Setelah beberapa waktu, akhirnya sang Duchess muncul kehadapan para penonton.


Duchess Jeanny tampak menunggangi seekor kuda putih stallion. Dia mengenakan blouse berwarna coklat krem dan gaun hijau krem sangat kontras dengan warna kuda tunggangannya. Sang Duchess mengenakan topi lebar dengan hiasan bulu burung dan bunga. Tetapi, yang menjadi perhatian para penonton adalah blouse berkuda sang Duchess yang menampilkan dada besar dan pinggang ramping Jeanny.


\Wow....Duchess Jeanny berani tampil berpakaian seperti itu. Proporsi badannya sungguh bagus.////


\Ugh....aku seharusnya berpakaian seperti sang Duchess. Pakaian berkuda ini sungguh menyiksaku dicuaca seperti ini.////


\Waahh....seharusnya wanita-wanita lain berpenampilan seperti Duchess Jeanny. Penampilan sang Duchess pasti menjadi pedoman fashion berkuda tahun depan.////


\KYAA!!!....duchess Jeanny sungguh mengagumkan kali ini. Aku ingin seperti beliau.////


Penonton pria dan wanita tampak saling berbincang membicarakan penampilan dan sikap Duchess jeanny. Sementara Jeanny dikagumi penggemarnya, Peter dikelilingi para pria bangsawan yang ingin berkenalan dengan sepupu wanitanya.


\Peter...Peter. Tolonglah, izinkan kami berkenalan dengan sepupu wanita engkau. Kami mohon.////


\Ayolah Peter Falmouth....kita kan satu angkatan di sekolah. Paling tidak izinkan kami mampir ke tenda keluarga Duke Marlborough saat selesai acara berkuda nanti. Nanti kami bawakan hadiah untuk Sang Duchess.////


"Dengarkan saya, Carl. Kita memang berteman. Tetapi, saya tidak mau membuat sepupu wanita saya jadi membenci saya jika dia tersinggung. Engkau tidak bisa membayangkannya." Peter berusaha menakut-takuti penggemar Jeanny.


Duchess Jeanny yang melihat Earl Peter dari kejauhan dan menyadari situasi yang dialami sepupunya mencoba membantu Peter secara tidak langsung. Jeanny menatap kearah Peter dengan penuh perhatian hingga semua orang disekitar sepupunya melihat kearahnya.


\Hei..hei. Kalian berhentilah berselisih. Lihat Duchess Jeanny melihat kearah kita dengan penuh perhatian.////


"Apa...sepupu Jeanny. Apa yang engkau lakukan?" Ucap Earl Peter.


\Dia pasti melihat kearah aku....bukan kau.////

__ADS_1


Duchess Jeanny yang berkuda menghampiri tempat Earl Peter berdiri dan memperlambat laju kudanya. Kemudian dengan anggun dan ramah, Jeanny mengetipkan sebelah matanya (wink) sementara tangannya memberi tanda kepada Peter supaya menahan diri. Sang Duchess tersenyum lembut dan ramah kepada semua orang yang menontonnya. Semua penonton terpukau melihat sikap sang Duchess.


\Wow...wow...wahh.////


\Ohhh....senyum Duchess Jeanny sungguh memukau. Tadi adalah senyuman wanita paling menawan yang pernah aku lihat.////


\Sang Duchess pasti melihat kita berselisih dengan Earl Peter. Maafkan sikap kami, lord Peter.////


\KYAA!!!....duchess Jeanny tadi tersenyum sungguh memikat. Aku ingin seperti dia.////


Para penonton saling memperbincangkan apa yang dilakukan Duchess Jeanny saat lewat dekat mereka.


#########


 


Sementara itu, tidak jauh dibelakang kuda Duchess Jeanny. Countess Angelica yang juga ikut berpartisipasi dalam acara berkuda dan pacuan kuda. Sang Countess naik kuda berwarna coklat.


Dia melihat dari kejauhan bagaimana Jeanny membantu Earl Peter yang sedang di desak oleh para pria bangsawan pengagum sang Duchess dan mencairkan suasana. Tetapi, Angelica salah persepsi menganggap Duchess Jeanny sedang menggoda Earl Peter.


"Jeanny....kau keparat. Lagi, lagi, engkau mempermainkan perasaan Earl Peter!!!!" Countess Angelica cemburu melihat kearah Duchess Jeanny.


"Tunggulah Peter. Aku akan menyelamatkanmu dari sihir wanita licik bernama Jeanny itu!!!"


########


Di tempat lain, Pangeran Williem melihat semua kejadian antara Duchess Jeanny, Earl Peter dan Countess Angelica melalui teropong jarak jauhnya. Sang pangeran tersenyum sinis karena dia berpikir bagaimana cara memanfaatkan situasi acara berkuda ini demi menarik perhatian Duchess Jeanny.


"Hmmm...hmmm....Duchess cantikku. Engkau sungguh memukau pagi ini dengan kudamu. Tunggulah aku datang padamu, sayangku.....hmmm...hhmmmm." Sang Pangeran berbisik pelan.

__ADS_1


"Yang Mulia Pangeran! Semua telah siap sesuai instruksi anda. Kami menunggu perintah anda selanjutnya." Butler Pangeran Williem memberitahukan tuannya.


"Bagus..bagus sekali Van. Semua berjalan sesuai rencanaku...hmmm...hmmmm." Sang Pangeran tersenyum senang.


__ADS_2