
Peter Falmouth, Earl Falmouth junior, mengalami bullying (diejek-ejek) saat sekolah dan hal ini membekas di dalam dirinya hingga dia lulus sekolah. Peter menjadi semakin pendiam, penyendiri dan tidak mau bertemu orang lain kecuali keluarganya atau pegawai di rumah orang tuanya. Semula Peter merasa hidupnya akan seperti ini hingga dia tua.
Tetapi, harapan Peter tidak sirna begitu saja. Beberapa waktu sebelum pesta dansa Jubilee emas kerajaan Inggris. Keluarga Duke Marlborough mengunjungi orang tua Peter bersama seseorang yang mengubah kehidupan Peter.
Jeanny Ontario, Duchess Ontario, saudara sepupu John dan Diana Malborough mengunjungi keluarga Peter.
"Sepupu Peter, perkenalkan saya Jeanny Ontario. Kita belum pernah bertemu langsung tapi saya selalu mendengar tentang engkau dari John dan Diana Marlborough. Saya berterimakasih kepadamu telah menjadi teman bermain mereka berdua." Jeanny memperkenalkan dirinya.
Suara wanita yang merdu dan rendah diri terdengar dari balik pintu. Peter saat itu sedang membaca buku sedikit tergugah mendengarkan tetapi belum yakin.
"John berhalangan hadir dan dia mempercayakan saya kepadamu karena John merasa engkau adalah saudara sepupu yang paling dia bisa andalkan saat ini." Lanjut Jeanny dengan malu-malu.
Peter yang mengetahui bahwa jika John Malborough sepupunya sampai mempercayakan seseorang seperti ini berarti orang itu bisa dipercaya. Suara merdu, rendah diri, ramah dan dipercaya oleh John. Peter menjadi yakin.
Peter langsung berlari dan membuka kunci pintu kamarnya. Saat pintu dibuka terlihat seorang wanita muda seumur dengan dia. Wajahnya cantik, rambut silver indah memukau, mata berwarna violet menawan, bibir tipis menggoda, kulit seputih susu, badan yang ramping anggun.
Peter tidak percaya ada seorang wanita secantik ini ditambah lagi dia adalah saudara sepupu jauhnya. Tidak ada yang lebih sempurna dari keberadaan Jeanny di benak Peter.
"Perkenalkan kembali saya Jeanny, Duchess Ontario, dari Kanada. Sepupu jauh John dan Diana Marlborough. Mohon bimbingannya selama saya bersama anda." Duchess Jeanny menunduk dan memberi hormat dengan penuh kesopanan etiket tinggi aristokrat Eropa di hadapan Peter.
"Perkenalkan saya, Peter Falmouth, terimakasih telah hadir ditempat saya ini......" Ucap Peter tertegun dan panik setelah melihat Jeanny dari dekat.
Peter melihat bagaimana ibunya, nyonya Agatha, menangis terharu dan ayahnya, Lord Eric Falmouth senior, lega melihat Peter masih mau berjumpa orang lain.
"Maafkan saya, abang Peter. Sebenarnya ada sesuatu yang hendak saya dan Duchess Jeanny bicarakan kepada abang. Abang John mempercayakan Jeanny kepada abang Peter terkait masalah ini." Diana memecahkan keheningan saat Peter dan Jeanny saling memandang satu sama lain.
Duchess Jeanny menerima undangan untuk menghadiri pesta dansaJubilee emas kerajaan Inggris. Dia perlu seorang pendamping pria agar bisa hadir di acara tersebut.
Peter pun menyadari wanita secantik Jeanny tentu saja tidak bisa dititipkan kepada pria tidak jelas. Peter membulatkan tekadnya dan menerima permintaan sang Duchess untuk menjadi pendampingnya. Sejak saat itu juga hidup Peter Falmouth berubah.
#######
Pada malam pesta dansa Jubilee emas kerajaan Inggris. Earl Peter Falmouth dan Duchess Jeanny Ontario untuk pertama kalinya resmi muncul di hadapan publik aristokrat Inggris dan Eropa.
\Wah.....lihat Duchess Jeanny dan pendampingnya sungguh serasi.....wow.////
\Siapa yang jadi pendamping sang Duchess. Kalian ada yang kenal Earl Peter Falmouth?////
\Mustahil....dia Peter Falmouth....kutu buku yang pernah satu sekolah dengan kita////
__ADS_1
\Earl Peter sungguh telah berubah. Dia sekarang gagah, berwibawa dan intelektual////
\Kenapa dia bisa jadi pendamping Duchess Jeanny? Apa hubungan dia?////
\Saya ingat keluarga Earl Falmouth dan Duke Marlborough adalah saudara jauh. Tentu saja mereka jadi punya hubungan tidak langsung dengan keluarga Duchess Ontario////
\Ohhh....jadi mereka berdua adalah saudara sepupu. Hampir saja saya pikir Earl Peter adalah kekasih baru Duchess Jeanny////
\Engkau jangan berpikir sembarangan. Jika Duchess secantik dan seanggun nona Jeanny punya kekasih. Saya bisa-bisa mengalami patah hati.////
\Hei...apa yang kita tunggu. Kita sebaiknya menyapa dan berkenalan dengan pasangan tersebut sebelum orang lain menyapa mereka////
Peter mendengar bagaimana orang-orang disekitar dia dan Duchess Jeanny membicarakan atau menggosipkan mereka berdua. Belum pernah dia merasa bangga, senang dan percaya diri.
Peter melihat sepupu wanitanya, Jeanny, yang memegang lengannya erat-erat seperti seorang gadis yang baru pertama kali menghadiri pesta dansa seperti ini. Dia meneguhkan diri akan melindungi sepupu wanitanya sekuat tenaganya.
Di pesta dansa Jubilee emas Peter juga kembali bertemu Angelica, Countess Angelica Verdant, yang memusuhi sepupu wanitanya, Jeanny, terang-terangan.
"Aku ingin kau berhenti mendekati dan bersama Earl Peter. Atau aku akan....." Cerca Countess Angelica kepada Duchess Jeanny.
"ATAU AKU APA?" Peter langsung marah dan mengancam Angelica di depan sang Duchess.
Setelah puas memarahi Countess Angelica. Peter dan Jeanny meninggalkan sang Countess yang terlihat menangis. Peter merasa puas tapi juga merasa menyesal telah berlaku kasar seperti tadi kepada seorang wanita untuk pertama kalinya.
#######
Pengalaman berkesan Peter berikutnya adalah saat dia kembali menemani sepupu wanitanya saat menonton pertunjukan opera di gedung opera London.
Jeanny mengenakan gaun malam berwarna putih silver, mantel malam tebal dan topi lebar sementara kali ini dia mengenakan light make up dan kalung permata perhiasan. Penampilan sang Duchess langsung menarik perhatian semua orang di gedung opera.
Peter memperhatikan penampilan sepupu wanitanya dan tertegun. Wajah yang cantik. Rambut silver indah. Mata violet yang tajam. Badan ramping yang anggun. Bibir tipis dengan lipstik merah yang menggoda untuk dicium. Beberapa kali Peter ingin mencium sepupu wanitanya ini tapi dia selalu menahan diri.
"Fufufu....kenapa engkau abang Peter. Kakak Jeanny lebih cantik menawan malam ini. Semua hasil make up saya dan Lady Izumi." Canda Lady Diana.
"Ahh...ehhh...tidak bukan begitu." Sanggah Peter.
"Hehehe...jangan-jangan engkau terpukau dengan sepupu Jeanny. Ingat kita bertiga bersaudara....fufufufu." Sindir Diana lagi.
Peter tidak ingin mengakuinya, tetapi dia memerah malu melihat bahu dan dada sepupu wanitanya saat dia membantu melepas mantel malam sang Duchess. Kulit yang seputih susu sungguh kelihatan halus. Perhiasan permata yang menghiasi leher dan dadanya sungguh menggoda pria untuk melirik kearahnya. Jeanny kelihatan lima kali lebih cantik disinari cahaya lampu-lampu opera.
__ADS_1
"Tidak...ah...saya harus ke restroom. Tolong perhatikan sepupu Jeanny saat saya pergi." Jawab Earl Peter mengelak.
Malam itu juga, Peter bertemu kembali dengan musuh lamanya, Countess Angelica. Tetapi alih-alih dia kembali marah kepada Angelica. Jeanny malah meminta Peter memaafkan semua kesalahan sang Countess.
"PETER!!...segera minta maaf kepada Countess Angelica. Maafkan juga kesalahan beliau di masa lalu. Saya membenci orang yang pendendam." Ancam Jeanny.
"Maaf....ohhh For God's Sake...MAAFKAN SAYA LADY ANGELICA!! Saya juga telah memaafkan kejadian di masa lalu." Peter meminta maaf kepada sang Countess didepan Duchess Jeanny.
"Huuhuuhuuhuuu.....Snif..Snif....Duchess Jeanny....HUWAAA!!!" Countess Angelica menangis keras di pelukan Duchess Jeanny.
#########
Sejak malam itu, sikap dan perilaku Countess Angelica berubah total. Earl Peter dan Duchess Jeanny selalu bertemu sang Countess saat mereka pergi berdua.
"Ara....ara....Earl Peter dan Duchess Jeanny. Kita bertemu kembali. Perkenankan saya menemani anda berdua." Sambut Angelica ramah.
"Waaah....Earl Peter. Saya tidak menyangka bertemu anda berada di tempat ini. Maukah anda menemani saya?" Tanya sang Countess.
Semula Peter merasa curiga atau segan dengan seringnya dia dan Jeanny bertemu Angelica di tempat umum. Tetapi lama kelamaan rasa curiga itu hilang melihat Countes Angelica dengan tulus berteman dengan dirinya dan sepupu wanitanya, Duchess Jeanny.
"Ne...ne...kakak Jeanny. Menurut kakak bagaimana jika saya dan Earl Peter jadi kekasih?" Tanya Countess Angelica malu-malu.
Mata violet sang Duchess terlihat senang berseri-seri kemudian dia tersenyum ramah mendengar pertanyaan itu.
"Saya sudah lama ingin punya sepupu ipar wanita yang bisa menjaga sepupu pria saya ini. Mohon bimbing dia." Ungkap Jeanny.
"Awwww....Peter...Peter...dengar kakak Jeanny saja merestui saya sebagai kekasihmu. Bagaimana menurutmu, Peter?" Angelica sangat antusias.
"Eeehh...ahhhh....kita mulai dari berteman dahulu. Saya juga baru kenal anda, Countess Angelica." Peter tampak kikuk menjawab pertanyaan tersebut.
Earl Peter bersikap begitu karena semua orang di taman memperhatikan mereka bertiga. Duchess Jeanny memeluk lengan kiri Peter sementara Countess Angelica memeluk lengan kanan Peter. Semua orang menggosipkan mereka bertiga.
\Ohoho.....playboy. Disebelah kirinya ada wanita cantik dan disebelah kanan ada gadis manis....nice.////
\Che....sungguh beruntung dia. Seorang gadis seharusnya sudah cukup. Dia malah dapat seorang wanita cantik juga. Sungguh keterlaluan.////
Peter tidak menyangka dia bisa sepopuler ini karena keberadaan sepupu wanitanya, Jeanny, dan bekas musuh lamanya, Angelica.
"Tapi Peter. Kita telah berteman sejak sekolah dahulu. Jadi kita sudah bisa disebut berpacaran sejak lama." Countess Angelica tidak memedulikan perkataan orang lain.
__ADS_1