Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Chapter 37 Countess Angelica berubah sikap (Extra)


__ADS_3


Angelica Ferdant, putri sulung keluarga Count Verdant, adalah seorang wanita muda sosialitas yang berpengaruh di kalangan bangsawan-bangsawan muda di kerajaan Inggris.


Saat bersekolah dulu Lady Angelica punya banyak teman atau pengikut sesama siswa perempuan. Sementara para siswa pria banyak yang menjadi pengagum atau memohon pertolongan Angelica untuk jadi matchmaker antara siswa pria bersangkutan dengan gadis yang ditaksir.


Sedemikian luas dan kuat pengaruh Lady Angelica hingga para siswa pria menghormati atau segan terhadapnya.


Walau berpengaruh, Lady Angelica juga ingin mengalami masa romantis atau jatuh cinta seperti teman-teman siswa perempuan seumurnya. Dia merasa kesepian sementara melihat teman-temannya berpacaran.


Suatu saat, ketika Lady Angelica bersama teman-teman gadisnya istirahat di halaman sekolah. Peter Falmouth, putra tunggal Earl Falmouth, menemuinya. Semula Angelica mengira Peter berniat minta tolong dikenalkan dengan salah satu teman gadis di grup Angelica.


Tetapi Angelica mendengar sesuatu yang tidak disangka-sangka.


"Lady Angelica....saya jatuh hati kepada anda sejak masuk sekolah ini....maukah engkau berpacaran dengan saya!!" Peter menyatakan cintanya kepada Angelica.


Saat itu perasaan Angelica bercampur shock, terharu dan gembira.


"Ummm....saya....Peter..." Lady Angelica hendak menjawab pernyataan Peter.


\BERANINYA ENGKAU MEMPERMAINKAN PERASAAN LADY ANGELICA!!!!////


Tiba-tiba terdengar suara teman-teman perempuan grup Angelica. Mereka mengira Peter Falmouth disuruh teman-teman pria lainnya untuk menjebak Lady Angelica.


\Siapa yang menyuruh engkau untuk menjebak Lady Angelica? Biar kami yang menghadapinya!!!////


\Lady Angelica tidak pantas untuk seorang kutu buku sepertimu.////


\Jangan-jangan engkau yang ditolak oleh gadis yang kau taksir dan sekarang engkau menyalahkan Lady Angelica!!!////


\Apa jawabanmu Peter Falmouth!!!!////


".....kalian, benarkah itu Peter?" Angelica menjadi ragu-ragu.


Peter tidak menjawab tapi dia mulai menangis dan kecewa melihat gadis yang ditaksirnya, Angelica, tidak percaya kemudian mengira menolak pernyataannya. Peter kemudian lari sambil menangis dipermalukan.


Sejak kejadian hari itu, Peter Falmouth kehidupannya selalu diejek-ejek dikaitkan dengan perbuatan untuk mempermainkan Lady Angelica. Para siswa perempuan memusuhinya sementara para siswa pria tidak berani membela atau khawatir jika mereka bersama Peter maka pacarnya akan memutuskan hubungan mereka.


Angelica sendiri merasa bersalah atas kejadian itu dan menyesalinya. Dia berusaha memohon maaf kepada Peter tapi dihalangi teman-teman siswa perempuan lainnya.


Peter dan Angelica lulus sekolah tanpa pernah meluruskan salah paham ini.


Tiga tahun kemudian, Peter dan Angelica bertemu kembali saat pesta dansa Jubilee emas kerajaan Inggris.

__ADS_1


"YANG TERHORMAT EARL PETER FALMOUTH DAN DUCHESS JEANNY ONTARIO TELAH HADIR DAN DIPERSILAHKAN MASUK!!!!!" Teriak petugas pengumuman istana.


Betapa terkejutnya Countess Angelica saat melihat Earl Peter mandampingi seorang wanita cantik bernama Jeanny Ontario dan bergelar Duchess. Sang Duchess sangat cantik, bermata violet menggoda, rambut silver indah, bibir tipis merah menawan, kulit seputih susu, dan berbadan ramping dambaan semua wanita di pesta dansa tersebut.


Melihat Duchess Jeanny yang sempurna. Perasaan Countess Angelica berubah dari harapan bisa berbaikan dengan Earl Peter berubah menjadi cemburu kepada Jeanny. Dia kemudian bertekad menemui dan mengancam sang Duchess.


"Maafkan saya jika membantahnya. Tapi Earl Peter adalah sepupu pria yang paling saya percayai selama ini. Tidak ada niat dari saya untuk menjerumuskan beliau." Bantah Duchess Jeanny.


"Aku ingin kau berhenti mendekati dan bersama Earl Peter. Atau aku akan....." Cerca sang Countess.


"ATAU AKU APA???" Peter tiba-tiba muncul dari dalam aula dan terlihat sangat marah.


"EARL PETER....saya hanya bermaksud memperingatkan Duchess Jeanny supaya jangan menipu anda." Angelica berdalih.


"Nona Angelica, sampai dimana engkau berusaha mempermalukan saya. Dahulu saat disekolah saat semua murid menertawakan saya karena mendengar pembicaraan kita berdua, engkau hanya diam saja." Ucap Peter.


Saat itu, Countess Angelica teringat kesalahan terbesarnya di masa lalu saat dia tidak berdaya menyelamatkan Earl Peter dari ejekan-ejekan di sekolah dahulu. Sang Countess hanya bisa menangis saat melihat Peter menarik Duchess Jeanny menjauh.


Countess Angelica dan Duchess Jeanny bertemu lagi saat menonton pertunjukan opera di gedung opera London. Sang Countess kali ini benar-benar memanfaatkan waktu dan tempat terbaik dimana Earl Peter tidak mungkin mengganggu dia bertemu Jeanny. Angelica mencegat Duchess Jeanny di restroom wanita.


"Saya ingin anda segera menjauhi Earl Peter Falmouth dan jangan penah mendekati dia lagi. Karena Peter adalah kekasih saya." Protes Countess Angelica.


"Aww...saya senang mendengar perhatian anda kepada Earl Peter. Tetapi, saya dan Peter adalah saudara sepupu. Jika berkenan saya bisa mendampingi anda saat berbicara dengan Peter." Jeanny mencoba berkompromi dengan Angelica.


"Tunggu Countess Angelica....mohon dengarkan penjelasan saya....Uwaaa!!"


"Apa maksud anda...kyaaa....!!!"


 \BRAK!!////


"COUNTESS ANGELICA....anda tidak apa-apa. Maafkan saya!!!" Panik Duchess Jeanny.


"Lady Angelica....bertahanlah!!!" Diana berusaha menolong Jeanny dan Angelica bangun.


"Lembut....besar....bulat." Angelica berbicara tidak jelas.


Duchess Jeanny tersandung rok gaun malamnya dan jatuh menimpa Countess angelica yang ada didepannya.


Berkat kejadian tersebut akhirnya Angelica bisa bertemu Peter bahkan bisa berbaikan kembali.


"Uwaaa....maaf....maafkan saya. Earl Peter. Saya mohon maaf dan ampunan anda...snif..snif..huuhuhuu!!" Countess Angelica mulai menangis.


Duchess Jeanny langsung memeluk hangat Angelica dan melihat dengan marah ke arah sepupu prianya.

__ADS_1


"PETER!!...segera minta maaf kepada Countess Angelica. Maafkan juga kesalahan beliau di masa lalu. Saya membenci orang yang pendendam." Ancam Jeanny.


Peter yang tidak ingin dibenci oleh sepupu wanita yang dikaguminya akhirnya mengalah dan memaafkan semua kesalahan Countess Angelica di masa lalu dan masa sekarang. Duchess Jeanny dan Pangeran Williem menjadi saksi.


"Huuhuuhuuhuuu.....Snif..Snif....Duchess Jeanny....HUWAAA!!!" Countess Angelica menangis keras di pelukan Duchess Jeanny.


Sang Countess merasa lega mengetahui semua kesalahannya kepada Earl Peter akhirnya dimaafkan langsung oleh Peter. Tanpa disadari oleh Angelica saat itu mulai timbul rasa kagum dan perhatian berlebihan kepada Duchess Jeanny.


"Duchess Jeanny......belum pernah saya mengalami hal seperti tadi...hmmm....putih....besar....bulat....sempurna...lembut....AHHHH!!" Pikiran Angelica membayangkan dada sang Duchess.


"TIDAK....aku mencintai Peter Falmouth...tapi...tapi...jika aku bisa jadi istri Peter maka Jeanny jadi sepupu iparku....aku bisa memeluk kakak Jeanny tanpa segan...uhuhuhu....ohohohoho." Countess Angelica mendapat ide cemerlang.


Beberapa tahun berikutnya. Countess Angelica, Duchess Jeanny, Lady Izumi dan Lady Diana berkumpul di rumah keluarga Earl Peter.


"Ummmm....badan dan aroma parfum kakak Jeanny adalah yang paling terbaik....hmmhmmm." Countess Angelica memeluk Duchess Jeanny.


Angelica membenamkan wajahnya di belahan dada Jeanny dan tampak senang.


"Countess Angelica....mmmm....rambut anda membuatku geli....ahhh." Jeanny merasa geli setiap kali Angelica mengelus-elus wajahnya ke dada sang Duchess.


"Ara...ara...Lady Angelica benar-benar dekat dan akrab sepupu Jeanny. Mereka seperti kakak beradik perempuan." Canda Lady Diana.


"Yuri....yuri....di Jepang hubungan akrab seperti ini disebut yuri atau lily (lesbian)." Ungkap Lady Izumi.


"Lady Angelica, engkau sudah bertunangan dengan sepupu Peter. Seharusnya engkau lebih memperhatikan Peter." Jeanny berusaha menyakinkan Angelica.


"Saya memang mencintai Peter. Tapi, saya juga menyukai kakak Jeanny." Jawab Lady Angelica memelas.


Duchess Jeanny melihat kearah Peter.


"Peter....lakukan....ahhh....sesuatu dengan Angelica...dia tunanganmu....mmmm." Duchess Jeanny memohon kepada Earl Peter.


"Maafkan saya, sepupu Jeanny. Saya juga tidak keberatan dengan hubungan seperti ini. Sebentar lagi kalian berdua juga jadi saudara ipar jauh." Jawab Peter tersenyum ringan.


"Ohhh....Peter dear. Aku senang engkau mengerti perasaanku. Aku mencintaimu." Puji Lady Angelica kepada tunangannya Earl Peter.


"Peter!!!!.....ahhh....jangan sentuh bagian itu." Jeanny tampak putus asa merasa dirinya dijadikan mainan Countess Angelica.


Angelica mungkin merasa nyaman bisa memonopoli Duchess Jeanny seperti ini. Tetapi, beberapa tahun kemudian saat identitas sebenarnya Jeanny diberitahukan dan sang Duchess memberitahukan rencana hidupnya ke depan. Nyonya Angelica dan Ratu Victoria yang paling marah mengetahuinya.


"KAU....beraninya engkau mencuri kakak Jeanny dariku....AKU TIDAK MEMAAFKANMU!!!" Teriak Angelica.


"Huaaahhh....kembalikan kakak Jeanny. Kak Jeanny jangan tinggalkan aku.....HUUAAAAHHH!!!" Angelica menangis di pelukan suaminya Earl Peter.

__ADS_1


Setahun kemudian setelah Jeanny meninggalkan negara Inggris, nyonya Angelica melahirkan seorang bayi perempuan yang langsung diberi nama Jeanny Falmouth. Dia kemudian juga memberi nama John Falmouth kepada anak laki-laki pertamanya. Saat suaminya menjadi duta besar kerajaan Inggris untuk negara Belanda dia kembali melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Anastasia Falmouth.


__ADS_2