Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Chapter 32 Duchess menjadi panitia Grand Exhibition


__ADS_3


Pangeran consort Albert, kakek putri Anastasia, sudah lama ingin mengadakan pameran kelas dunia seperti pameran France World Expo 1800 di Paris, Perancis.


Di pameran tersebut dipamerkan berbagai peralatan baru, berbagai kebudayaan di Eropa, Asia, Amerika dan India, hasil tekstil, penemuan baru, industri baru dan sebagainya.


Jika negara Inggris berhasil menyelenggarakan pameran sekelas atau lebih bagus dari France World Expo maka reputasi negara Inggris akan meningkat dan perdagangan industri Inggris juga semakin ramai.


Saat ini sang Pangeran dibawah mandat istrinya, Ratu Victoria, ditugaskan untuk mengorganisir pameran terbesar dan pertama di Inggris era Victoria.


Tahap pertama, lokasi telah berhasil disepakati di seberang Hyde Park. Tahap kedua, pembangunan bangunan rumah kaca terbesar dan termegah saat itu bernama Crystal Palace telah selesai dibangun tanpa hambatan.


Sekarang hanya tinggal tahap ketiga, peserta pameran yang saat ini sedang didaftar bekerjasama dengan kementerian perdagangan, perindustrian dan luar negeri kerajaan Inggris. Dan tahap keempat, promosi dan publik relasi agar semua masyarakat Inggris mau mendatangi pameran Crystal Palace tersebut.


"Haaahh.....bagaimana ini. Kita berhasil mengundang kaum aristokrat dan elit negara ini. Begitu juga perwakilan-perwakilan negara lain bisa diundang melalui jalur diplomatik." Ungkap Pangeran Albert.


"Kenapa masalahnya kakek?" Tanya Jeanny (Anastasia).


"Begini nak...masyarakat umum mungkin segan datang karena mengira pameran tersebut hanya untuk mempertontonkan kebesaran negara ini. Tapi, saya ingin pameran tersebut juga bisa dinikmati semua kalangan....hmmm." Jawab Pangeran Albert.


"Sudahlah....biarkan kakek yang mencari solusinya. Sekarang....kakek masih ada waktu, bagaimana jika kita bermain catur atau bridge card?" Tanya Pangeran Albert antusias.


"Hei....hei....kalian jangan tinggalkan saya sendirian bersenang-senang. Anastasia jangan engkau tinggalkan nenekmu ini...." Ratu Victoria masih sibuk memeriksa dan menandatangani puluhan dokumen resmi.

__ADS_1


Akhirnya Duchess Jeanny memutuskan mau bermain bridge card bersama kakeknya dihadapan neneknya yang sibuk bekerja.


Setelah dua kali bermain bridge card dan kalah dari kakeknya. Jeanny minta istirahat sebentar.


Sang Duchess melihat tumpukan dan deretan kartu didepannya dan sejenak berpikir. Deretan kartu tersebut membentuk alur sambung menyambung seperti ular. Alur tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengatur lalu lintas orang didalam pameran.


"!!!!!"


Tiba-tiba Duchess Jeanny mendapat ide cemerlang untuk membuat pameran Crystal Palace lebih unik dan menarik di bandingkan pameran-pameran lainnya.


Jeanny meraih tumpukan kartu dan bidak catur di meja. Pangeran consort Albert heran melihat tingkah cucunya.


"Anastasia. Apa yang hendak engkau lakukan dengan kartu-kartu dan bidak-bidak catur tersebut?" Tanya Pangeran Albert.


"Ada....tunggu sebentar saya ambilkan." Jawab Pangeran Albert.


Beberapa saat kemudian sang Pangeran kembali membawa sebuah denah besar. Jeanny dan kakeknya membentang denah tersebut di meja besar di ruang kerja neneknya.


"Ini ide saya....." Sang Duchess memperagakan idenya dengan kartu-kartu dan bidak-bidak catur diatas denah tersebut.


Dua puluh menit kemudian Duchess Jeanny selesai mengutarakan idenya.


"Bagaimana menurut kakek?" Tanya Jeanny polos.

__ADS_1


"........" Pangeran Albert tidak bisa menjelaskan kekaguman dia terhadap ide cucunya.


"Hoooh....ini ide fantastis sekali. Sudah lama saya ingin menegakkan budaya tertib dan antri di masyarakat kita. Dengan ide ini bisa memaksa atau mengajak publik berkeliling pameran sambil serasa bermain bridge card."


"Menajubkan....Anastasia, engkau benar-benar cucu perempuanku!" Jawab Ratu Victoria menggantikan Pangeran consort Albert memuji Duchess Jeanny.


"Sekarang berikut ini yang harus engkau lakukan Albert honey....." Sang Ratu ikut berdiskusi.


Jadwal kerja Pangeran Albert pada hari itu dibatalkan semua. Sang Pangeran memanggil semua anggota panitia Grand Exhibition ke istana Buckingham setelah Duchess Jeanny pulang.


#######


Pada hari berikutnya, Ratu Victoria dan Pangeran consort Albert menerbitkan perintah baru.


"Duchess Jeanny. Engkau saya tugaskan mengatur pelaksanaan Grand Exhibition di Crystal Palace mulai hari ini. Laksanakan perintah saya." Pernyataan Ratu Victoria.


"Saya mematuhi dan menerima perintah Yang Mulia Ratu Victoria." Jawab Jeanny.


Pangeran Albert tampak senang bisa bekerja bersama cucu perempuannya. Sementara Jeanny kelihatan cemas bagaimana mensukseskan Grand Exhibition di Crystal Palace.


 


 

__ADS_1


__ADS_2