Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Chapter 38 Duchess akan dijebak


__ADS_3

Suatu pagi yang mendung di ibukota London. Pangeran Williem dan butlernya, Van, bertemu dengan seorang aristokrat Inggris, Viscount Randolph Wolfgang. Sang Viscount adalah seorang pengusaha ekspor impor di Eropa. Produk perusahaan Wolfgang adalah produk-produk dari China dan India.


Tetapi, produk perusahaan Wolfgang sesungguhnya adalah penyelundupan opium dan barang-barang antik dari China. Viscount Wolfgang meraih profit besar-besaran dari usaha penyelundupan tersebut untuk menyokong gelar kebangsawanan keluarganya selama ini.


Pangeran Williem telah lama mengetahui kegiatan ilegal Viscount Wolfgang karena kapal-kapal yang membawa barang-barang selundupan dari China harus berlabuh sementara di wilayah Dutch East Indies (Indonesia) sebelum  berlayar kembali menuju India dan Afrika.


"Yang Mulia Pangeran Williem. Mohon jelaskan bagaimana kami bisa membantu anda?" Tanya Viscount Wolfgang.


"Baiklah tuan-tuan, begini ceritanya....." Sang Pangeran memberitahukan rencananya.


Setelah Williem selesai menceritakan latar belakang dan garis besar rencananya. Viscount Wolfgang tertarik atas imbalan jika rencana ini berhasil.


"Baiklah kami terima rencana anda. Tapi Yang Mulia Pangeran harus menepati janji akan menjadikan perusahaan kami memonopoli pasar di China dan Jepang." Viscount Wolfgang meminta persetujuan dengan Pangeran Williem.


"Tentu saja....Viscount Wolfgang. Perusahaan anda adalah salah satu rekanan bisnis yang penting bagi Dutch East Indies. Saya secara pribadi akan mempengaruhi pemerintah di Batavia." Jawab sang Pangeran.

__ADS_1


"Cheer....untuk keuntungan dan kemakmuran kita....hahaha!!!" Sang Viscount puas mendengar jawaban Williem.


#######


Saat kembali ke ruang Royal Suit di Brown Hotel, Pangeran Williem beristirahat di kamar sambil minum wine. Dia membayangkan saat rencananya berhasil.


"Williem....Pangeran Williem. Saya sudah tidak mungkin bisa lagi menemui orang tua saya atau keluarga paman saya dengan kejadian yang telah saya alami ini." Ungkap Duchess Jeanny putus asa.


"Kenapa....apa yang telah terjadi Duchess cantikku?" Tanya sang Pangeran.


"Mereka....mereka telah menodai diriku....saya bukan gadis lagi....uuhhhuuuhh" Jawab Jeanny menangis.


"Saya akan berbicara dengan mereka bahwa kita berdua telah 'melakukannya'....engkau harus berjanji tidak pernah memberitahukan apa yang terjadi sebenarnya." Tambah sang Pangeran.


"Oohhh....Williem honey.....saya mencintaimu....saya akan selalu menuruti semua keinginanmu selamanya." Duchess Jeanny terharu dan terpukau oleh keberanian Pangeran Williem.

__ADS_1


Duchess Jeanny menerima pelukan sang Pangeran dengan lembut dan menangis bahagia di pelukan Williem. Mereka berdua kemudian beristirahat bersama.


"Perfect.....sempurna.....inilah akhir yang aku impikan bersama Duchess cantikku nanti.....hehehehe.... hahahaha!!!" Pangeran Williem tertawa puas membayangkan saat Duchess Jeanny jatuh ke tangannya.


#########


Beberapa hari kemudian, Countess Angelica menerima surat undangan dari Lady Eleanor Pakenham yang menyatakan ingin mengundang Countess Angelica untuk menghadiri pesta masquerade yang diadakan untuk menyambut pernikahan sang Countess dengan Earl Peter yang akan diadakan bulan depan.


Di dalam surat undangan tersebut terdapat sepasang topeng masquerade dan persyaratan busana yang harus dikenakan oleh peserta pesta. Duchess Jeanny yang kebetulan berkunjung ke rumah kediaman keluarga Count Verdant merasa curiga terhadap surat undangan tersebut.


"Angelica....apa engkau pernah menghadiri pesta semacam itu?" Tanya Duchess Jeanny.


"Tidak. Saya belum pernah menghadiri pesta masquerade. Ini pertama kalinya saya menerima undangan pesta semacam ini." Jawab Countess Angelica.


"Hmmm....baiklah saya akan menemanimu menghadiri pesta masquerade ini." Ungkap Jeanny.

__ADS_1


"Ohhh...tentu saja, saya senang kakak Jeanny mau ikut bersama saya....fufufu." Angelica kelihatan antusias mengetahui Jeanny mau menemani dia.


Sementara Countess Angelica senang Duchess Jeanny bersedia menemani dia menghadiri pesta masquerade tersebut. Jeanny merasakan firasat buruk tentang undangan pesta ini.


__ADS_2