Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Episode 17 Duchess ketahuan oleh sang Ratu


__ADS_3

Pada hari ke-6 sejak Duchess Jeanny dirawat di The Royal London Hospital. Duchess Jeanny tidak merasa dia menginap dirumah sakit lagi karena setiap hari dia sibuk mengasuh atau membantu pasien di rumah sakit tersebut.


Pada hari yang sama, Ratu Victoria dan Pangeran consort Albert berkunjung ke The Royal London Hospital tanpa memberitahukan kedatangan mereka ke Duchess Jeanny. Sang Ratu tampak bahagia sekali.


"Yang Mulia Ratu, anda tampak senang sekali hari ini." Tanya Chamberlain istana.


"Fufufu...tentu saja. Chamberlain, akhirnya saya bisa bertemu dengan Duchess Jeanny hari ini." Ucap sang Ratu.


"Begitu, kami turut senang mendengarnya." Ungkap kepala rumah sakit The Royal London Hospital.


"Ssstt...honey. Ingat kita kemari hanya menjenguk sang Duchess secara formal. Jangan sampai mereka curiga tentang hubungan kita dengan Duchess Jeanny." Khawatir Pangeran consort Albert.


"Iya..iya. Jangan khawatir. Saya akan bersikap biasa saat ketemu dia nanti...fufufu." Ungkap sang Ratu.


Rombongan sang Ratu dan Pangeran consort tiba di koridor tempat Duchess Jeanny dirawat. Petugas penjaga dan kepolisian memberi hormat kepada mereka.


Tetapi begitu mereka membuka pintu dan masuk ruangan perawatan Duchess Jeanny. Mereka menemukan ruangan tersebut kosong. Duchess Jeanny tidak ada diruangan tersebut.


Sesaat kemudian, para staf rumah sakit, penjaga dan petugas kepolisian panik dan bergegas mencari tahu keberadaan Duchess Jeanny. Sementara itu, Ratu Victoria hanya diam tetapi wajahnya tampak marah sekali.


"Kalian tahu apa yang akan terjadi jika Duchess Jeanny hilang lagi. Saya mengharapkan pertanggungjawaban kalian semua." Sang Ratu berkata dingin dan sadis.


\\Perintah Yang Mulia kami laksanakan. Kami siap bertanggungjawab.////


Pagi itu, seluruh bagian rumah sakit The Royal London Hospital mengalami keributan. Staf penjaga dan petugas kepolisian dikerahkan untuk mencari Duchess Jeanny.


Ratu Victoria dan Pangeran Albert dipersilahkan menunggu diruang tunggu khusus sampai Duchess Jeanny ditemukan.


Semula sang Ratu tetap tenang, tetapi, dia kemudian berjalan keluar ruangan dan berkeliling koridor rumah sakit.


"Yang Mulia Ratu, kami mohon tunggulah diruangan tamu. Biarkan kami yang mencari sang Duchess." Ucap kepala rumah sakit.


"Diam kalian dan ikuti saya!!" Bentak Ratu Victoria.


"Victoria honey. Apa engkau tahu dimana keberadaan Duchess Jeanny?" Bisik Pangeran Albert.


"Albert dear. Engkau pasti ingat kegiatan Alice saat dia masih gadis." Ungkap sang Ratu.

__ADS_1


"Bagian perawatan anak-anak!!" Jawab Pangeran Albert.


Sang Ratu hanya menganggukkan kepalanya tanda benar. Ratu Victoria dan Pangeran Albert bergegas ke ruangan perawatan anak-anak.


\\BRAK!!!////


"Mohon maaf Yang Mulia Ratu. Ini ruangan perawatan anak-anak. Mohon tenang dan pelan." Dokter kepala perawatan anak panik.


Ratu Victoria dan Pangeran Albert berjalan menyusuri koridor bagian anak-anak hingga mereka sampai di tempat bermain anak.


Sang Ratu masuk ruangan bermain dan menemukan Jeanny sedang duduk bersila di karpet menemani pasien anak-anak bermain.


"!!!!"


Ratu Victoria dan Jeanny saling bertatapan mata.


"Hormat saya kepada Yang Mulia Ratu Victoria. Semoga anda selalu sehat dan makmur." Jeanny langsung memberi hormat tata krama paling sopan aristokrat kepada sang Ratu.


"Suster Jeanny...apa yang telah anda lakukan....beliau...!!!!" Dokter kepala perawatan anak berusaha menyela ketika dia juga menyadari identitas sebenarnya suster Jeanny.


"Maafkan saya. Anda benar. Saya Duchess Jeanny Ontario, Ontario Dukedoom, Kanada. Mohon maafkan saya selama menyembunyikan hal ini dari anda semua." Ungkap Duchess Jeanny.


"Saya siap menerima hukuman dari Yang Mulia Ratu atas perbuatan saya ini." Tegas sang Duchess.


"Hmmm....kepala rumah sakit. Engkau pernah bilang ada kekurangan perawat di rumah sakit ini?" Tanya sang Ratu.


"Itu benar Yang Mulia Ratu." Jawab kepala rumah sakit.


"Duchess Jeanny saat ini sedang melakukan kegiatan amal membantu merawat anak-anak." Ungkap sang Ratu kepada kepala rumah sakit.


"Duchess Jeanny, hukuman engkau adalah untuk menjadi perawat selama sebulan dirumah sakit ini. Jika engkau hendak melanjutkan kegiatan amal ini maka itu adalah keputusanmu." Tegas Ratu Victoria kepada Duchess Jeanny.


\\Kami menerima dan mematuhi perintah anda Yang Mulia Ratu.////


"Sudah..cukup. Bawakan bangku atau sofa ke ruangan ini. Saya akan berbincang dengan Duchess disini." Ucap sang Ratu.


Pasien anak-anak yang semula takut dan khawatir melihat banyak orang dewasa diruangan tersebut merasa tenang setelah suster Jeanny menenangkan mereka kembali.

__ADS_1


Ratu Victoria dan pangeran Albert mengamati bagaimana Duchess Jeanny merawat dan menemani pasien-pasien anak bersama suster-suster lain.


Jeanny dengan penuh ketenangan dan sabar menemani, bermain dan sampai menidurkan pasien-pasien anak-anak satu persatu. Setelah semua pasien anak-anak beristirahat, Jeanny, mempersilahkan Sang Ratu dan pangeran Albert kembali bersamanya ke ruang sang Duchess dirawat.


Didalam ruang Duchess Jeanny. Setelah mereka ditinggalkan bertiga sendirian. Ratu Victoria langsung terharu dan memeluk Jeanny penuh kasih sayang. Pangeran Albert juga memeluk istri dan cucu perempuannya, Anastasia.


"Terimakasih atas perhatian Yang Mulia Ratu. Saya sangat menghargai keputusan nenek." Ungkap Jeanny malu-malu.


"Ooohhh....cucuku yang manis. Tentu saja aku terharu melihatmu bisa begitu arif, sederhana dan ramah kepada pasien-pasien anak tersebut. Engkau benar-benar cucuku...Ohohohoho." Puji Ratu Victoria.


"Uhuuhhhuuuhuu....Aku seperti melihat kembali ibumu. Aku terharu melihatmu menemani anak-anak tersebut hingga mereka tertidur. Maafkan, aku kakekmu....Albert." Pangeran Albert mulai menangis.


"Kakek....pangeran Albert!!!" Ungkap Jeanny.


"Oohh...Albert dear. Baru kali ini saya melihatmu bisa menangis seperti ini." Sindir sang Ratu.


"Tapi...tapi...uuuhhh." Pangeran Albert berusaha tegar.


Duchess Jeanny yang melihat Ratu Victoria dan Pangeran Albert yang begitu perhatian langsung tersenyum ramah dan memeluk mereka seperti nenek dan kakek kandungnya.


"Nenek dan kakek, tenanglah. Saya bersama kalian. Silahkan duduk di sofa ini. Kita bisa bicarakan banyak hal." Ungkap sang Duchess.


Duchess Jeanny, Ratu Victoria dan Pangeran Albert berbincang-bincang hingga sore hari. Mereka makan siang dan minum teh bersama di ruang rawat Duchess Jeanny.


Setelah puas bertemu dengan Duchess Jeanny, sang Ratu dan Pangeran Albert kembali ke istana Buckingham.



Keesokan harinya, Duchess Jeanny disambut dengan sopan oleh semua perawat di The Royal London Hospital. Semula semua orang merasa canggung karena Jeanny adalah seorang Duchess. Tetapi setelah Jeanny berhasil menyakinkan mereka semua kegiatan kembali normal.


Para pasien anak-anak merasa senang perawat favorit mereka kembali menemani mereka. Sementara para pasien manula kembali gembira mengetahui suster Jeanny kembali merawat mereka.


#######


Saat Duchess Jeanny sedang menemani dan menyuapi makanan untuk pasien anak-anak. Seseorang mengamati kegiatan Jeanny dari kejauhan.


"Oohh, Duchess Jeanny. Engkau benar-benar wanita idamanku. Saat engkau jadi istriku seperti inikah dirimu ketika merawat dan mengasuh langsung anak-anak kita nanti....hmmm....hmmm." Bisik Pangeran Williem saat mengunjungi Jeanny sambil membawa karangan bunga.

__ADS_1


 


 


__ADS_2