
Setiap kaum aristokrat yang menghadiri pesta dansa yang diselenggarakan kerajaan harus berpasangan. Jika pria atau wanita bangsawan tersebut masih membujang (bachelor) maka dia harus berpasangan dengan kerabat dekat keluarganya untuk bisa hadir di pesta dansa kerajaan.
Seminggu sebelum perayaan Jubilee emas kerajaan Inggris, keluarga Duke Marlborough menerima surat undangan resmi untuk menghadiri pesta dansa dari istana Buckingham. Tetapi surat undangan kali ini lebih istimewa karena isi surat tersebut menyebutkan secara spesifik permintaan kehadiran Duchess Jeanny untuk menghadiri pesta dansa kerajaan.
Hal ini menimbulkan kegelisahan di kediaman Duke Marlborough karena mereka harus mencari siapa pendamping Duchess Jeanny atau alasan ketidakhadiran Jeanny jika diputuskan tidak bisa hadir.
"Bagaimana jika kita beralasan Duchess Jeanny sakit dan tidak bisa hadir dalam acara pesta dansa Jubilee emas kali ini? Tanya John.
"Tidak mungkin nak. jika publik atau kalangan bangsawan mendengar kabar Jeanny sakit pasti akan terjadi kegemparan dan semakin banyak orang datang kemari untuk menjenguknya. Semakin sulit untuk kita menutupinya." Jawab lord Wallace.
"Kita mungkin masih bisa beralasan John sedang bepergian keluar negeri untuk belajar tapi untuk Jeanny tidak mungkin tiba-tiba pergi ke daratan Eropa dalam waktu dekat. Jeanny dan John tidak mungkin bisa hadir di satu tempat sekaligus." Ungkap nyonya Constanza.
"Bagaimana jika kita mencari kerabat yang mengerti situasi kita dan bisa mendampingi Jeanny selama menghadiri pesta dansa?" Usul Diana kepada keluarganya.
"Kerabat yang bisa paham dan dipercaya mendampingi Jeanny. Ide bagus, kita juga perlu seseorang untuk menemani Jeanny jika saya, ibumu atau Diana berhalangan hadir."
"Seorang kerabat pria....bagaimana jika sepupu Peter dari keluarga Earl Falmouth? Dia masih muda seumur Jeanny, pendiam, jarang tampil di publik dan paling penting dia bisa dipercaya." Pendapat Diana.
"Peter?...maksudmu si kutu buku dan pendiam Peter yang sejak kecil bermain bersama kita. Perihal ini lebih berat dan besar daripada tentang kita bertiga berbohong tentang bermain di ladang petani saat masih anak-anak." Sanggah John.
"Tapi sepupu Peter sampai sekarang tidak membocorkan rahasia tersebut. Ayah dan ibu mengetahui berita ini setelah petani yang bersangkutan datang minta kompensasi atas sayuran dan buah yang hilang kita petik. Kita dihukum setelah Peter pulang ke keluarganya." Bantah Diana.
"Saya juga setuju jika Peter mendampingi Jeanny bukan hanya di acara pesta dansa kali ini tapi dalam kesempatan berikutnya juga. Ini kesempatan untuk membantu Peter bersosialisasi dengan publik dan kalangan aristokrat lainnya." Nyonya Constanza mendukung ide putrinya.
"Baiklah, saya putuskan Jeanny akan didampingi Peter dalam pesta dansa Jubilee emas di istana Buckingham. Jeanny sebaiknya secepatnya diperkenalkan dengan Peter." Lord Wallace memutuskan solusi pendamping Duchess Jeanny.
John kali inipun tidak bisa membantah keputusan keluarganya tentang Peter sebagai pendamping Jeanny karena dia sendiri merasa Peter adalah pilihan paling netral dibandingkan mempercayakan Jeanny kepada orang lain.
__ADS_1
###########
Keesokan harinya, nyonya Constanza, nona Diana dan Duchess Jeanny mengunjungi kediaman keluarga Earl Falmouth. Mereka bertiga disambut langsung oleh nyonya Agatha Falmouth dan Earl Eric Falmouth senior.
Nyonya Agatha dan Earl Eric tentu saja gembira sekali mengetahui tujuan kedatangan keluarga Duke Marlborough dan Duchess Ontario setelah nyonya Constanza menjelaskan kepada mereka.
Putra mereka, Earl Peter Falmouth junior, mengurung dirinya dan jarang keluar dari wilayah keluarga Falmouth setelah diejek saat dibangku sekolah oleh gadis yang diidamkannya. John sendiri pun mengerti betapa tersiksanya saat dia diejek lebih mirip wanita daripada pria hingga dia berlatih dan bahkan bergabung dengan militer Inggris demi meningkatkan imagenya sebagai pria.
Nyonya Agatha dan Lord Eric mengantar Duchess Jeanny, nyonya Constanza dan nona Diana ke kamar Peter.
\Knock...knock...knock////
"Peter, ini mama dan papa. Bisakah kami masuk menemuimu?" Tanya nyonya Agatha.
"......"
"......."
"Peter dear,...tolong engkau...." Saat nyonya Agatha berusaha membujuk Peter. Duchess Jeanny maju kedepan pintu kamar Peter.
"Sepupu Peter, perkenalkan saya Jeanny Ontario. Kita belum pernah bertemu langsung tapi saya selalu mendengar tentang engkau dari John dan Diana Marlborough. Saya berterimakasih kepadamu telah menjadi teman bermain mereka." Jeanny mengutarakan isi hatinya.
"John berhalangan hadir dan dia mempercayakan saya kepadamu karena John merasa engkau adalah saudara sepupu yang paling dia bisa andalkan saat ini." Lanjut Jeanny dengan malu-malu.
Dari dalam kamar terdengar suara orang berlari, membuka kunci-kunci pintu dan kemudian pintu kamar Peter terbuka.
\Tap...tap...tap....clack...clack...BRAAK////
__ADS_1
Setelah pintu kamar Peter terbuka muncul seorang pemuda seumur dengan Jeanny. Rambutnya coklat dan berantakan. Matanya berwarna biru. kulitnya putih pucat menunjukkan dia jarang keluar ruangan. Badannya kurus tapi cukup sehat. Dia hanya mengenakan pakaian sekedarnya. Peter seumur dengan Jeanny sehingga serasi jika berjalan berdampingan.
"Perkenalkan saya Jeanny, Duchess Ontario, dari Kanada. Sepupu jauh John dan Diana Marlborough. Mohon bimbingannya selama saya bersama anda." Duchess Jeanny menunduk dan memberi hormat dengan penuh kesopanan tertinggi tata krama aristokrat Eropa di hadapan Peter.
"Perkenalkan saya, Peter Falmouth, terimakasih telah hadir ditempat saya ini......" Ucap Peter tertegun dan panik setelah melihat Jeanny dari dekat.
Peter terkesan dengan suara Jeanny yang bernada lembut, sopan dan ramah. Saat dia melihat sosok Jeanny yang cantik, anggun, elegan dan bersahaja walaupun Jeanny seumuran dengan Peter dan John. Dia tidak pernah mengetahui bahwa ada saudara sepupu selain John dan Diana Marlborough yang selama ini hanya dia anggap dekat dan percayai.
Nyonya Agatha mulai menangis saat melihat Peter berhasil dibujuk keluar oleh Duchess Jeanny. Lord Eric merasa lega bahwa putranya masih mau berinteraksi dengan orang lain.
"Maafkan saya, abang Peter. Sebenarnya ada sesuatu yang hendak saya dan Duchess Jeanny bicarakan kepada abang. Abang John mempercayakan Jeanny kepada abang Peter terkait masalah ini." Diana memotong pembicaraan saat Peter tertegun pada Jeanny.
"Jika John memutuskan sampai begini berarti sangat penting. Baiklah saya bersedia mendengarkan alasannya." Peter tertarik dan ikut keruangan tamu untuk mendengarkan permintaan keluarga Duke Marlborough.
"Begini ceritanya abang Peter......" Diana mulai menceritakan tentang acara pesta dansa Jubilee emas dan pendamping Duchess Jeanny dari awal hingga akhir.
"Baiklah, saya setuju hadir di pesta dansa Jubilee emas sebagai pendamping Jeanny. Lagi pula Jeanny sepupu jauh kita. Saya tentu saja lebih percaya diri jika bersamanya." Ungkap Peter sambil melihat kearah Jeanny yang duduk disampingnya.
"Tunggu dulu abang Peter. Sebelum itu kita perlu membenahi penampilan dan perilaku abang agar sukses di pesta dansa Jubilee emas....Fufufu." Diana mencengkram pundak Peter sambil tertawa penuh kelicikan.
Peter merasa firasat tidak enak dan itu terbukti. Selama seminggu penuh Peter belajar tata krama dan berolahraga secara marathon dimana keluarga Duke Marlborough, Earl Falmouth dan Duchess Ontario bekerja sama merubah penampilan dan watak Peter.
#############
Pada sore hari saat perayaan Jubilee emas kerajaan Inggris. Tiga kereta kuda berangkat dari kediaman Duke Marlborough. Kereta pertama ditumpangi Lord Wallace dan nyonya Constanza Marlborough. Kereta kedua ditumpangi pasangan suami istri Falmouth senior. Dan, kereta terakhir ditumpangi Earl Peter Falmouth dan Duchess Jeanny Ontario.
Rombongan kereta kuda ini berjalan menuju kota London, ke istana Buckingham, tempat perayaan pesta dansa Jubilee emas kerajaan Inggris diadakan.
__ADS_1
Semua kalangan bangsawan dan elit Inggris mengharapkan kehadiran Duchess Jeanny yang cantik dan anggun dalam acara tersebut. Bahkan tamu-tamu dari kerajaan Eropa lain ikut tertarik melihat Duchess yang misterius dari Kanada ini.