
Jeanny mengendarai kuda kesayangannya 'Lighting' selama sejam dari rumah keluarga Duke Marlborough ke kota London.
Sepanjang perjalanan sang Duchess perasaannya bercampur marah, kecewa dan benci mengetahui pelaku sebenarnya semua kejadian yang dialaminya beberapa tahun terakhir ini.
"Sebenarnya Pangeran Williem yang merencanakan supaya kakak Jeanny celaka. Dia ingin menguasai diri kakak Jeanny sejak pesta dansa Jubilee emas kerajaan Inggris beberapa tahun yang lalu." Countess Angelica mengungkapkan semua yang dia ketahui.
"Saat itu saya masih membenci kakak Jeanny sehingga saya setuju dan ikut rencana beliau. Setelah kejadian di gedung opera London saya berubah pikiran dan tidak setuju dengan cara-cara sang Pangeran." Tambah sang Countess.
Jeanny teringat kembali saat perwira polisi memberitahukan hasil interogasi atas Earl Wolfgang kepada keluarga Duke Marlborough.
"Mereka mengaku di bayar mahal dan dijanjikan akses perdagangan di China dan Jepang. Jika mereka berhasil memperkosa Duchess Jeanny." Ungkap perwira polisi menjelaskan tujuan para pelaku.
"Tapi, mereka dilarang menghamili sang Duchess tujuannya agar setelah Duchess Jeanny kehilangan keperawanannya maka pelaku utama akan mengasihi dan menawarkan dirinya untuk menjadi suami sang Duchess untuk menutupi aib yang dialami Duchess Jeanny." Perwira polisi menjelaskan semua motif para pelaku.
"Saat ini kami sedang menyelidiki pelaku sebenarnya. Mohon jaga diri anda, Yang Mulia Duchess Jeanny." Tambah perwira polisi mengkhawatirkan keselamatan sang Duchess.
Jeanny mengetahui bahwa Pangeran Williem punya kekebalan diplomatik dan bisa lepas dari hukum negara Inggris. Selain itu, ada kemungkinan sang Pangeran mencoba lagi kejahatannya melalui cara-cara lain.
Tidak ada pilihan lain bagi Duchess Jeanny selain menemui dan menghadapi Pangeran Williem langsung.
"Pangeran Williem kenapa engkau lakukan ini padaku? KENAPA!!!" Jeanny berteriak marah sambil berkuda menuju Brown's Hotel.
Saat kuda Duchess Jeanny tiba di depan lobby Brown's Hotel langsung menyerobot kereta kuda yang sedang menurunkan penumpang. Jeanny langsung turun dari kudanya kemudian mengikat kudanya di tiang terdekat.
\DUCHESS JEANNY!!!!////
semua orang dan pegawai hotel mengenali siapa penunggang kuda tersebut. Tapi, Jeanny tidak peduli dan langsung masuk ke dalam lobby hotel.
"Saya hendak bertemu Pangeran Williem dari negara Belanda!" Tegas Duchess Jeanny.
"Baik Yang Mulia Duchess. Mari petugas kami mengantar anda." Jawab pegawai lobby hotel ramah.
"TIDAK PERLU. Saya tahu kamar sang Pangeran." Bentak sang Duchess marah.
Jeanny langsung berjalan menuju tangga hotel sementara orang-orang menggosipkan dirinya dan Pangeran Williem.
Setelah naik tangga hingga lantai 6 hotel. Duchess Jeanny tiba di kamar Royal Suit Brown's Hotel. satu dari empat kamar termahal di hotel tersebut khusus tamu aristokrat atau keluarga kerajaan Eropa.
\Tock....tock....tock....tock////
Jeanny mengetok pintu dan menunggu hingga seseorang membuka pintu ruangan suit Pangeran Williem.
"Ya, ada yang bisa saya bantu....DUCHESS JEANNY!!!" Butler Pangeran William terkejut melihat kehadiran sang Duchess.
"Maafkan saya mengganggu waktu anda. Ijinkan saya bertemu dengan Yang Mulia Pangeran Williem." Tanya Jeanny sopan.
__ADS_1
"Saya akan memberitahukan Yang Mulia Pangeran. Mohon tunggu sebentar." Jawab sang butler sopan.
Tapi Jeanny tahu jika Williem tahu dan mengantisipasi kedatangannya maka sang Pangeran bisa mencari alasan untuk tidak menemuinya.
\BRAKK!!!!////
Jeanny mendobrak pintu ruangan suit hingga butler tersebut jatuh. Dia kemudian masuk ruangan tersebut sementara sang butler berusaha menghalanginya.
#######
Saat Duchess Jeanny mendobrak pintu ruangan. Pangeran Williem sedang santai membaca buku sambil minum wine di sofa favoritnya.
\BRAK!!!!////
\.....liem...Williem...PANGERAN WILLIEM!!!!////
Terdengar suara seseorang berteriak mencarinya. Pintu kamar sang Pangeran tiba-tiba dibuka paksa. Duchess Jeanny kelihatan marah dan memandang tajam ke arah Pangeran Williem.
"JEANNY!" Sang Pangeran terkejut mengetahui kehadiran sang Duchess.
Belum habis rasa terkejut Pangeran Williem. Jeanny mendatangi sang Pangeran dan melakukan sesuatu yang dilarang kepada anggota keluarga kerajaan di Eropa.
\PLAK!!!!////
"Duchess cantikku. Apa salahku hingga engkau menamparku seperti ini? Tanya sang Pangeran.
"KAU....engkau masih menyangkalnya!!! Saya mengetahui anda adalah orang yang menyuruh komplotan Viscount Wolfgang untuk mencelakai saya dan Lady Angelica!!" Sang Duchess mengungkapkan semuanya.
"Apa...mohon dengarkan penjelasan saya..." Williem berusaha membantah.
"TEGANYA ENGKAU....demi mendapatkan diriku engkau menyuruh orang untuk berusaha memperkosa saya....apakah ini perilaku seorang PANGERAN!!" Jeanny langsung mematahkan argumen Williem.
Saat itu juga, Pangeran Williem melihat baju lengan kanan Duchess Jeanny berwarna merah dan darah mulai menetes dari tangan sang Duchess.
"!!!!!" Williem langsung mengerti apa yang telah terjadi.
Komplotan Wolfgang yang dibayar oleh Pangeran Williem rupanya tidak saja mencelakai Duchess Jeanny bahkan menembak sang Duchess hingga terluka parah.
"Ohhh...God....apa yang telah kulakukan....kenapa aku begitu BODOH!!!" Williem langsung terduduk dan menyesali perbuatannya.
"Yang Mulia Pangeran...anda tidak pantas menjadi seorang penguasa bahkan Raja jika perilaku anda seperti ini." Jeanny mengkritik Williem.
"Engkau akan menjadi Raja yang tirani jika mempergunakan cara-cara licik dan tipu muslihat seperti ini. Rakyat anda bisa membenci bahkan memberontak kepada pemerintah anda!" Duches Jeanny menunjukkan kelemahan sang Pangeran.
"......" Williem tidak membantah sang Duchess lagi dan menyesali semua perbuatannya.
__ADS_1
Setelah puas memarahi Williem. Jeanny mengungkapkan satu fakta lagi.
"WILLIEM PERHATIKAN SAYA..." Teriak Jeanny.
Dihadapan Williem, Jeanny melepas wig extension berwarna silvernya, menghapus make up dan lipstik di bibirnya.
"!!!!!"
"Kau....engkau....seorang pria!" Williem kaget melihat sosok pria didepannya.
"YA....nama saya John Marlborough, putra Duke Wallace Marlborough senior. Saya menyamar cross dressing sebagai wanita bernama Jeanny Ontario." Duke John mengungkapkan fakta tentang siapa Jeanny sebenarnya.
"......" Williem hanya diam tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Mulai saat ini tidak ada lagi Duchess Jeanny atau Jeanny Ontario!!!" John memberitahukan niatnya.
Duke John berusaha melepaskan pakaian wanita yang dikenakannya ketika dia menyadari sesuatu.
"!!!!!"
Di dada John tampak dua belahan dada wanita layaknya wanita asli. Dia panik kemudian memeriksa paha dan selangkangnya menyadari kelamin pria hilang dan terasa seperti tanda-tanda fisik wanita.
"TIDAK....apa yang terjadi dengan badanku?" Duke John panik.
Pangeran Williem hanya tertegun menyaksikan Duke John yang panik didepannya. Sebelum Williem mencoba menjawab tiba-tiba butler sang Pangeran memotong pembicaraan.
"Maafkan saya tidak sopan. Tapi saya melihat anda sebagai seorang nona muda yang tomboy." Ucap sang butler.
"Tidak mungkin.....saya adalah John Marlborough, saya sebagai pria sejak lahir." John membantah fakta bahwa dia adalah seorang wanita.
"TIDAK.....!!!" Duke John berlari keluar ruangan sambil menutupi wajahnya.
Pangeran Williem dan butlernya hanya diam menyaksikan semua kejadian.
"Van....engkau bisa jelaskan apa yang terjadi? Tanya sang Pangeran.
"Saya sarankan Yang Mulia Pangeran segera tidur lebih awal. Besok pagi kita pergi ke kediaman Duke Marlborough memohon maaf dan penjelasan tentang kejadian ini." Jawab sang butler tenang.
"Engkau benar....mungkin mulai malam ini saya berhenti minum wine." Williem menuruti saran butlernya.
########
Duchess Jeanny (John) berlari keluar hotel sambil mengenakan mantel tebalnya sehingga orang-orang tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
Jeanny berlari ke tempat kudanya diikat kemudian mengendarainya meninggalkan Brown's Hotel. Sang Duchess kembali ke kediaman Duke Marlborough minta penjelasan apa yang telah terjadi pada dirinya.
__ADS_1