Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Chapter 29 Duchess menghadiri opera


__ADS_3


Pertunjukan opera adalah hiburan favorit di kalangan aristokrat kerajaan Inggris pada era Victoria. Setiap akhir pekan gedung opera mewah di London selalu dipenuhi oleh kalangan bangsawan dan elit Eropa yang datang untuk menonton pertunjukan opera terbaru atau judul drama yang paling digemari saat itu.


Duchess Jeanny biasanya tidak menghadiri pertunjukan opera karena jarak tempuh dari rumah kediaman Duke Marlborough sekitar dua jam dari kota London. Jika sang Duchess ingin menonton opera maka dia harus menginap di ibukota London selama semalam.


Tetapi kali ini lain, Duchess Jeanny diundang oleh keluarga duta besar Jepang untuk menghadiri pertunjukan opera. Lady Izumi, putri duta besar Jepang, ingin mengetahui pertunjukan opera di Eropa. Duchess Jeanny dan Lady Diana adalah teman dekat Lady Izumi maka mereka bertiga sepakat untuk menonton opera bersama.


"Saya khawatir jika Jeanny hadir di gedung opera tanpa ada pendamping, maksud saya pendamping pria, semua orang pasti berusaha berkenalan dengannya. Saya dan Constanza akan mendampingimu." Tegas Lord Wallace.


"Ara...ara...ara...Wallace honey. Engkau lupa minggu depan engkau harus berangkat ke Perancis bersama delegasi perdagangan. Tidak mungkin engkau meninggalkan kewajibanmu." Jawab nyonya Constanza.


"!!!!" Lord Wallace langsung lemas mengetahui jadwal pekerjaannya berselisihan dengan acara opera Duchess Jeanny.


"Paman jangan putus semangat. Saya bisa menjaga diri. Semua akan baik-baik saja." Jeanny berusaha menyemangati pamannya.


"Ara...ara...ara...Jeanny sayangku. Sebenarnya pamanmu ini ingin bisa bersikap seperti seorang ayah melindungi anak perempuannya yang cantik saat di gedung opera nanti....ohohoho." Nyonya Constanza mengungkapkan motif Lord Wallace.


"Sssttt!!! Constanza...sssttt!!" Lord Wallace berusaha mengelak.


"AYAH!!!....huuuh....tapi benar kita perlu seorang pendamping pria untuk kakak Jeanny. Dia terlalu berbahaya jika sendirian." Lady Diana khawatir.


"Bagaimana jika mengundang pangeran Williem untuk menjadi pendamping Jeanny selama di gedung opera?" Usul nyonya Constanza.


"LANGKAHI BADANKU DULU JIKA DIA BERANI!!!!" Lord Wallace marah teringat kejadian di tea house Brown's Hotel.


"Ummm...Lord Wallace dan nyonya Constanza tidak perlu begitu. Saya mengerti jika Duchess Jeanny tidak bisa hadir menonton opera." Lady Izumi tampak lesu.


"Haaah...tampaknya kita perlu bantuan sepupu Peter lagi. Dia pasti bersemangat mengetahui hal ini." Usul Lady Diana.


"......"


Jeanny hanya diam saja melihat teman dan kerabatnya memutuskan Earl Peter sebagai pendampingnya di acara opera minggu depan.

__ADS_1


#########


Pada suatu sore hari di depan lobby London Opera House. Para pengunjung opera mulai berdatangan, terutama kaum aristokrat dan elit Inggris, mengendarai kereta-kereta kuda milik mereka.


Sebuah kereta kuda berhenti di depan lobby. Earl Peter Falmouth turun dari kereta disusul Lady Diana Malborough, putri Duke Malborough, kemudian Lady Izumi Matsumoto, putri duta besar Jepang.


Saat semua pengunjung agak kecewa mengira Duchess Jeanny tidak hadir. Dari dalam kereta muncul dan turun sang Duchess dibantu kemudian didampingi Earl Peter masuk ke dalam gedung opera.


Duchess Jeanny mengenakan gaun malam berwarna putih silver, mantel malam tebal dan topi lebar. Jeanny kali ini mengenakan light make up dan kalung perhiasan. Walau begitu, penampilannya langsung menarik perhatian.


Seketika itu juga semua tamu langsung memperbincangkan dan mengomentari kehadiran Duchess Jeanny.


\Woow....lihat Duchess Jeanny hadir menghadiri pertunjukan opera malam ini. Sungguh beruntung kita bisa melihatnya.////


\Che....Earl Peter lagi-lagi mendampingi sang Duchess. Sungguh beruntung dia sebagai sepupu Duchess Jeanny.////


\Uwaa....Duchess Jeanny malam ini sungguh cantik dan menawan. Padahal dia hanya mengenakan light make up. Lihat perhiasan di dadanya pasti mahal.////


\Oho....nice view. Duchess Jeanny malam ini sungguh berani. Wajahnya cantik menawan, bibirnya sungguh menggoda, mata violetnya sangat kontras dengan gaunnya, pinggangnya sungguh ramping saat dipegang Peter. Nice move Peter Falmouth.////


"Uwaa....leher saya dingin dan berat. Baru kali ini berpakaian seperti ini. Saya boleh melepaskan kalungnya nanti saat menonton pertunjukan opera." Jeanny mengeluh.


"Tidak boleh kakak Jeanny. Perhiasan itu milik bibi Constanza. Kakak Jeanny harus memakainya setiap saat. Bersabarlah." Sanggah Lady Diana.


"Jeanny onee-san sangat cantik dan anggun malam ini. Seperti inilah penampilan ideal wanita aristokrat Eropa saat menonton pertunjukan opera yang saya impikan selama ini." Puji Lady Izumi.


"Hahaha....ughh. Sepupu Peter tolong dekap badan saya erat-erat. Saya kedinginan." Keluh Jeanny.


"Ehh...ahh...sepupu Jeanny jika engkau mendekap lengan saya seperti ini kita bisa terlihat seperti sepasang kekasih. Saya juga salah tingkah." Earl Peter wajahnya memerah.


"Saya tidak peduli. Bahu dan dada saya terasa membeku jika seperti ini. Wanita kenapa mau berpenampilan seperti ini." Sang Duchess putus asa.


"Jeanny onee-san juga seorang wanita." Sanggah Izumi polos.

__ADS_1


"Ahh...ehh...iya, engkau benar. Maafkan saya." Jeanny menyadari situasinya.


Mereka masuk ruangan opera kemudian menuju booth khusus yang dipesan oleh keluarga Matsumoto dan kedutaan Jepang. Semua pengunjung dan pegawai opera memperhatikan penampilan Duchess Jeanny.


Sesampai di dalam booth khusus keluarga Matsumoto. Duchess Jeanny meminta Earl Peter untuk melepaskan mantel malamnya.


Peter langsung memerah malu melihat bahu dan dada sepupu wanitanya saat dia membantu melepas mantel malam Jeanny. Kulit yang halus dan seputih susu sungguh menggoda. Wajah cantik dan bibir tipis menawan. Duchess Jeanny kelihatan lima kali lebih cantik disinari cahaya lampu-lampu opera.


"Fufufu....kenapa engkau abang Peter. Kakak Jeanny lebih cantik menawan malam ini. Semua hasil make up saya dan Lady Izumi." Canda Lady Diana.


"Ahh...ehhh...tidak bukan begitu." Sanggah Peter.


"Hehehe...jangan-jangan engkau terpukau dengan sepupu Jeanny. Ingat kita bertiga bersaudara....fufufufu." Sindir Diana lagi.


"Tidak...ah...saya harus ke restroom. Tolong perhatikan sepupu Jeanny saat saya pergi." Jawab Earl Peter mengelak.


"?????"


Duchess Jeanny terheran-heran melihat tingkah sepupunya. Diana dan Izumi hanya tertawa melihat tingkah laku Earl Peter.


"Hihihi....Jeanny onee-san lihat wajah Earl Peter...hihihi." Lady Izumi tertawa


"Ohohoho....belum pernah saya melihat abang Peter seperti tadi. Sukses...ohohoho." Lady Diana puas.


"Kalian hentikan bercanda sekarang juga. Kalian tidak mengerti perasaan sepupu Peter!!" Jeanny marah.


"Uhhh...maafkan kami, kakak Jeanny. Tapi memang benar kakak Jeanny betul-betul berbahaya jika sendirian. Abang Peter saja mulai terpengaruh oleh kak Jeanny." Ungkap Diana.


Saat Duchess Jeanny memarahi Lady Diana. Di depan ruang restroom pria Earl Peter kembali dikelilingi pengagum Duchess Jeanny yang ingin berkenalan dengan sang Duchess.


\Ayolah Peter...bantulah kami bertemu sepupu wanitamu. Saya akan mentraktirmu di gentleman club atau bar lain kali.////


\Earl Peter, tolong ijinkan kami bertemu Duchess Jeanny. Kami ingin tahu make up yang dipakai sang Duchess sehingga bisa secantik malam ini. Kami mohon.////

__ADS_1


"For God's sake....biarkan saya sendirian. Saya juga butuh privasi." Peter belum pernah merasa populer, antusias dan stress seperti ini.


__ADS_2