Duchess Jeanny

Duchess Jeanny
Episode 13 Duchess bertemu Phantom Thief


__ADS_3


Pada era Victoria, topik atau berita paling menarik di masyarakat London adalah kemunculan Phantom Thief (pencuri bertopeng) yang telah mencuri sejumlah barang berharga milik kalangan orang kaya atau elit. Sang pencuri selalu mengirim surat pemberitahuan sebelum atau meninggalkan kartu nama 'Phantom Thief' sesudah melakukan aksinya.


Pihak polisi Inggris, terutama Scotland Yard, berupaya menangkap pelaku hingga saat ini.


Suatu hari, kediaman Duke Marlborough menerima surat pemberitahuan dari Phantom Thief yang menyebutkan sang pencuri akan mengincar barang berharga di keluarga Duke Marlborough.


"Surat dari Phantom Thief itu hanya kabar bohong!!" Lord Wallace memilih menghiraukan surat tersebut.


"Semoga saja engkau benar, Honey. Tapi cukup menakutkan juga jika pencuri tersebut datang kemari." Cemas nyonya Constanza.


"Kira-kira benda apa yang diincar pencuri Phantom Thief dari kita?" Ucap nona Diana.


Duchess Jeanny hanya diam melihat orang-orang disekitar dia membicarakan tentang pencuri Phantom Thief.


Pihak kepolisian dan Scotland Yard yang mendengar kabar tersebut telah menempatkan sejumlah petugas di kediaman keluarga Duke Marlborough. Mereka ingin bisa menjebak dan menangkap pencuri tersebut dalam peristiwa kali ini.


Tengah malamnya, Duchess Jeanny merasa haus dan ingin minum air. Tapi dia menemukan teko airnya telah habis sehingga perlu mengambil air minum di dapur. Sang Duchess dengan membawa lampu penerangan berjalan sendirian di koridor kediaman Duke Marlborough.


Saat kembali ke kamar tidurnya dari mengambil air minum di dapur. Duchess Jeanny merasa ada yang aneh. Dia tidak melihat pegawai yang masih berjaga saat itu.

__ADS_1


\Tap....tap....tap...tap//// Hanya terdengar suara langkah sang Duchess saat dia berjalan.


"Halo...apa ada orang di sana?"


"Hai, jika ada yang mendengar tolong jawab segera?" Tanya Duchess Jeanny.


.......


Jeanny tidak melihat atau mendengar sesuatu tetapi dia merasa ada seseorang berada di koridor itu.


Dengan was-was sang Duchess kembali ke kamarnya. Di tengah jalan dia melihat ada cahaya dari salah satu kamar di koridor.


Jeanny memberanikan diri untuk melihat ke dalam ruangan tersebut. Dia melihat seseorang berpakaian serba hitam sedang membuka isi laci dan meja kerja Duke Marlborough. Sang Duchess tidak merasa curiga karena selama ini lord Wallace, ayah Duke John, selalu bekerja atau tidur hingga larut malam.


Pria berpakaian serba hitam tersebut terkejut kemudian membalik badannya. Dia mengenakan topeng menutupi sebagian wajahnya. Mata pria tersebut langsung bertatapan dengan mata Jeanny.


"Anda sia........" Sebelum Jeanny sempat berteriak tiba-tiba dia disegap dari belakang dan dicengkram seseorang.


Sang Duchess langsung menyadari pria tersebut ialah Phantom Thief yang dicari-cari pihak kepolisian. Sang pencuri dan rekannya mengikat badan Jeanny dengan tali, membungkam mulutnya dan menutup matanya dengan kain.


Jeanny yang hanya mengenakan gaun tidur digeletakkan di karpet setelah diikat oleh kawanan Phantom Thief.

__ADS_1


"Kukira aku telah berhasil mencuri perhiasan berharga di kota ini. Ternyata disini masih ada perhiasan perak (Jeanny) yang sangat berharga." Sang pencuri berbicara kepada rekannya.


"Ini benar-benar perhiasan perak yang paling cantik aku pernah lihat. Hahaha" Jawab rekan sang pencuri.


"!!!!!"


Duchess Jeanny menyadari bahwa dirinya yang dimaksud dan diincar oleh kawanan pencuri Phantom Thief.


"Bawa semua perhiasan ini ke tempat persembunyian kita!" Lanjut sang pencuri.


Jeanny dimasukkan ke dalam karung dan diangkat oleh kawanan pencuri tersebut. Dia hanya bisa pasrah atau menunggu kesempatan untuk melawan jika memungkinkan.


Sementara itu, setelah mengumpulkan dan menangkut semua barang berharga di kediaman Duke Marlborough, kawanan Phantom Thief meninggalkan pesan di ruangan tersebut.


"Dear Duke Marlborough,


Kami mencuri perhiasan paling berharga di keluarga ini. Jika ingin mengambilnya kembali sediakan 250.000 pound sebagai tebusan. Tunggu instruksi selanjutnya dari kami.


Salam,


Phantom Thief"

__ADS_1


Keesokan harinya kediaman Duke Marlborough mengalami kegemparan. Duchess Jeanny tidak berada di kamar tidurnya. Ditemukan pesan di ruang kerja Lord Wallace. Sang Duchess telah diculik oleh kawanan Phantom Thief. Ini untuk pertama kalinya, Phantom Thief, melakukan tindakan penculikan bukan pencurian lagi.


Pihak kepolisian dan Scotland Yard langsung memburu kawanan pencuri tersebut bersama para sukarelawan di wilayah Duke Marlborough.


__ADS_2