Dunia Novel

Dunia Novel
Bab 11


__ADS_3

Hari minggu ini Liska habiskan dengan bersantai ria. Dengan malas-malasan di atas ranjang dan keluar kamar seperlunya, membuatnya merasa hari libur kali ini begitu sempurna.


Pagi sampai sore Liska habiskan di dalam kamar, hingga sesuatu dalam hatinya menginginkan akan satu hal.


"Mau martabak manis sama ice boba" gumam Liska sambil menatap ke arah langit-langit kamarnya.


Selang beberapa detik sosok itu mulai bangkit dari tidurnya dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil hoodie serta topi miliknya. Dan tak lupa uang untuk membeli makanan yang dia mau.


Setelah merasa cukup, Liska mulai berjalan keluar kamar dan menuju ke lantai dasar untuk berpamitan kepada sang Mama.


"Mama?" panggil Liska saat sampai di lantai dasar tapi tak menemukan sosok Mamanya di mana pun.


"Bi, Mama di mana?" tanya Liska ke salah satu pembantu rumahnya.


"Nyonya sedang keluar non, tadi siang nyonya mendapat telefon, setelahnya pergi" balasnya dengan senyum ramah.


"Begitu ya," ucap Liska dengan nada suara pelan, otaknya sedang berpikir tentang beberapa hal.


"Liska keluar dulu bi, jika Mama tanya Liska di mana, jawab saja Liska sedang mencari makan di luar" lanjut Liska kepada sang bibi, dan berjalan keluar rumah setelah mendapatkan jawaban dari sang bibi.


Liska memutuskan untuk di antar oleh sang sopir guna mencari makanan yang dia inginkan. Karena jarak yang cukup jauh, membuatnya harus mau tak mau di antar. Tak mungkinkan jika dia berkendara sendiri sedangkan ia tak bisa mengendari mobil.


Dia bisa mengendarai motor, tapi motor metic. Selain motor itu dia akan angkat tangan, karena tak bisa mengendarinya.


Di dalam perjalanan, Liska sibuk dengan dunianya sendiri. Mata yang menatap keluar jendela dengan dagu di tompa dengan tangan. Serta mata menyorot dengan malas.

__ADS_1


"Kalau di pikir-pikir, kehidupan Liska cukup sempurna. Jika terlepas dari masalah pembullyan Dinda dan pertunangannya dengan sosok Aland" gumam Liska yang masih menatap ke luar jendela dengan raut wajah tanpa minat.


Liska menghembuskan nafas pelan dan menutup matanya untuk menetralkan rasa kesal yang hadir di benaknya. Karena kehidupannya menjadi tak tenang semenjak masuk ke dunia entah berantah ini. Liska mulai membuka matanya kembali dan menatap malas ke arah luar.


"Apa ada yang menganggu pikiran anda nona?" tanya sang sopir sambil menatap Liska sesekali. Karena sendari tadi melihat gerak-gerik Liska dari kaca spion.


"Tidak" balas Liska sambil menatap keluar jendela dengan raut wajah tanpa minat.


Mendengar jawaban dari sang nona membuat sopir Liska hanya bisa menganggukkan kepala ringan dan kembali fokus ke jalanan.


Tak lama mobil yang Liska tumpanginya sudah sampai di tempat tujuan.


Dengan perlahan Liska mulai membuka pintu mobil. Baru saja terbuka sedikit, suara klakson motor terdengar di telinganya. Dari arah belakang ada sebuah motor besar melaju dengan kencangnya. Melihat itu dengan cepat Liska kembali menutup pintu mobil.


Jaraknya begitu dekat, hingga telinga Liska dapat mendengar suara goresan cukup keras. Di belakang motor tadi ada beberapa pengendara lainnya yang menyusul.


Liska turun dari mobil dan menatap body mobilnya. Benar saja, terdapat goresan panjang di body mobil bagian kiri.


Liska menatap ke arah pengendara tadi dengan sorot mata tajam.


"Gila" gumam Liska dengan raut wajah sinis. Setelahnya dia mulai fokus ke tujuan utamanya. Tak ambil pusing tentang goresan tadi.


Beberapa menit kemudian Liska sudah selesai membeli hal yang dia butuhkan dan kembali ke mobil.  Mobil yang Liska tumpangi mulai berjalan ke arah rumah.


Di dalam mobil Liska sibuk dengan dunianya sendiri, dia sibuk memakan makanannya.

__ADS_1


Di pertengahan jalan, tiba-tiba laju kendaraanya berhenti.


"Ada apa pak?" tanya Liska dengan heran.


"Itu non, ada orang di keroyok" balas sang sopir sambil menatap ke arah Liska.


Mendengar perkataan dari sang sopir membuat Liska menatap ke arah tempat terjadinya pengeroyokan. Dahinya mengerut heran dan menatap ke sekelilingnya.


"Pantas saja mereka berani" gumam Liska saat melihat tempat yang ia lewati begitu sepi, bahkan rumah penduduk pun hanya beberapa biji, itu pun terlihat sepi.


"Klakson saja pak" balas Liska sambil menatap ke arah mereka dengan datar.


"Baik non" balas sang sopir dengan patuh dan mulai menelaksoni mereka dengan sedikit ragu. Takut jika mereka menyerang mobil yang dia bawa juga.


Tapi siapa sangka, saat mendengar suara klakson mobil, kumpulan pemuda tadi langsung berlari kelimpungan ke arah kendaraan masing-masing, meninggalkan seorang pemuda yang terkapar lemah di atas aspal. Mungkin karena rasa terkejut dan takut yang menjadi satu.


"Tunggu sebentar pak" ucap Liska dan mulai keluar dari mobil dengan langkah pelan.


Liska berjalan mendekati pemuda tadi, dengan raut wajah heran Liska menatap ke arah pemuda itu.


"Mati kah?" ucap Liska sambil menatap pemuda tadi, karena tak melihat sedikit pun pergerakan darinya. Liska mulai jongkok dan tanganya telurur ke arah tubuh orang di depannya.


"Hei" kata Liska dan memberi sedikit guncangan ke tubuh orang itu.


"Ishh!" ringisnya saat merasakan sakit di tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2