Dunia Novel

Dunia Novel
Bab 34


__ADS_3

Di sepanjang jalan hanya di isi oleh keheningan. Hingga sampailah mereka di depan pagar rumah Aland.


"Jika sudah pulang saya akan mengabari bapak" ucap Liska sebelum keluar dari mobil.


"Baik non" balas sang sopir dengan ramah.


Setelah mendengar jawaban dari sopirnya, Liska hanya menganggu sekilas dan keluar dari dalam mobil. Dengan langkah pelan dia berjalan ke arah pagar.


"Eh, non Liska. Sialahkan masuk non" ucap sang satpam dengan ramah dan sopan. Karena sudah di beritahu oleh salah satu pelayan, untuk mengizinkan Liska masuk atas perintah nyonya besar.


Dengan senyum cerah, sang satpam membukakan gerbang, mempersilahkan Liska masuk.


Liska hanya membalas senyuman sang satpam dengan senyum tipis, setelahnya kaki itu mulai berjalan memasuki halaman rumah Aland dengan langkah pelan.


Liska berhenti di depan pintu rumah, dengan raut wajah datar. Sebenarnya dia sangat malas ke sini, jika bukan karena permintaan sang Mama, dia tak mau ke sini.


Dia juga masih memendam rasa tak suka kepada Aland, setelah apa yang dia lihat dari ingatan Liska yang dulu.


Dengan malas, Liska memencet bel rumah Aland dan tak lama pintu rumah terbuka menampilkan salah satu pelayan di rumah Aland.


"Nona Liska? silahkan masuk non" balas sang pelayan dengan ramah dan mempersilahkan Liska untuk masuk.


"Aland di mana?" tanya Liska sambil memasuki rumah dengan langkah pelan.


"Tuan muda ada di dalam kamarnya nona," balas sang pelayan dengan raut wajah sedikit cemas.


Liska yang menyadari itu pun mengerutkan dahinya dan bertanya.


"Ada apa?" tanya Liska dengan raut wajah heran.

__ADS_1


"Sejak tadi malam tuan muda belum keluar dari kamar dan lagi, saat tuan muda pulang tadi malam mukanya penuh akan lebam tapi ia langsung memasuki kamar" balas sang pelayan sedikit cemas.


"Lebam?" ulang Liska dengan kerutan di dahinya.


"Iya nona" balas sang pelayan dengan anggukan kepala mantap.


Setelahnya langkah mereka terhenti, karena sudah sampai di depan kamar Aland.


Liska menatap ke arah pintu tadi beberapa saat sebelum mengetuk pintu itu.


"Aland, ini gue Liska" ucap Liska dengan tangan yang sesekali mengetuk pintu di depannya.


"Pintunya di kunci nona" ucap sang pelayan saat melihat Liska mencoba membuka pintu kamar Aland.


"Ada kunci cadangan?" tanya Liska dengan raut wajah serius.


"Ada, tunggu sebentar" balas sang pelayan dan berlari untuk mengambil kunci cadangan yang ada di dekat ruang makan.


"Ini nona" ucap sang pelayan sambil menyerahkan kunci tadi ke arah Liska.


Tanpa mengucapkan apa pun Liska menerimanya dan membuka pintu kamar dengan gerakan pelan.


Pintu berhasil terbuka, dengan langkah pelan Liska memasuki kamar. Hal pertama yang dia lihat adalah gundukan selimut di tengah-tengah ranjang. Dia mulai berjalan ke arah gundukkan tadi dan membuka selimut dengan sedikit tenaga.


Di balik selimut terlihat wajah Aland yang penuh lebam dan juga sedikit pucat.


Tangan itu mulai terulur dan dapat Liska rasa, panas menjalar di punggung tangannya.


"Bisa minta tolong? Ambilkan air kompres?" ucap Liska sambil menatap sang pelayan di belakangnya.

__ADS_1


"Baik" balas sang pelayan dengan patuh dan mulai berlari keluar kamar menuju dapur untuk menyiapkan hal yang di butuhkan Liska.


Sepeninggallan sang pelayan, Liska mulaiĀ  duduk di samping Aland. Tangannya memberi guncangan pelan pada tubuh itu.


"Hey, bangun" ucap Liska sambil mengguncang tubuh Aland.


Merasakan guncangan di tubuhnya membuat Aland mengerutkan dahi, karena merasakan sakit di sekujur tubuh.


"Emmh.." gumam Aland dan membuka matanya secara perlahan. Hal pertama yang dia lihat adalah wajah manis Liska.


"Bangun" ucap Liska dengan datar.


"Emmh.." guman Aland lagi, tapi bukannya bangun dia malah membalikkan badan untuk memunggungi sosok Liska.


Liska yang melihat itu sedikit berdecak kesal dan menghentikan pergerakan Aland dengan paksa.


"Bangun dulu, luka lu belum di obati!" geram Liska dan mencoba membuat Aland bangun dengan paksa.


"Sakit" keluh Aland dengan pelan dan menatap ke arah Liska dengan tatapan sedikit berkaca-kaca?.


"Ck, makanya bangun" kesal Liska sedikit iba? Mungkin.


Dengan enggan Aland mulai bangun dan mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. Dengan raut wajah datar dia menatap ke arah Liska.


Tak lama datang seorang pelayan dengan mangkuk dan handuk untuk mengompres demam Aland.


"Ada P3k bi?" tanya Liska kepada sang pelayan dan di angguki sekilas. Setelahnya berjalan keluar untuk mengambil kotak P3k. Tak membutuhkan waktu lama pelayan tadi datang dengan kotak P3k di tangannya.


"Ini nona" ucap sang pelayan dan menyerahkan kotak P3k ke arah Liska.

__ADS_1


"Terima kasih" ucap Liska dengan tulus.


Sang pelayan yang mendengar perkataan Liska barusan membalas dengan anggukan pelan dan senyum ramah. Setelahnya ia pamit undur diri untuk ke dapur.


__ADS_2