Dunia Novel

Dunia Novel
Bab 77


__ADS_3

Brak!


Suara dobrakan pintu mengalihkan fokus mereka. Kedua preman tadi menatap ke arah sumber suara dengan raut wajah terkejut.


Senyum lebar Anton hilang dalam sekejap saat melihat kondisi Liska di depannya.


"Ingin sengsara dengan cara apa? Hebat juga kalian menyakiti gadisku" tanya Anton dengan dingin.


Liska yang melihat Anton di depannya pun tersenyum lega. Dan menyenderkan kepalanya di sandaran kursi.


Tanpa mengatakan apa pun Anton mulai maju dan menaklukkan kedua preman tadi, di bantu oleh Rangga.


Tak membutuhkan waktu lama, kedua preman tadi sudah terkapar di atas lantai yang kotor. Anton menatap kedua preman tadi dengan datar, setelahnya sorot mata itu berganti lembut saat menatap Liska. Dirinya mulai melangkah mendekat ke arah Liska.


"Are you oke?" tanya Anton sambil berjongkok di depan Liska dan mengelus lembut pipi Liska.


"Sakit" gumam Liska saat tangan Anton mengelus pipinya yang lebam.


Mendengar gumangan Liska, membuat Anton menatap lekat wajah Liska. Dalam sekejap tangannya terkepal kuat saat melihat wajah lebam gadisnya.


Tanpa suara Anton membuka ikatan di tubuh Liska. Tubuh Liska yang memang sudah lemah karena kekerasan yang dia dapat pun limbung dan untung saja ada Anton yang dengan sigap menangkapnya.


"Apa yang mereka lakukan padamu hm?" ucap Anton dengan suara sedikit serak dan dalam, karena  amarah yang cobadia kendalikan.


"Bisa lihat? Seharusnya tahu tanpa di beri tahu bukan?" ucap Liska sambil menyenderkan kepalanya di bahu Anton.


Anton terdiam beberapa saat, sebelum tangan itu mengelus rambut Liska pelan.


"Gadis yang kuat" ucap Anton dengan lembut.

__ADS_1


"Hm" balas Liska merasa letih dan nyaman dalam dekapan Anton.


"Pending dulu kalau mau pamer kemesraan, buru keluar sebelum yang lain datang" ucap Rangga dengan malas.


"Hm" balas Anton dengan tenang dan dalam sekali angkat dia membawa sosok Liska ke dalam gendonganya. Liska yang sudah merasa nyaman pun mengalungkan tangannya di leher Anton.


"Kekasihmu keren bukan?" tanya Anton dengan mata menatap Liska dengan sorot mata jahil.


Mendengar perkataan Anton tadi membuat Liska sedikit malu. Karena ingat, tadi dia mengatakan hal itu kepada dua preman tadi dan secara tak langsung dia mengklaim Anton menjadi miliknya bukan?.


Karena malu Liska hanya diam dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Anton yang wangi.


"Hahaha!" tawa renyah keluar dari bibir Anton saat melihat tingkah Liska. Rangga? Dia hanya memutar bola matanya malas. Setelahnya mereka mulai berjalan keluar dari sana.


Saat keluar, hal pertama yang mereka lihat adalah kekacauan yang ada. Anak buah Daddynya sudah tumbang dan hanya tersisa empat orang. Karena lawan yang lebih banyak, mungkin 2 kali lipat dari orang yang di bawa Anton. Bahkan Adit pun juga ikut adil dalam perkelahian itu.


"Lu mau ke mana?" tanya Liska dengan raut wajah cemas.


"Gue harus bantu mereka, mereka tanggung jawab gue saat ini" balas Anton dengan lembut.


"Tap-" ucap Liska terpotong oleh perkataan Anton.


"Gak ada tapi-tapian Liska, waktu kita gak banyak" ucap Anton dan berniat memberikan Liska ke Rangga. Tapi tangan Liska semakin memeluk erat leher Anton.


"Liska deng-" ucap Anton terpotong atas tindakan Liska.


Liska mencium pipi Anton sekilas dan berkata,


"Jaga diri, jangan sampai luka banyak. Kalau dapet lebam banyak, gue gak mau ngobatin" ucap Liska dengan raut wajah serius.

__ADS_1


Anton? Dia masih syok dengan apa yang Liska lakukan tadi. Beberapa saat kemudian dia tersenyum senang dan membalas perkataan Liska.


"Pulang dari sini lu jadi milik gue" ucap Anton sambil menatap Liska dengan senyum senang. Setelahnya mencium dahi Liska sekilas dan menyerahkan tubuh Liska ke Rangga.


Liska yang mendapatkan serangan balik hanya seperti orang linglung, dia benar-benar syok dengan tindakan Anton tadi.


Setelah mengambil alih tubuh Liska, tanpa menunggu lama Rangga mulai berjalan ke arah mobil Anton berada.


Anton menatap punggung Rangga, setelahnya menatap dingin ke arah anak buah Ariana.


"Benar-benar menguji kesabaran" ucap Anton dengan dingin. Dia mulai berjalan ke arah mereka dan ikut adil dalam perkelahian itu.


Di dalam mobil? Liska masih salah tingkah. Bahkan pipinya sedikit memerah karena tindakan Anton tadi. Rangga yang di sampingnya hanya bisa berdecih malas.


"Lu gak ikut bantu mereka?" tanya Liska mencoba mengalihkan pikirannya.


"Kalau gue bantu mereka, terus yang jaga elu siapa? Dedemit?" tanya Rangga dengan malas.


Liska hanya diam mendengar jawaban Rangga. Matanya terfokus menatap ke arah Anton, yang menghajar lawannya dengan cukup bruntal. Dalam benak hati dia berdecak kagum.


Rangga yang sadar arah pandang Liska hanya memutar bola matanya malas.


Di lain sisi.


"Ck! Bagaimana ini? Jika begini terus maka orang sewaanku akan tumbang semua" gumamnya saat melihat kebruntalan Anton menghajar orang-orangnya.


Dia berpikir dengan keras hingga mendapatkan sebuah ide. Dengan senyum penuh arti dia menatap ke arah Anton berada.


"Lu akan kalah Anton" gumangnya dengan senyum misterius.

__ADS_1


__ADS_2