
Jasad Liska sudah di kebumikan. Banyak orang dan rekan kerja Mamanya yang datang untuk mengungkapkan bela sungkawan.
Sosok Anton di nyatakan kritis dan membutuhkan penanganan ketat. Bahkan Daddy-nya berniat membawanya ke luar negeri untuk berobat, tapi karena kondisi yang tak memungkinkan membuat Daddy Anton mengurungkan niatnya dan memanggil beberapa dokter terbaik dari luar negeri yang dia kenal.
Di makam Liska masih ada Aland dan teman-temannya yang menatap ke arah gundukan tanah itu dengan raut wajah sedih.
"Sorry. Maaf buat lu menderita selama ini" ucap Tama dengan raut wajah sedih.
"Kata maaf memang gak cukup buat nebus semuanya Lis, tapi gue bener-bener minta maaf. Tolong maafin gue Lis, yang tenang di sana" ujar Adit dengan senyum getir.
"Gue yang paling banyak salah sama elu Lis, seharusnya bukan elu yang ngalamin ini. Lu baik, semoga lu tenang dan gue minta maaf atas sikap gue, gue mohon maafin gue Lis" ucap Rehan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Aland? Dia masih diam membisu dengan mata menatap ke arah gundukan di depannya dengan sorot mata kehilangan.
"Lu pergi gitu aja? Gini cara lu buat perhitungan?" gumam Aland dengan datar.
"Bangun Lis! Balas dendam, jangan tidur!" teriak Aland sambil luruh di atas tanah.
"Gue lebih milih lu bales dendam sama gue dari pada pergi gitu aja, ini lebih menyiksa Liska. Rasa bersalah ini nyiksa gue!" teriak Aland dan memukul beberapa kali gundukan tanah tadi dan berganti memukul dadanya yang terasa sesak.
Dia memukul dadanya beberapa kali setelahnya mencengkeramnya dengan kuat, melampiaskan rasa sesak yang memenuhi relung hatinya.
__ADS_1
Di lain tempat.
Di ruang yang minim akan cahaya, terlihat seseorang lelaki yang sedang menikmati wine-nya dengan mata menatap dingin ke depan.
Suara dering ponsel mengalihkan tatapanya, dengan gerakan tenang dia mengangkat panggilan tadi.
"Hm?" gumamnya sambil meminum wine di tangan.
'Data sudah di temukan, yang menyupir mobil bernama Dinda Maharani. Anak kedua dari pasangan Didi dan Rindu. Saat ini keluarga mereka sedang mengalami kes-' ucap sang penelfon terpotong oleh perkataan lelaki tadi.
"Bukan urusan saya. Bantai keluarga gadis itu, jika perlu semua orang yang mempunyai hubungan dengannya. Terutama orang yang membuat anak dan calon menantuku kesusahan. Buat mereka kacau dan sengsara, sampai ingin mati" ucapnya dengan dingin dan tersenyum sinis di akhir kalimat.
'Baik tuan' balas orang seberang sana dengan tegas.
"Terutama anak sialan itu, jangan biarkan jasadnya di makamkan. Biarkan jasad itu di makan oleh burung dan belatung" ucapnya bertambah dingin dengan kilatan tajam dari matanya.
'B-baik tuan' balas sang anak buah dengan gugup.
Setelah mendapatkan jawaban dari sang anak buah, dia mematikan panggilan ponselnya secara sepihak.
"Ini bukan salahku, salahkan anakmu yang bodoh itu. Orang tua tidak becus!" desisnya dengan tangan terkepal erat.
__ADS_1
"Hah!" hembusan nafas kasar darinya.
"Jika putraku mati, akan ku pastikan dunia bisnis akan kacau. Jika perlu akan ku musnahkan pengadilan yang dengan beraninya menjatuhkan hukuman ringan kepada keluarga pelaku, dengan alasan sang pelaku masih dalam keadaan tak waras" ucapnya dengan raut wajah mengeras.
"Keparat sialan!" teriaknya dan melempar gelas di tangannya hingga membentur tembok dan pecah.
Di lain sisi.
Mama Liska menatap ke bawah dengan raut wajah kosong. Tak ada yang berani untuk menghiburnya, karena merasa takut dengannya untuk saat ini.
Beberapa saat kemudian dia sadar akan sesuatu dan mengambil ponselnya dengan gerakan cepat.
"Jika saya berdiam diri, lalu siapa yang akan menuntut keadilan untuk Liska?" gumamnya dan menelfon seseorang.
'Selamat malam nyonya' ucap orang di seberang sana dengan sopan.
"Cari pelaku yang menyebabkan anak saya meninggal dan hancurkan semua yang mereka punya" ucap Mama Liska tak menerima penolakan.
'B-baik nyonya' ucap lawan bicaranya sedikit tak percaya atas perintas atasannya.
"Dan lagi, buat perusahaan Dirgantara dan Adiwijaya gulung tikar. Jangan biarkan mereka hidup dengan nyaman selagi saya masih hidup di dunia ini" ucap Mama Liska dengan datar dan nada suara tak terbantahkan.
__ADS_1
'Baik nyonya, akan saya laksanakan sesuai perintah' balas orang itu dengan patuh.
"Bagus" ucapnya dengan senyum sinis dan mematikan panggilanya begitu saja.