
Berita tentang hubungan Aland dan Liska menyebar begitu saja. Banyak siswa/siswi yang tak percaya dan menganggapnya hoax.
Apalagi beberapa minggu lalu juga tersebar tentang hubungan Anton dan Liska.
Mereka bertanya-tanya, yang benar itu yang mana? Liska♡Anton atau Liska♡Aland?.
Di lain sisi.
Ketiga orang yang menjadi bahan pembicaraan malah duduk tenang di dalam UKS.
Liska sedang fokus membaca novel yang tadi di bawakan oleh Anton, sedangkan Anton dan Aland saling lempar aura permusuhan.
"Gak masuk lu pada? Bentar lagi bel" ucap Liska sambil menutup novelnya.
"Enggak!" balas keduanya dengan cepat. Setelahnya kedua lelaki tadi saling lempar tatapan tak suka.
"Balik gih, gue juga mau balik kelas" kata Liska dan turun dari ranjang. Baru satu kakinya yang turun, sebuah tangan sudah menghentikan kegiatannya.
"Gak, lu belum pulih" ucap Aland dengan raut wajah tak setuju.
__ADS_1
"Ck! Gue cuma pingsan bukan sekarat, gak usah lebay" ucap Liska sambil menyingkirkan tangan Aland yang menghalangi langkahnya.
"Tapi-" ucap Aland kembali terpotong oleh perkataan Liska.
"Lu berisik" ucap Liska dan turun dari ranjang, tak memedulikan sosok Aland yang menatapnya dari belakang.
"Denger gak? Lu berisik dan lagi, lu gak cocok buat Liska jadi jauh-jauh gih" ucap Anton dengan senyum sinis, kemudian berjalan menyusul langkah Liska.
Tanpa Aland ketahui, Anton tersenyum puas dan sedikit tertawa tanpa suara.
"Sial!" desis Aland dengan mengusap rambutnya frustrasi, setelahnya berjalan menyusul langkah Liska dan Anton, keluar dari UKS.
Di dalam gudang, terlihat dua orang yang sedang berbincang dengan raut wajah serius.
"Din, lu yakin gak mau gabung sama gue?" tanya Clesia dengan senyum penuh arti.
"..." Dinda hanya diam membisu, dia juga bimbang dengan apa yang harus dia pilih.
"Lu lihat sekarang? Mereka udah mulai sedikit perhatian sama Liska. Kayak tadi, Tama dan Adit tiba-tiba menanyakan kondisi Liska? Dan tanpa lu tahu Aland juga mempunyai hubungan dengan Liska? Apalagi dia rela-rela gak istirahat demi Liska. Dan satu lagi ada rumor tentang Liska dan Anton?" ucap Clesia sedikit memancing Dinda. Sedangkan Dinda? Dia masih diam membisu dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1
"Lu masih mau diam aja ngelihat betapa liciknya Liska? Dia mau ngambil semuanya dengan perlahan. Dia berubah cuma cari sensasi dan kepercayaan mereka, setelahnya dia bergerak buat ngambil semua yang lu punya" ucap Clesia dengan raut wajah meyakinkan.
"Tapi..." ucap Dinda menggatung karena masih bimbang dengan keputusannya.
"Dan jangan lupa, siapa yang dulu sering ngunciin lu di kamar mandi atau gudang? Terus siapa yang selalu isi loker dan tas lu dengan kata-kata ancaman dan sampah? Siapa yang kirim bangkai tikur ke elu? Dan siapa yang bully elu selain Derana?" ucap Clesia sedikit tak sabar dengan keputusan Dinda.
"Liska?" balas Dinda dengan raut wajah tak yakin. Masih bimbang dengan keputusannya.
"Ck! Serah lu kalau masih bimbang, tapi jangan nangis kalau semua yang lu miliki sekarang, di ambil sama Liska" ucap Clesia dengan raut wajah sedikit kesal. Setelahnya dia berjalan keluar gudang meninggalkan sosok Dinda di dalam sendirian.
Sedangkan Dinda masih diam membisu, memikirkan ucapan Clesia barusan.
"Akhir-akhir ini Liska memang sedikit aneh, dia sudah tak menatap tak suka ke arah ku. Dia juga sudah tak berulah, apa iya yang di bicarakan Clesia? Dia mau mengambil semua yang aku miliki?" ucap Dinda dengan raut wajah bingung.
"Huh!" helaan nafas berat keluar dari Dinda sebelum dia berjalan keluar dari gudang.
Dinda berhenti sejenak di depan pintu gudang dan kembali berjalan menjauh dari sana.
Tanpa Dinda tahu, di balik tembok ada seseorang yang memerhatikannya. Setelah merasa aman, dia mulai keluar dari tempat persembunyian dan tersenyum sinis.
__ADS_1
"Rencana B berjalan dengan tepat" gumamnya dengan senyum sinis, setelahnya dia berjalan menjauh dari sana, sebelum ada seseorang yang melihat kehadirannya.