Dunia Novel

Dunia Novel
Bab 52


__ADS_3

Malam harinya.


Di sinilah Liska sekarang, di meja makan bersama sang Mama. Dengan tenang mereka memakan makanan masing-masing.


Beberapa menit kemudian makanan mereka telah habis. Dengan santai Liska membersihkan bibirnya, hingga sang Mama memberikan dua map coklat ke arahnya. Liska menatap Mamanya heran.


"Sesuai janji Mama saat itu" ucap Mama Liska yang paham akan raut wajah sang anak.


"Sudah?" tanya Liska dengan kerutan di dahinya.


"Hm, mereka sudah tanda tangan dan harta Papamu sudah atas namamu" balas sang Mama dengan senyum kecil.


"Hm" balas Liska dengan senyum puas.


Ingin tahu maksud dari percakan mereka? Ayo kita flasback.


Flasback


Setelah makan malam bersama dengan Aland yang gagal. Liska berusaha bertemu dengan Mamanya. Dan akhirnya mereka ada waktu untuk makan bersama. Ada sesuatu hal yang ingin Liska sampaikan kepada sang Mama, menurutnya ini waktu yang tepat.


"Mah" panggil Liska dengan pelan.


"Hm?" balas Mama Liska sambil menatap ke arah anaknya dengan kerutan di dahinya.


"Liska mau bicara" balas Liska dengan raut wajah serius.

__ADS_1


"Bicara saja" balas Mama Liska dengan raut wajah santai. Bahkan tubuhnya sudah dia senderkan di kepala kursi. Sepertinya dia tahu apa yang akan di bahas oleh anaknya.


"Liska ingin membatalkan pertunangan dengan Aland" ucap Liska dengan datar.


Mendengar perkataan Liska barusan membuat Mamanya menghela nafas pelan. Dalam batin dia berkata, akhirnya tiba juga masanya.


"Alasan?" tanya Mamanya dengan tenang.


"Dia salah satu alasan Liska menderita" balas Liska dengan tangan terkepal erat.


Mendengar balasan sang anak yang jujur membuatnya tersenyum kecil dan berucap,


"Tunggulah beberapa saat lagi, hingga ulang tahunmu tahun ini" ucap Mama Liska dengan santai.


"Tapi, kenapa?" tanya Liska dengan raut wajah tak terima.


"Maksud Mama?" tanya Liska tak paham.


"Harta Papamu di bawah kuasa mereka, sesuai dengan surat wasiat. Di sana tertulis, semua harta Papamu akan di berikan kepadamu di saat umur 17 tahun dengan syarat kamu mampu. Tapi Mama tahu kepala keluarga mereka itu cukup licik. Jika kamu membatalkan pertunangan ini sebelum dia menandatangani surat pengalihan harta, bisa-bisa semua harta milik Papamu di ambil alih oleh mereka dan kita di usir dari rumah ini" jelas Mama Liska dengan raut wajah sedikit geram.


"Tapi kenapa Papa mempercayai dia? Maksudnya kenapa tidak atas nama Mama?" tanya Liska dengan raut wajah heran.


"Dulu Mama tak tahu apa-apa, Mama bisa seperti ini juga karena di bimbing dari pengacara Papamu dan orang yang dulu Papamu percaya hanya dia" jelas Mamanya dengan raut wajah lelah.


Liska hanya bisa diam setelah medengarkan penjelasan Mamanya.

__ADS_1


"Sedikitlah bersabar untuk menghadapi mereka, hanya sampai ulang tahunmu yamg ke-17, setelahnya kamu bebas. Dan Mama akan memberikan hadiah kepadamu" lanjut Mama Liska dengan senyum misterius.


"Hadiah?" tanya Liska dengan heran.


"Hm, bukti tentang kebusukan mereka. Agar kau terbebas dari sebutan antagonis dan pertunangan konyol itu" balas sang Mama dengan senyum manisnya.


Mendengar perkataan Mamanya membuat Liska tersenyum penuh arti.


"Baik, Liska akan sedikit bersabar" balas Liska dengan senyum manis.


"Anak pintar" balas sang Mama dengan senyum puas.


Flasback off.


"Satu map berisi tentang perundungan Dinda selama ini dan map yang lain berisi tentang kebusukan Aland terhadapmu" jelas Mama Liska setelahnya meminum air putih miliknya.


"Baik, terima kasih" balas Liska dengan senyum manisnya.


"Mama hanya bisa membantumu sampai di sini, selebihnya Mama serahkan kepadamu" ujar Mama Liska dengan sorot mata penuh keseriusan.


"Liska paham, tapi boleh Liska minta tolong satu kali lagi? Saat ulang tahun Liska nanti tolong buat acara makan malam bersama keluarga Aland" ucap Liska dengan raut wajah serius.


"Baiklah, sekarang tidurlah" ucap Mamanya dengan tenang.


"Hm" balas Liska dan mulai bangkit dari tempat duduknya. Sebelum dia berjalan menjauh dari sana suara sang Mama kembali terdengar.

__ADS_1


"Selamat bersenang-senang" ucap Mamanya dengan senyum penuh arti.


"Pasti" balas Liska dengan senyum manisnya.


__ADS_2