
Pagi harinya, Liska bangun dengan malas. Sebab itu, pagi ini dia bangun sedikit telat, dia bangun tepat pukul 6 pagi. Dengan langkah pelan, Liska mulai berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri dan berniat untuk berangkat ke sekolah. Tapi langkahnya terhenti saat suara dering ponselnya berbunyi.
Dahinya mengerut heran saat melihat siapa sang pemanggil itu.
"Tumbeh pagi-pagi telfon" gumam Liska dengan raut wajah bingung dan dalam kebingungannya dia mengangkat panggilan itu.
"Halo Mah?" kata Liska setelah menjawab panggilan tadi.
'Iya sayang, kamu sudah bersiap ke sekolah?' tanya sang Mama pada intinya.
"Belum, ini mau mandi" balas Liska bertambah heran.
'Baguslah jika begitu. Untuk hari ini kamu ambil cuti dulu ya?' ucap Mamanya membuat Liska bertambah heran.
"Loh? Kenapa?" tanya Liska dengan raut wajah sedikit terkejut. Dalam benaknya berkata, tumben-tumbenan nyuruh libur.
'Aland sakit, tadi Mama di beri tahu oleh Bundanya. Bunda Aland meminta tolong padamu untuk merawat Aland hingga sore nanti, karena orang tuanya sedang tak di rumah. Mereka tahu Aland sakit pun dari pelayan rumah' jelas Mamanya tanpa menutupi apa pun.
"Lah, terus hubungan sama gue apa? Dia sakit juga bukan karena gue" batin Liska yang merasa keberatan dengan permintaan sang Mama.
Tak mendapat respons apa pun dari anaknya membuat Mama Liska menghela nafas pelan.
'Sayang, kamu masih di sana?' tanya Mamanya dengan nada suara sedikit lelah.
__ADS_1
"Yah" balas Liska singkat.
'Kamu bisa bukan? Mama meminta tolong kepadamu. Anggap ini bukan karena kamu tunangannya tapi permintaan Mama. Mama sedikit tak enak dengan Bunda Aland, karena dia benar-benar memohon dengan Mama tadi dan Mama sudah menyanggupinya. Tak enak jika Mama memberi kabar kepadanya jika kamu menolak' ucap Mama Liska dengan nada suara sedikit lelah.
"Tapi Mah.." ucap Liska dengan raut wajah agak bimbang.
'Untuk kali ini turutin perkataan Mama dulu ya Liska? Mama mohon bantu Mama satu kali ini saja. Mama tahu kamu keberatan, tapi kamu tahu bukan bagaimana hubungan keluarga kita dengan keluarga mereka?' ucap Mama Liska dengan nada suara pelan.
Liska diam dan memikirkanya, hingga dirinya sudah mendapatkan keputusan.
"Baiklah" balas Liska dengan raut wajah pasrah.
'Good girl, Mama tutup dulu. Selamat menjani harinya sayang' ucap sang Mama sebelum memutuskan panggilan itu.
Dengan asal dia melemparkan ponselnya ke arah tempat tidur, setelahnya berjalan menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak membutuhkan waktu lama akhirnya dia selesai. Dengan asal dia mengambil baju.
Hari ini dia hanya memakai kaos yang di tutupi oleh hoodie berwarna coklat dan celana jogger berwarna grey. Sepatu berwarna putih serta rambut yang dia kucir kuda. Dan satu sentuhan terakhir, topi berwarna putih yang menghiasi di atas kepalanya.
Kakinya berjalan ke arah kasur dan mengambil ponsel yang tergeletak mengenaskan. Dengan lincah jari-jari itu mengetikkan sesuatu di layar ponsel. Memberi tahu Yara untuk mengizinkannya hari ini, karena ada urusan keluarga.
Tanpa menunggu balasan dari Yara, Liska mulai menyimpan ponselnya ke dalam kantung hoodie. Dia berjalan ke meja rias untuk mengambil dompet.
__ADS_1
Setelah merasa cukup, dia berjalan keluar dengan langkah pelan. Sesampainya di lantai bawah Liska menatap ke sekelilingnya hingga pandangannya terhenti ke arah pak Mamad, salah satu sopir di rumah ini.
"Pak Mamad" panggil Liska dan berjalan mendekat ke arah pak Mamad.
Pak Mamad yang merasa namanya di panggil pun menatap ke sumber suara.
"Eh, non Liska. Selamat pagi non" sapa pak Mamad dengan senyum ramah.
"Pagi pak. Bapak sibuk?" tanya Liska dengan raut wajah heran.
"Bapak lagi luang non, mau bapak anter sekolah?" tanya pak Mamad dengan senyum yang masih terpatri indah di bibirnya.
"Enggak pak, antar Liska ke rumah Aland" balas Liska dengan gelengan pelan.
"Ke rumah den Aland? Non yakin?" tanya pak Mamad sedikit tak yakin. Karena terakhir dia mengantarkan nonanya ke rumah itu, bukan sambutan yang di dapat melainkan usiran dan makian dari Aland.
"Hm, Mama yang nyuruh tadi" balas Liska dengan tenangnya.
"Oh? Tunggu sebentar non, bapak siapkan mobil dulu" ucap pak Mamad sedikit merasa heran.
"Hm" balas Liska dan tanpa menunggu lama pak Mamad mulai berlari keluar rumah untuk menyiakan mobil yang akan di pakai.
Sedangkan Liska berjalan ke arah meja makan untuk mengisi perutnya yang sedari tadi berbunyi. Dia hanya memakan roti dan meminum susu miliknya.
__ADS_1