Dunia Novel

Dunia Novel
Bab 47


__ADS_3

Dua hari telah berlalu semenjak kejadian Liska pingsan di lapangan. Dan saat ini kehidupannya masih berjalan dengan cukup normal. Yah, walau ada masalah kecil tentang rumor hubungannya dengan Aland dan Anton. Tapi untuk saat ini Liska memilih untuk diam.


Sudah 2 minggu terakhir hidunya terasa normal, dirinya juga menikmati itu. Tapi dia tak lupa, di setiap kenormalan ini pasti ada sesuatu yang besar menunggunya.


Saat ini Liska sedang menunggu seseorang di depan gedung TU.


Tak lama suara deru motor mendekat ke arahnya, dengan malas Liska menatap ke arah sumber suara. Di sana terlihat motor hitam melaju ke arahnya.


Motor itu berhenti tepat di depannya dan sang pengendara menaikkan kaca helmnya, memperlihatkan mata tajam itu.


"Naik" ucapnya sambil menatap Liska sekilas dan kembali menatap ke arah depan.


Tanpa suara Liska mulai berjalan mendekat dan bersiap menaiki jok belakang, sebelum suara seseorang menghentikan pergerakannya.


"Kak Aland!" panggil seseorang dari arah parkiran.


Mendengar namanya di panggil, ia pun menatap ke sumber suara. Kerutan di dahinya saat mengetahui siapa yang memanggilnya.


"Kak" panggilnya lagi saat sudah sampai di dekat Aland.


"Hm?" balas Aland dengan gumangan samar.

__ADS_1


"Kakak mau pulang?" tanyanya lagi dengan senyum manis. Senyum yang dulu membuat Aland berdebar, tapi tak untuk sekarang. Aland hanya menatap biasa kepadanya.


"Yah?" balas Aland dengan heran.


Liska yang tahu arah pembicaraan Dinda pun hanya bisa menyenderkan diri ke tembok dengan tangan memegang ponsel. Siap menghubungi siapa pun yang bisa menjemputnya kali ini.


"Dinda boleh nebeng?" tanya Dinda dengan raut wajah di imut-imutkan.


Mendengar pertanyaan Dinda barusan membuat Aland mengerutkan dahi, sedangkan Liska sudah acuh tak acuh dan mengechat Rangga untuk menjemputnya.


"Rehan?" tanya Aland dengan sorot mata bertanya.


"Kak Rehan masih ada eskul dan aku di suruh pulang sama ibu. Kalau nunggu kak Rehan selesai, masih lama" balas Dinda apa adanya.


"Dirga!" panggil Aland dengan cukup keras.


Dirga yang mendengar panggilan Aland pun menghampirinya dan bertanya,


"Kenapa Lan?" tanya Dirga saat sudah sampai di dekat Aland.


"Boleh minta tolong? Antarkan dia pulang?" ucap Aland dengan nada suara datar sambil menunjuk, entah kepada siapa.

__ADS_1


"Kak Aland masih sama, ini buktinya dia lebih mentingin aku dari pada Liska" batin Dinda dengan senyum cerah.


Dirga diam sejenak dan akan membuka suara tapi suara seseorang telah mendahuluinya.


"Gak usah, jemputan gue udah di jalan" balas Liska sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas dan berdiri dengan benar.


"Thanks karena udah buang-buang waktu gue, bye" ucap Liska dengan datar dan mulai berjalan menjauh dari sana. Dia berjalan menuju ke arah gerbang.


Aland yang melihat tindakan Liska pun turun dari motornya dengan cepat. Dia menyusul langkah Liska dan menyekal tangan tunangannya sedikit kasar.


"Siapa yang suruh?" tanya Aland dengan datar.


"Gue sadar diri kali, udahlah sana pulang,  tuh cewek yang lu suka udah nunggu" ucap Liska dengan pelan sambil mengentakkan tangannya, mencoba untuk melepaskan cengkeraman Aland di pergelangan tangannya.


"Pulang sama gue" ucap Aland tanpa menerima bantahan. Dengan sekali angkat Aland menggendong Liska dan membawanya ke arah motor. Tanpa beban Aland mendudukan sosok Liska di jok belakang.


"Anter dia, thanks" ucap Aland sebelum melajukan kendaraannya menjauh dari sana.


Dirga dan Dinda yang melihat tindakan Aland barusan, masih berdiri di tempat dengan raut wajah bingung dan bertanya.


"Kak Aland?" batin Dinda sambil menatap kedua sosok tadi dengan raut wajah sedih. Dalam benaknya berkata jika Alandnya sudah berubah.

__ADS_1


"Jadi gak? Buru gue sibuk" ucap Dirga setelah sadar dari rasa terkejutnya.


"Eh? Iya" balas Dinda sedikit tersentak dengan perkataan Dirga barusan. Dengan sedikit terburu, Dinda menaiki motor Dirga. Setelahnya, motor itu melaju meninggalkan area sekolah.


__ADS_2