Dunia Novel

Dunia Novel
Bab 25


__ADS_3

Di atas tempat tidur, terlihat seorang gadis yang sedang tertidur dengan gelisahnya. Dengan kerutan di dahi dan beberapa butir keringat yang mulai menetes dari tempat-tempat tertentu.


Beberapa jam dia lewati masa-masa tidur tak mengenakkan, akhirnya mata itu mulai terbuka dan menatap ke arah langit-langit kamar dengan raut wajah lelah. Nafasnya terlihat memburu.


"Issh! Sakit" gumangnya dengan tangan memijat pelipisnya pelan. Tak lama dia mulai mengubah posisi tidurannya menjadi duduk.


"Dia benar-benar keterlaluan, memberi ingatannya dalam satu waktu" gumam Liska dengan raut wajah menahan pening.


Yah, tadi sosok Liska yang 'dulu' baru saja memberikan ingatannya dan efek sampingnya di rasakan Liska saat ini. Kepalanya terasa pusing, seperti ingin pecah saja.


Dia diam beberapa detik, hingga matanya menatap ke arah jam dinding.


"Masih jam 5 pagi" gumamnya dan menatap ke sekelilingnya dengan raut wajah tanpa minat.


"Siapa yang di maksud olehnya? Dia kunci dari semua ini? Apa dia biang masalah dalam kehidupan Liska?" gumamnya dengan raut wajah rumit.


"Itu bisa di pikirkan nanti, yang terpenting bagaimana cara membersihkan nama Liska di lingkungan sekolah?" gumamnya dengan raut wajah berpikir.


"Langkah pertama cari bukti" ucap Liska sambil menatap ke arah depan dengan sorot mata penuh tekat.


Dia sudah bertekat akan menyelesaikan ini, jika perlu dia akan sedikit menjaga jarak dari Aland dan teman-temannya. Karena dirinya tak habis pikir dengan mereka berlima. Sudah hampir tiga tahun mereka berteman dan dengan mudahnya mereka percaya dengan orang yang baru mereka temui?.


"Sebentar, apa mungkin dia? Alasan dari semua yang menimpa Liska?" gumamnya setelah sadar akan keganjilan yang ada.

__ADS_1


Dengan raut wajah rumit Liska menatap ke depan, dan sesuatu melintas di benaknya.


Jam menunjukkan pukul 06.30 pagi. Di anak tangga terlihat sosok Liska yang sedang menuruni tangga dengan langkah pelan.


Matanya menatap ke arah lantai satu dengan sorot mata tak berminat.


"Selamat pagi non" sapa salah satu pelayan di rumahnya, saat sosok Liska sudah sampai di lantai dasar.


"Pagi, Mama sudah berangkat?" tanya Liska dengan raut wajah bertanya.


"Iya non, nyonya sudah berangkat sendari tadi" balas sang pelayan dengan nada suara ramah.


"Baiklah, terima kasih" ucap Liska dan mulai berjalan ke arah meja makan dengan langkah pelan.


Dia mengambil beberapa potong roti dan mengoleskannya dengan selai coklat. Dia duduk sebentar untuk meminum susu miliknya, setelahnya bangkit.


"Hati-hati non" balas sang bibi dengan senyum ramahnya.


Tanpa membalas ucapan sang bibi, Liska mulai berjalan ke luar rumah dan memasuki mobil antar jemputnya.


Mobil itu mulai melaju meninggalkan perkarangan rumah dengan kecepatan sedang.


Di dalam mobil Liska memakan makanannya dengan tenang. Matanya sibuk menatap keluar jendela.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Liska sampai di depan gerbang sekolah, dengan santai dia menuruni mobil.


Langkahnya begitu tenang tanpa memedulikan sekelilingnya. Banyak pasang mata menatapnya dengan tanda tanya besar.


"Kau menyadarinya?" bisik salah satu siswi kepada temannya, panggil saja si A.


"Tentang apa?" balas temannya dengan raut wajah heran, panggil saja si B.


"Dasar tak peka! Ini tentang Liska!" balas sang si A dengan geram.


"Oh, soal dia? Memang ada perubahan apa dengannya? Aku lihat dia sama saja" balas si B sambil menatap sosok Liska berada dengan sorot mata menilai.


"Kenapa leletmu tak hilang-hilang?!" geram si A dengan tangan terangkat sedikit, ingin memukul kepala temannya itu.


"Maafkan aku, kau tahu bukan aku lemot, jadi kalau bicara langsung ke intinya" ucapnya dengan raut wajah takut, takut jika di pukul oleh temannya itu.


"Ck! Dia berbeda, sikapnya yang berbeda bukan fisiknya! Dia sedikit, ah bukan lagi sedikit tapi benar-benar berbeda akhir-akhir ini" kata si A dengan sedikit geram dan di akhir kalimat menatap ke arah Liska berada.


"Ah, benar katamu. Akhir-akhir ini aku sudah tak melihatnya mengejar Aland lagi" balas si B dengan pose tubuh sok berpikir.


"Yah, itu yang ku maksud" ucap si A dengan mata fokus menatap ke arah Liska.


"Tapi, kenapa Liska berubah?" tanya si B dengan raut wajah heran.

__ADS_1


"Ck! Sudahlah, berbicara denganmu hanya membuang-buang waktuku saja" ucapnya dengan kesal dan tanpa menunggu lama dia meninggalkan temannya itu.


"Hey! Kenapa kau meninggalkanku?!" teriak si B dan mulai mengejar langkah sang teman dengan langkah lebar.


__ADS_2