FREDELLA STORY

FREDELLA STORY
PROLOG


__ADS_3

"jangan terlalu senang, ingat didunia ini tidak ada yang kekal",


Della


VOTE


Plakkkk....plakk...


" ingat pulang kamu?",


sinis pria paruh baya pada seorang gadis yang baru saja menginjakkan kakinya didalam rumah mewah itu.


"ngomong, jangan diam aja, kirain kamu Uda gak ingat rumah karna keasikan diluar an sana",


tambah seorang pria yang umurnya tidak jauh dari gadis yang dipojokkan tersebut


"pulang ya,,",


sang gadis terkekeh dengan sinis. ia hanya menatap datar pada semua orang yang ada didalam ruangan tersebut.


"Pulang kemana? pa, ma, pulang kemana?,. rumah?,mana ada orang yang mau pulang ketempat dimana dia gak dibutuhkan,tempat dimana orang itu cuma dianggap angin lalu?,MANA ADA HA,",teriaknya diujung kalimat.


"Sayang maksud kamu apa ?",


tanya seorang wanita yang sejak tadi hanya diam menangis melihat keluarganya.


"gak usah pegang pegang!",


sentak sang gadis saat wanita paruh itu hendak memeluk sang gadis.

__ADS_1


"Jangan kasar",


decak pria yang tidak jauh beda usianya.


"hahhah, lo mana tau ,apa yang gue rasain?,saat gue pengen cerita tapi gak ada yang dengar, saat Lo lagi jatuh tapi gak ada yang nyemangatin, saat Lo lagi nangis sendirian, saat Lo harus berjuang buat diri Lo sendiri, LO MANA TAU ANJING",murkanya.


sang pria terdiam bahkan sang pria dan wanita paruh baya itupun hanya terdiam, sungguh mereka tidak pernah menyangka bahwa apa yang mereka lakukan selama ini membuat putri semata wayang mereka mengalami hal yang begitu menyakitkan selama ini.


"sayang, hiks...hiks... maafin mama,sini ayo cerita sama mama, kamu bisa ngeluh sama mama, mama bakal temanin kamu",tangis wanita itu merasa sesak mendengar keluh kesah anaknya ini.


"telat ma, mama Uda telat, aku Uda terbiasa lakuin semuanya sendiri",kekeh Della.


"sayang ,tolong jangan ngomong gitu",kata sang mama memelas.


"jadi harus kek mana ma, apa aku harus tetap jadi anak penurut , yg semuanya Uda ditentuin sama mama dan papa, yang aku yakin bahkan kalian gak tau apa yg aku mau sedikitpun",cecar Della.


"EMANG PAPA PERNAH DIDIK AKU?,gak pa papa gak pernah didik aku apapun selain gimana caranya hidup sendiri tanpa bergantung pada siapa pun", balas Della tidak kala keras.


"Mau kamu apa sebenarnya Della?", tanya Aksa sang Kaka yg juga mulai bosan melihat pertengkaran tidak berguna ini.


mendengar itu, Della pun tersenyum manis kemudian berkata.


"Aku cuma mau kalian yg ada dirumah ini anggap aku Uda gak ada, kita jalanin kehidupan kita masing masing",jawab Della berlalu keluar dari rumah ,meninggalkan tiga orang itu yg tertegun .


. FD


"kenapa balik lagi Lo, bukannya tadi Uda balik ya?",tanya seorang pemuda pada Della yang diangguki pemuda lainnya seakan ikut menanyakan pula.


"bosan dirumah gue, biasalah,"jawabannya santai.

__ADS_1


"Lo ma gue liat liat jarang balik mala",tanya pemuda berambut kriting sambil mendekat dan duduk disebelah Della.


"menurut kalian defenisi rumah itu apaan si?",tanya Della tidak. nyambung.


"menurut gue ya dell, rumah itu adalah tempat dimana Lo ngerasa aman, nyaman, dan juga tenang",jawab Verel yang sejak pria yang tadi pertama menanyakan alasan Della kembali.


"kalo menurut gue ,rumah itu tempat Lo balik dan hilangin semua beban dalam hidup lo",jawab pria kriting itu.


"Rumah itu neraka",jawab pemuda yang sejak tadi hanya diam, ia memiliki aura yang cukup dingin.


"Gue setuju sama Yuda, sela Della, Buat gue rumah itu kaya Lo nyerahin diri Lo ketempat dimana Lo cuman dapatin kesakitan ",lanjutnya.


semua orang yang berada di lokasi itu terdiam, mereka tau apa yang sedang gadis ini alami, mereka berjanji bahwa diluar rumah gadis ini akan mereka jaga, lindungi, dan berikan kebahagiaan yang tidak ia dapatkan dirumah. Dan itu adalah sumpah mereka.


"Lo tau dell, kelak kita akan buat keluarga bahagia kita sendiri, dan bahagia itu kita ciptakan sendiri, bahkan jika keluarga kita tidak membuat kita bahagia kita bisa melepaskan mereka demi kebaikan diri kita sendiri",kata Yuda panjang lebar. Sungguh ini pertama kalinya ia berkata sepanjang itu, tapi tak apa apa, sebab ia juga dapat merasakan apa yang sedang gadis ini rasakan, tidak ada salahnya kan menjaga sesama pemilik nasib yg menurutnya buruk.


"gue setuju sama pak ketu",jawab verel lantang.


"Kita juga setuju",jawab semua yg hadir serempak.


"siapa kita?",tanya Andi sang pria kribo


"TIGER",jawab seluruhnya lantang.


"Apa semboyan kita?",tanyanya lagi.


"satu jiwa,satu rasa,satu asa",kompak mereka ,kemudian semuanya tertawa seakan tidak ada beban.


Jangan lupa mampir ya teman teman

__ADS_1


__ADS_2