FREDELLA STORY

FREDELLA STORY
TUNANGAN


__ADS_3

"Ngapain kamu disini?"


Della mengalihkan perhatiannya yang sedari tadi fokus pada makam, disana sosok pria yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya berdiri dan menatap Della dengan pandangan yang tidak biasa.


"Bian, kamu kok tau aku ada disini?". Tanya Della terlihat bingung dengan kehadiran Bian yang tiba tiba, sejujurnya bukan kalo ini saja Della bingung darimana Bian tau apa dan dimana Della berada, sudah terlalu sering, tapi daripada mencari masalah Della memilih untuk bersikap bodo amat.


"Aku tanya kamu ngapain disini?". Putus Bian setelah sedari tadi hanya diam, mengamati apa yang sedang dilakukan oleh kekasihnya ini.


"Gak ada, aku cuman mau izin aja, lusa kota tunangan, jadi kayaknya aku harus izin kan?".


Mendengar kata tunangan Bian tidak bisa untuk tidak tersenyum, ah memang benar sebentar lagi Della akan makin terikat dengan dirinya, berada disampingnya hampir 24 jam, dan hidup bahagia berdua hingga akhir. Jujur saja Bian tidak sabar menantikan itu.


"Udah kan, kalo gitu ayo pulang, banyak hal yang harus diurus". Mendengar itu dengan segera Della bangkit dari acara jongkoknya dan menyambut uluran tangan Bian, sebelum melangkah Della kembali melihat kearah makam.


"Aku udah melakukan hal yang benar kan Yud?". Tanya Della dalam hati.


Kediaman Dirgantara.


Della sedang asik berbincang bincang dengan keluarga nya di ruang santai, duduk dengan menyenderkan kepalanya pada dada sang ayah, rasanya Della masih kurang lama untuk menikmati semua perhatian ini, dan lusa dia akan bertunangan kemudian satu bulan berikut nya menikah, pergi dari rumah kedua orang tuanya dan memulai kehidupan baru dengan orang yang menjadi pilihannya.


"Kamu yakin mau nikah sama Bian?, emang udah yakin dia bisa bahagiain kamu?". Ditengah tengah acara mereka Celine sang ibunda dari Della bertanya dan menatap putrinya dengan seksama. Tidak bukan dia tidak percaya pada Bian, tapi dia hanya tidak ingin putri nya ini terluka nanti, sudah cukup selama ini Della terluka karena keluarga jangan sampai dia juga terluka karena keluarga kembali.


Mendongakkan kepalanya Della menatap Celine yang juga sedang menatapnya,


"Aku yakin ma, lagian Bian orang baik ko, dan aku juga yakin kalo ini adalah pilihan terbaik yang aku punya". Balas Della,


"Hmm kalo nanti kamu terluka dan gak tau harus berbuat apa, ingat kamu tau harus kembali kemana, orang tua kamu, terutama Papa dengan senang hati akan nerima kamu lagi". Sahut Dirga mengelus rambut putrinya sayang.

__ADS_1


Dirga pribadi bersyukur Tuhan masih memberikan dirinya kesempatan untuk menebus semua kesalahan yang ia lakukan dulu, rasanya masih terngiang dengan jelas dalam benaknya saat ia menemukan sang putri dijalanan, dalam keadaan kacau, pada saat itu seketika ia merasakan ketakutan melihat putrinya seperti orang linglung, untung saja Della tidak menolak untuk dibawa pulang kerumah, sesampai nya dirumah Della bahkan hanya diam dengan tatapan kosong, hingga satu Minggu kemudian dia mulai mau diajak bicara, dari situ lah hubungan mereka perlahan lahan mulai kembali membaik, dan saat itu rasanya Dirga gagal segagal gagalnya menjadi seorang ayah, putrinya terpuruk karena kehilangan orang yang sudah ia anggap sandaran hidupnya dan Dirga bahkan tidak tau apa apa.


Satu kalimat yang della ucapkan kian menampar Dirga, saat Della berkata.


"Sekarang gue harus gimana Yud, gue gau tau harus melangkah kayak mana, Lo usah pergi, trus gue gimana?".


Dirga yang keras untuk pertama kalinya menetes kan air mata, dan dari situ pula Dirga berjanji pada dirinya sendiri Della akan bahagia bagimana pun caranya, bahkan Dirga siap melawan dunia hanya untuk Della seorang.


"Hm makasih papa , mama, Della bangga punya kalian". Ujar Della memeluk sang ayah kemudian mamanya.


Melihat itu Dirga ikut bergabung jadilah mereka saling berpelukan.


"Eh apa nih, kok gue gak diajak". Aksa berjalan dengan cepat dan langsung ikut bergabung dalam pelukan hangat keluarga itu, baru saja pulang dan melihat keluarganya seperti ini membuat Aksa bahagia, ini yang ia impikan dari dulu, mengenai apa yang dua lakukan terhadap Della sampai matipun Aksa tidak akan mengakuinya, Aksa tak mau keluarga yang baru utuh ini rusak kembali, biarlah semua itu dia simpan dalam hatinya.


"Ih bang Aksa berat tau, minggir gak". Kesal Della merasa keberatan dengan kepala Aksa yang berada di punggung nya, Aksa yang mendengar itu bukannya minggir malah makin mengerjai adiknya dengan makin menumpukkan segala tubuhnya pada Della, membuat cewek itu makin emosi, tak tahan dengan itu Della bangkit dan langsung berlari mengejar Aksa, dan jadilah aksi kejar-kejaran didalam rumah mewah tersebut.


Sementara para pelayan pun ikut tersenyum haru, akhirnya setelah sekian lama keluarga dan rumah ini kembali terasa hangat.


11 February 2020


Hari ini merupakan hari bersejarah untuk Della dan juga Bian, hari ini mereka mengikat hubungan mereka kearah yang jauh lebih tinggi, gedung mewah dan juga dekorasi yang mahal, dan juga tentu gaun yang tidak kalah mahal yang saat ini Della kenakan.


Acara pertunangan ini dihadiri oleh 1.500 orang, termasuk yang sedikit menurut Bian, melihat dari jejak keluarganya dan juga kelurga Bian memang lumayan sedikit.


Della berdiri berhadapan dengan Bian diatas panggung, gugup tentu saja, hari ini untuk pertama kalinya seorang Bian Wijaya merasakan gugup, biasanya orang yang bersikap dingin dan juga tenang ini tidak bisa menyembunyikan rasa tidak tenang sekaligus kagum nya , Della terlihat jauh lebih cantik hari ini, dan juga Bian merasa cukup geram sebab banyaknya pasang mata yang menatap Della nya dengan tatapan kagum.


Setelah diarahkan oleh MC Bian pun menyampaikan niatnya datang menemui sang kekasih dengan didampingi oleh kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Dell, aku tau aku masih banyak kurang nya, aku juga tau diluaran sana banyak orang yang jauh lebih baik dari aku, aku yang penuh dengan kekurangan ini datang untuk meminta kamu mendampingi aku dengan segala kekurangan aku untuk hidup selamanya sama aku, aku datang untuk minta kamu jadi penyempurna imanku, dan menemani aku sampai kelak rambut kita tak lagi hitam, jadi Fredella Dirgantara maukah kamu menikah dan menjalani kehidupan kamu sampai akhir bersama denganku?". Bian tidak pernah mengalihkan pandangannya dari Della saat mengatakan apa yang ingin dia katakan, Bian pun mengatakan hal itu dengan pasti dan tegas membuat orang-orang tau betapa seorang Bian sangat mencintai wanita didepan nya.


.


Della tidak bisa untuk tidak membendung air matanya, Della merasa terharu dengan perkataan Bian, tak tau rasanya dia merasa terharu saja.


"Bian, kamu tau kamu emang bukan yang pertama, kamu juga tau aku pernah cinta sama orang sebelum akhirnya aku patah, kamu datang menyembunyikan luka itu,Bian kamu bukan yang pertama tapi aku harap kamu akan jadi yang terakhir, jadi aku mau, ayo kita jalanin hidup kita sama sama sampai nanti rambut kita memutih, kota buat keluarga bahagia fersi kita, dengan segala kebahagian didalamnya". Balas Della dengan mata yang balas menatap mata Bian,


Semua tamu undangan terharu dan bertepuk tangan mendengar kata hati dua insan manusia itu, rasanya mereka juga ikut merasakan kebahagian yang dua orang itu rasakan.


Kini tibalah saat penyematan cincin, dimulai dari Bian kemudian baru Della, cincin sederhana yang harganya tidak main main itu kini sudah melingkar dengan cantik dijari kedua nya, mereka tersenyum saling berharap dengan adanya ikatan ini semua akan jauh lebih bahagia.


"Are you happy?". Tanya Bian saat mereka sedang berdua, dia terus saja menggandeng Della kemana pun dia pergi, lagian mana rela Bian membiarkan calon istrinya ini sendirian sementara banyak pasang mata yang terus menatap kearah istrinya dengan pandangan lapar.


Disisi lain , Dirga dan juga Aldi sedang asik dengan perbincangan mereka, tak pernah terpikirkan bahwa mereka akan menjadi satu keluarga, mengingat dulu Della sangat bersikeras membatalkan perjodohan yang sudah mereka rancang, pada akhirnya perjodohan itu memang batal, tapi satu tahun kemudian mereka dikejutkan dengan informasi jika Della dan Bian sedang menjalin sebuah hubungan, senang tentu saja, tapi saat itu mereka memutuskan untuk tidak lagi ikut campur terlalu jauh, mereka membiarkan semuanya berjalan seperti apa mestinya.


"Gak nyangka akhirnya kita bakal jadi keluarga juga". ungkap Aldi menatap pada Della dan juga Bian yang sedang tertawa dengan bahagianya. Jujur selain bersama Della Aldi tidak pernah melihat tawa lepas dari Bian.


"Hm, takdir gak ada yang tau". Sahut Dirga yang juga menatap pasangan itu dengan senyum tipis, dia berharap Bian bisa membahagiakan Della, dan tidak pernah mengecewakan nya.


Sementara para ibu ibu asik dengan dunia mereka sendiri, membahas banyak hal yang tentu saja berkaitan dengan fashion, dan semua yang bersangkutan dengan perempuan.


Disudut lain, ada Aksa yang berdiam diri sendirian, dia menatap dua orang itu dengan pandangan bahagia, tapi setitik hatinya masih merasa tidak rela, adiknya sudah menemukan orang yang akan membahagiakan dia, sementara Aksa masih merasa kurang puas dengan kebersamaan antara dia dan Della.


"Woy, jagain adek gue, jangan sampai dia sakit". Aksa datang tiba tiba kearah Della dan Bian. Ia kemudian memeluk Della erat dan sayang, kemudian memeluk Bian sesat.


"Hm pasti Abang ipar, gue yang bertanggung jawab sekarang". Sahut Bian dengan pasti.

__ADS_1


Setelahnya acara mereka di lanjut kan dengan berfoto foto bersama, sudah banyak sekali potret yang mereka ambil, dan bahkan kedua orang tua belah pihak pun turut meramaikan. Menjadikan acara kian seru adalah, adanya orang orang yang meng cover lagu milik BTS, dan juga tentu dengan dance nya, membuat Della tidak bisa untuk tidak kian tersenyum haru, dua menatap Bian dan memeluknya erat tanda terimakasih.


__ADS_2