FREDELLA STORY

FREDELLA STORY
KENAPA HARUS BEGINI?


__ADS_3

..."Support sistem terbaik dalam hidup adalah diri sendiri"...


...Yuda Argantara...


VOTE


Disebuah ruangan mewah seorang gadis sedang bersiap guna berangkat menuntut ilmu. Matanya sayu menunjukkan betapa ia sangat lelah, bagaimana tidak ia baru bisa tidur saat pukul dua pagi ,alasannya adalah karena keasikan bermain bersama sahabatnya. Setelah memakai rompi khas sekolahnya gadis itu bergegas turun ke lantai satu rumahnya.


"sarapan Dell!'',panggil wanita yang sedang mengolesi roti dengan selai itu.


'' hmmm,'' gumam Della berjalan kearah meja makan kemudian mendudukkan dirinya di kursi samping milik kepala keluarga ini.


"masalah yang kamu buat semalam, saya sudah bereskan selanjutnya jika ingin membuat masalah pastikan kamu tidak merepotkan orang lain '', kata Dirga sesaat setelah menghabiskan sarapannya.


mood Della turun drastis mendengar perkataan papanya ini. sungguh apa papanya tidak bisa membuatnya tenang walau hanya sebentar. namun meski demikian Della tetap berterimakasih .


''Thanks pa'',katanya pelan.


''hmmm''',kata Dirga.


''lain kali jangan buat masalah lagi ya sayang, nama keluarga kita dipertaruhkan disini'',nasehat sang mama ya dan ujung-ujungnya pasti semua ini hanya untuk nama baik keluarga mereka.


''iya ma, pa, dan aku minta maaf'',jawab Della. Kalian pasti heran kan kenapa Della bisa memaafkan kelakuan orang tuanya tadi malam. Jawabannya adalah selagi Della masih ingin tinggal dan menggunakan segala pasilitas keluarga Dirgantara ,maka ia harus bisa menerima segala perlakuan dari orang tuanya'. bahkan masa depan, pendidikan, dan juga kehidupan Della kedepannya sudah diatur dengan rapih oleh kedua orang tuanya. Dan semalam adalah untuk pertama kalinya dalam hidup Della berani melawan segala perintah dari tuan dan nyonya Dirgantara ini. Beruntung mereka tidak terlalu mempermasalahkan kelakuannya semalam.


"Mama sama papa datang kan nanti kepertandingan aku?'',tanya Della berharap orang tuanya meluangkan sedikit saja waktu untuk melihat ia berjuang nanti.


''hari ini papa ada rapat dengan perusahaan dari London jadi gak bisa, gak tau kalo mama?'',jawab Dirga melihat kearah istrinya.


melettakkan sendok nya Celine melihat kearah sang putri yang juga sedang menatapnya dengan penuh harap, kemudian berkata,


''hari ini mama juga sibuk sayang, kamu ditemani sana mbok Yani aja ya!'',katanya tidak enak.


''selalu seperti ini'',batin Della.

__ADS_1


''yauda kalo gitu aku berangkat ya ma ,pa'',kata Della mencium pipi kedua orang tuanya. kemudian ia menaiki motor sport warna hitam miliknya yang sebelumnya sudah dipanaskan oleh mang Dorman supir pribadi milik keluarnya.


''makasih mang'', katanya sebelum menjalankan motornya, tak lupa juga ia berpamitan dengan cara mengklakson dan di jawab dengan anggukan oleh mang Dorman.


...****************...


menjalankan motornya dengan kecepatan sedang Della seakan sedang menikmati keadaan jalanan yang lumayan senggang. Ia seakan sedang menikmati pagi ini dengan sedikit senyuman. Hari ini ia sedang ingin menjalani nya dengan ketenangan. Dan lagi hari ini ia ada pertandingan bersama dengan sahabatnya Yuda. mengingat tentang Yuda apa ia baik baik saja hari ini. Sebab setelah kemarin malam, sahabatnya itu belum ada menghubunginya sama sekali.


saat sedang melamun sebuah motor sport warnah merah menyalip motornya, ''ah ingin main main rupanya'' seringai Della dengan pelan. dengan senang hati akan Della ladeni , dengan tenang Della mengejar motor tersebut dan tak lama ia berhasil menyalip sang pengguna motor, namun tidak berhenti disitu saja, sepertinya pengendara tersebut tidak terima ia disalip buktinya ia kembali mengejar motor milik Della dan menyalipnya kembali. dan pada akhirnya aksi kejar kejaran tersebut tidak bisa dihindari bahkan mereka tidak menghiraukan umpatan umpatan dari pengendara yang lain.


lima belas menit sudah mereka kejar kejaran ,dan pada akhirnya Della berhasil menyalip dan menendang pengguna motor sport merah tersebut hingga terjatuh ke sisi jalan raya. Berhenti sejenak Della memberikan jempol terbalik kearah sang pengemudi yang juga sedang menatap kearahnya


''LOSER'', kayanya tanpa suara. Kemudian bergegas menuju kearah sekolahnya.


sedangkan sang pengemudi melihat itu hanya berdecak kemudian bergumam.


''menarik'', gumamnya


...****************...


Bian Kusuma pria keriting yang selalu bertingkah konyol , serta ramah ini merupakan salah satu inti dari geng Tiger. Memiliki karakter yang ramah dan juga bertingkah konyol nyatanya hanya topeng yang ia gunakan untuk menutupi segala luka . Seperti pagi ini misalnya saat ia hendak pergi ke sekolah, ia deikejutkan dengan kedatangan ibunya yang baru pulang sepagi ini tak perlu dijelaskan darimana saja sang ibu ia sudah bisa menebaknya. Darimana lagi jika bukan dari mengabaikan uang yang ayahnya kirimkan untuk kebutuhan hidupnya.


''ma , mama dari mama?,tanya Bian hendak membantu sang mama yang sempoyongan.


''ha, Bian, Bian anak mama'',racau sang ibu memeluk Bian sebelum kemudian mendorongnya.


'mama kenapa ma, cerita sama Bian?',tanya Bian berusaha tenang.


''ka,,kamu ini semua salah kamu!',kata sang mama membuat Bian mengerutkan keningnya tidak mengerti.


maksud mama apa?'',tanya Bian.


'kalo saya tidak mengandung kamu, saya pasti masih cantik, dan Bram tidak akan berpaling dari saya'',jawaban mamanya ini membuat hati Bian terasa seperti ter cubit.

__ADS_1


''aku gak pernah minta dilahirkan ma'',kata Bian dengan suara kecil.


'' Bajingan dasar sampah'',umpatan sang mama menyadarkan Bian yang sejak tadi melamun.


''ma tenang ma'',ucap Bian berusaha menenangkan sang mama yang mulai tidak terkendali.


Dengan memeluk sang mama Bian terus memberikan kata kata yang menenangkan berharap sang mama bisa tenang . Namun sayang mamanya masih menggila dan ketukan sepatu pada lantai menghentikan mamanya ,heran dengan sang mama yang terdiam Bian mengikuti arah pandang sang mama , dan matanya terbelalak melihat papanya berdiri dengan gagah disana.


'Bian, anak papa'',kata Aldi memeluk Bian, setelah tadi Bian melepaskan pelukannya pada sang mama.


''papa ngapain disini?,''tanya Bian setelah tersdar dengan keterkejutannya.


''papa kangen sama kamu'',


''hmmm, selain itu?',tanya Bian tidak yakin. Tapi percayalah perasaannya sedang tidak enak saat ini meskipun ia tidak tau mengapa bahkan ia sudah tidak menghiraukan jika ia terlambat datang kesekolah hari ini.


''ini, kamu datang ya, sama teman teman kamu juga boleh'',kata sang papa memberikan sebuah undangan pernikahan atas nama papanya dengan seorang wanita yang ia tidak kenal.


''aku pasti datang'',katanya lesuh.


''kalo gitu papa pulang ya, kalo butuh apa apa hubungin papa'',kata Aldi menepuk pundak Bian sebelum berlalu pergi.


Dan diikuti oleh sang mama yang sudah hilang entah kemana setelah kedatangan sang papa.


Apa memang keluarganya tidak bisa kembali lagi, pada akhirnya ia akan sendiri nantinya, saat ini papanya sudah menemukan pengganti sang mama, dan kelak ia juga akan memiliki seorang anak dengan calon istri barunya, dan ia akan semakin tak terlihat. Bukan tak mungkin juga mamanya kelak juga menemukan pengganti sang papa, dan ia sendirian. Menjalani hidupnya dengan sepi,dan hidup dalam kesendirian, untuk menikah. ah rasanya Bian tidak punya niat untuk menikah kelak, sebab bukan tak mungkin ia juga mengalami apa yang keluarga nya itu alami. Ia tidak akan pernah tega membiarkan anaknya mengalami apa yang saat ini ia alami.


Tersadar dengan lamunannya Bian, mengumpat karna tersadar jika ia harus menghadiri pertandingan Della dan juga Yuda.


''bangsat'',umpatnya sambil melemparkan undangan pemberian sang papa .


okay guys sampai sini dulu ya, btw jangan lupa follow IG aku ya.@hotnasarumpaet181


.

__ADS_1


__ADS_2