FREDELLA STORY

FREDELLA STORY
MAAF


__ADS_3

...."jadi diri Lo sendiri aja, lakuin apa yang lo suka, dan raih apa yang pengen Lo raih....


...Aksa Dirgantara...


VOTE


"selamat guys, kalian berdua keren banget'', kata Verel saat Yuda dan Della baru keluar dari Aula. yang hanya dijawab senyum oleh Della dan Yuda.


''nanti gue juga bakal kaya kak Della sama Kak Yuda'', ucap Fandi salah satu anggota Tiger.


''mimpi'',jawab mereka serempak kecuali Yuda dan juga Della tentunya.


''Jangan ragu bermimpi,''ucapnya mengepalkan tangan keatas.


''Dell are you okay?'',tanya Bian melihat Della hanya diam.


''hmm, okay Bi,'',jawab Della singkat.


''Bang Yud, gue sama yang lain pamit pulang duluan ya, soalnya masih ada kerjaan'',pamit Fandi beserta yang lain. kini yang tersisa hanya Yuda, Della, Bian, dan juga Verel.


''untuk ngerayain kemenangan kalian, gimana kalo kita makan makan. Verel yang traktir'',lanjut Bian menatap kearah Verel yang menatapnya kesal.


'Gasken,'',


...----------------...


''gue mau cerita guys'',kata Bian saat mereka asik bercanda.


''kenapa Bi, Lo ada maslah?,''tanya Della melihat kearah Bian.


''bokap gue mau nikah lagi Minggu depan'',ceritanya.


''lo bakal punya dua ibu, bagus dong, selamat Bi'',kata Verel bercanda yang langsung di hadiahi tatapan tajam Yuda.


''maaf'',cicit Verel


''trus Lo maunya gimana?'',tanya Yuda.


''yah gak gimana -gimana si, gue pasti datanglah, dan kalian bertiga harus temanin gue'',tekannya.


''pasti'',jawab Della dan juga Verel.


''mana mau gue lewatin makan gratis, iya gak Dell?'',tanya Verel kepada Della.


''Yoi'',jawab Della bertos dengan Verel.

__ADS_1


''dasar penyuka gratisan'',kata Bian,yang hanya disambut baik oleh cewek itu.


melihat kemesraan dua sahabatnya Bian dan Verel hanya bisa geleng-geleng kepala.sudah biasa batin mereka.


''kalian ini apa si, sahabatan tapi kok kaya pacaran?'',tanya Verel melihat sahabat sahabat kesayangannya berlaku seperti itu.


''hubungan gue sama Della ,biar gue sama dia doang yang tau'',kata Yuda mengelus lembut rambut Della .


''mampus ,kepo si'',kata Bian menoyor kepala Verel.


''shitt, sakit anjing',keluh Verel mengelus -elus kepalnya sendiri.


''lo gak gimana Dell, nanti Lo gak usah balik aja ya',saran Verel


''maksudnya?'',tanya Della tidak mengerti.


''ya kan , Bopak Lo pasti Uda tau hasil hari ini, dan seperti yang semua orang tau, keluarga Dirgantara tidak pernah menerima kekalahan, gue yakin Lo nanti pasti kena semprot, liat Lo kalah dari Yuda aja selama ini, sebenarnya gue heran ,kok bisa keluarga Lo santai santai aja?,satu hal yang paling penting, bukannya semua keluarga Dirgantara dikenal sempurna ya, kok Lo beda Dell?,''',cercah Verel tanpa melihat muka Yuda yang sudah mengeras. Dan jangan lupakan juga muka cengo Bian, serta wajah sendu Della.


bughh...bughh...


'maksud Lo ngomong gitu apa njing'',kata Yuda bangkit dan memukul Verel bertubi tubi.


'lo gak tau apa apa, dan gue gak suka Lo seakan nganggap Della rendah'',lanjut Yuda.


saat hendak memukul Verel kembali, Tangan Yuda ditahan oleh Della ,ia menggeleng gelengkan kepalanya.


tanpa berkata apapun Yuda menarik tangan Della lembut dan membawanya keluar dari restoran.


sementara didalam restoran, Bian menatap Verel tidak percaya.kemudaian berkata.


''gue gak nyangka Lo orangnya kek gini Rel'',katanya berlalu pergi meninggalkan Verel dengan tatapan sinis.


''maaf'', monolog Verel.


...----------------...


Della sedang berada dalam pelukan Yuda, ia ingin menangis saat ini, tapi ia tidak ingin terlihat lemah.


saat akan memasuki mobil Yuda, suara Bian menghentikan kegiatan mereka.


''Dell, Tungguin'',kata Bian


''kenapa Bi?'',tanya Della


''omongan Verel tadi gak usah Lo masukan Dell, dia asal ceplos aja tadi, yg Lo harus tau Dell, kehidupan itu kaya roda, dan Lo gak mungkin berada diatas terusnkan'',kata Bian bijak.

__ADS_1


''aman Bi, gue tau itu'',kata Della


''kalo gitu gue sama Yuda, duluan ya, terus Lo juga pulangnya hati hati, sama jangan pernah berantem dengan Verel.


''sip, kalian juga hati hati '',kata Bian kemudian berlalu pergi setelah mobil yang ditumpangi Yuda dan juga Della .


''jangan mikirin kata kata Verel tadi, anggap angin lalu'',kata Yuda tiba tiba.


''aman Yud', santai lagian yang dia bilang kan emang benar'',kata Della mencoba ceria.


''itu baru kesayangnya Yuda'',lanjut Yuda menggenggam tangan Della dengan tangannya yang tidak menyetir.


''sekarang gue antar balik ya, nanti malam gue jemput'',kata Yuda yang diangguki oleh Della.


...----------------...


Kediaman Dirgantara


setelah Yuda pamit dan sedikit perbincangan antara keduanya, kini Della sedang berjalan kearah kamarnya. Saat akan melewati Raung tengah ia terhenti saat melihat kedua orang tuanya tertawa dengan bebas, dan jangan lupakan keberadaan cowok ditengah tengah mereka.


''uda pulang Dell, gak kangen sama abang?'',tanya pemuda itu saat melihat Della hendak berlalu ke lantai atas.


''lo Uda balik Lo bang'?',kata Della basa basi sambil memeluk abangnya sesaat.


''yoi, bosan gue di London mulu'',jawab Aksa bercanda.


''hmmm, kalo gitu gue mau istirahat dulu ya'',kata Della hendak meninggalkan ruangan,namun suara papanya menghentikan langkahnya.


'kamu tadi gimana Olimpiadenya, kenapa cuman bisa jadi yg kedua?'',tanya Dirga dingin.


''juara dua jugapapa kali pa, itu Uda bagus itu'',bela Aksa .


''gak bisa Sa, keluarga kita itu harus selalu jadi yg nomor satu, dan ini papa Uda terima dia kalah sama anak Argantara itu di angkatan, tapi ini, bahkan lawan nya cuman anak beasiswa,miris '',kata Dirga menatap Della tajam.


''maaf pa, lain kali aku janji akan usaha lebih keras lagi'',hanya itu yang bisa Della ucapkan untuk sekarang.


Melawan pun rasanya akan percuma sebab ayahnya ini tidak pernah suka dibantah. Kadang Della berpikir sampai kapan ia harus seperti ini. menuruti semua perkataan orang tuanya. Bahkan jika boleh jujur ia jadi tidak tau apa yang hatinya inginkan. Dan lihatlah bahkan tidak ada yang peduli. Mamanya hanya memandang pertengkaran itu sejenak, sebelum akhirnya kembali fokus pada gawai di tangannya.


''itu wajib, dan saya tidak ingin mendengar kegagalan lagi'',kata Dirga tegas.


''iya pa, '',jawan Della


''makanya jangan main mulu Dell, kamu harus usaha yang lebih keras lagi, liat Aksa, dia gak pernah ngecewain mama sama papa'',kata Celine sambil mengelus pundak Aska. kemudian berlalu pergi menyusul suaminya yang sudah terlebih dahulu pergi.


''gak usah didengarin, jadi diri Lo sendiri aja, lakuin apa yang lo suka, dan raih apa yang pengen Lo raih'',nasehat Aksa.

__ADS_1


''lo kenapa balik si?,kenapa Lo gak disana aja, kalo bisa gak usah pulang sekalian,''kata Della mengungkapkan kekesalan nya melihat sang kaka yang kembali di waktu yang tidak tepat. ia bahkan tidak menghiraukan perkataan Aksa yang merupakan nasihat itu.


ok guys sampai sini dulu ya, Btw jangan lupa Vote ok, see you next part guys.


__ADS_2